Claim Missing Document
Check
Articles

Akuntansi 4.0: Belajar Transdisipliner Momong, Among, Ngemong Whedy Prasetyo
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to update technology capability 4.0 as the goal of the achievement of accounting learning with a Javanese philosophy momong, among and ngemong. The philosophy of learning heutagogis by giving choices and opportunities to design learning process. Descriptive qualitative methods through interviews were used in this study. The results explain accounting 4.0 design that fosters convergence of knowledge and technology. This convergence makes development of adaptive accounting. The process of continuous free of learning transdi-sciplinary accounting momong, among and ngemon, because this concept puts forward a dynamic and flexible egalitarian pedagogy to explore scholar creatively, independently and responsibly. Abstrak Penelitian untuk mengupdate kapabilitas teknologi 4.0 sebagai tujuan capaian pembelajaran akuntansi dengan pendekatan falsafah Jawa momong, among dan ngemong. Falsafah belajar heutagogis dengan memberi pilihan dan peluang mendesain proses pembelajaran. Metode kualitatif deskriptif melalui wawancara digunakan dalam penelitian ini. Hasil menjelaskan desain akuntansi 4.0 yang menumbuhkan konvergensi pengetahuan dan teknologi. Konvergensi ini membuat pengembangan akuntansi adaptif. Proses keleluasaan berkelanjutan belajar akuntansi transdisipliner momong, among dan ngemong, karena konsep ini mengedepankan pedagogi egalitarian dinamis dan fleksibel untuk mengeksplorasi mahasiswa secara kreatif, mandiri dan bertanggung jawab.
Realizing a Mental Revolution through Astabratha Belief as a Fraud-Neutral Detector Whedy Prasetyo
Asia Pacific Fraud Journal Vol. 8 No. 1: Volume 8, No. 1st Edition (January-June 2023)
Publisher : Association of Certified Fraud Examiners Indonesia Chapter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21532/apfjournal.v8i1.302

Abstract

This study aims to realize a mental revolution in the individual through astabratha belief as an effort to achieve fraud-neutral character. The belief is based that the initial occurrence of fraud comes from the mental self. This mentality is formed by teaching the human self-character through the local wisdom genius astabratha which is broken down into eight (asta) character traits. This research uses a qualitative approach with ethnographic studies to reveal the implementing culture of metal astabratha characteristics. The results of study show that fraud comes from self-character which can be prevented by growing eight characters, namely earth, fire, water, wind, sky, sun, moon and stars. These eight characters are manifested through mental self (pangawikan pribadi) to understand actions. This achievement is the result of a movement (response) to persistently reject fraudulent activities through creative, non-authoritarianism, thinking about difficulties and self-afflictions, self-safety and freeing people from suffering and worries, and finally achieving the noble goals of human life. As a result of an embodiment of self-awareness, there is no longer any desire to commit fraud, as well as awareness and behavior culture to feel peaceful in dealing with other people. This mental consistency leads to fraud neutrality as a form of moral integrity for pride, honor and self-esteem.
MEMBONGKAR AKUNTANSI DOUBLE ENTRY SYSTEMS Whedy Prasetyo
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.488 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2013.08.7199

Abstract

Abstract: Dismantling Accounting Double Entry Systems. Double entry isa process of recording transactions that always involve at least two accounts ofwhich changes (increases or decreases) have consequences to maintain a balance equation. This is a simple basic accounting, that the use of the funds must alwaysbe equal to the acquisition of funds. The equation is not able to include some business events that are responses to the development of business environment. A proposed view is based on the interaction of researcher (New Bond)  with accountant (Mrs M) to dismantle the double entry accounting through Maurice Merleau Ponty's approach (1906-1961). The results prove that physical aspects of knowledge willcontinue to evolve according to environmental interactions.Abstrak: Membongkar Akuntansi Double Entry Systems. Double entry merupakan pencatatan transaksi dengan selalu melibatkan minimal dua akun yang masing-masing berubah(bertambah atau berkurang), konsekuensi untuk menjaga keseimbangan persamaan dasar sederhana akuntansi, yaitu penggunaan dana harus selalu sama dengan pemerolehan dana. Persamaan yang ternyata tidak dapat mencakup beberapa peristiwa bisnis yang merupakan respon atas kejadian perkembangan lingkungan usaha. Respon ini didasarkan pada interaksi Peneliti (Bond Baru) dalam diskusi dengan Akuntan (Mrs M) untuk membongkar akuntansi double entry melalui pendekatan Maurice Merleau Ponty (1906-1961). Hasilnya membuktikan bahwa aspek fisik pengetahuan akan terus berkembangsesuai dengan interaksi lingkungan.
NGELMU NGALAP-NYAUR: TRANSAKSI BERBASIS AKUN-ISME TANPA KREDIT Whedy Prasetyo
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.151 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.08.6026

Abstract

Abstrak: Ngelmu Ngalap-Nyaur: Transaksi Berbasis Akun-isme Tanpa Kredit. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi akun berbasis ngalap-nyaur yang dilakukan oleh PKL Ngalam Raya dilandasi jiwa saling percaya antara pemasok dengan PKL. Penelitian ini menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan model transaksi yang merubah kehadiran akun piutang usaha dan kos barang terjual dengan jumlah pengambilan dan kepercayaan. Akun yang menunjukkan transaksi penjualan kebersamaan tanpa kredit namun tidak tunai sebagai perwujudan akun salam satu jiwa sosial (moral) berdampingan dengan ekonomi (rasional), untuk menjamin dan mengatasi “goncangan” proses kulakan barang dan penjualannya. Salam satu jiwa berusaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan ekonomi lokal.   Abstract: Ngelmu Ngalap-Nyaur: Transaction Based Account-isme Without Credit. This research aimed to construct account based on ngalap-nyaur done by PKL Ngalam raya underpined trust each other by supplier . This research use case study. The research refer to transaction model that change attendance accountof account receivable and cost of goods sold with amount of taking good sand trust. The account shows sales transactions to getherness without credit but not cashas the account embodiment of one soul greeting social (moral) side by side with economic (rational), to guarantee and overcome “shock” the process of commodity making and sales. One soul greeting seeks reduce unemployment and boost the local economy.  
Menyelami Mental Accounting Penggemar K-Pop Berbasis Gender Zainatul Qodriyati; Prasetyo, Whedy; Ika Wahyuni, Nining
AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi Vol 15 No 2 (2023): Akuntabilitas: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/akuntabilitas.v15i2.3511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mental accounting penggemar k-pop yang didasarkan pada gender. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi kepada informan yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan, yang dalam penelitian ini terdiri dari 4 orang, dengan 2 laki-laki dan 2 perempuan sebagai informan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa mental accounting telah diterapkan dengan baik oleh penggemar, pada setiap tahapannya. Perbedaan yang terlihat untuk penggemar laki-laki dan perempuan terletak pada proses pencatatan yang dilakukan
Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Untuk Meningkatkan Keharmonisan Dan Kesejahterahan Keluarga Indania, Falsa Kikit; Prasetyo, Whedy; Putra, Hendrawan Santosa
AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi Vol 16 No 1 (2024): Akuntabilitas: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/akuntabilitas.v16i1.3590

Abstract

Pengelolaan keuangan adalah suatu proses yang melibatkan perencanaan, pengendalian, dan pengawasan sumber daya keuangan keluarga guna mencapai tujuan-tujuan keluarga. Pengelolaan keuangan rumah tangga juga akan sangat membantu keluarga dalam mengelola keuangan agar lebih efektif dalam penggunaanya. Melakukan pengelolaan keuangan yang baik harus di lakukan guna mewujudkan keluarga yang harmonis dan juga sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan ibu rumah tangga yang ada di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa informan telah melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. Informan telah melakukan penganggaran yang meliputi pengeluaran yang harus dikeluarkan pada setiap hari atau bulannya, besarnya pendapatan yang disisihkan untuk tabungan dan juga investasi. Selain itu, Selain itu adanya kejujuran, tanggung jawab, kebersamaan dan kepercayaan terhadap pasangan juga menjadi faktor penting dalam dalam keberhasilan mengelola keuangan. Pengelolaan keuangan yang baik nantinya akan memperngaruhi keharmonisan dan kesejahterahan keluarga.
PENGHIMPUNAN PENDAPATAN NGEFANS SAWERAN : MISTIK SEMAR MESEM PENYANYI DANGDUT (Studi pada Penyanyi Orkestra Melayu New Kendedes) Prasetyo, Whedy
Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Airlangga Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jraba.v5i1.46035

Abstract

This study aims to examine the activities of dangdut singers to collect their entertainment income.Activities by basing on mystical routines for semar mesem.The use of this mystic is in recognition of the singer's income. Recognition in the form of collection throughsaweran mechanism. The mechanism angefans saweran contribution is findings of this study. Qualitative methods with an ethnometodology approach was used in this study. The results revealed the mystical semar mesemthat was used as a "tali pengasihan" by the singer made a spectator ngefans. Saweran's contribution as his goal, why is that? Because saweranas a unit of income calculation allows the singer to "hope" to fulfill his wishes. The use of money "manggung on air" has made it easier for singers to express their performances and also the songs they perform. This achievement gives the spirit of additional income obtained to be more in a relationship to continue the gig is measured and reliable.
SOCIETY 5.0 MILENIAL GENERATION: DIGITAL TALENTS FORMULA OF GLOBAL OPEN GOVERNMENT AND SMART CITIES Prasetyo, Whedy
Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Airlangga Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jraba.v4i2.46040

Abstract

Society 5.0 adalah peran generasi milenial memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang. Pemanfaatan untuk mewujudkan global open government dan smart cities sebagai tujuan penelitian ini. Pemanfaatan digital pada Kelompok Harmonis Digital Kota Batu dengan menggunakan etnometodologi. Hasil penelitian diperoleh informasi yang aktual dan faktual dalam mendorong terwujudnya pemerintahan Kota Batu yang baik, bersih dan transparan serta dapat menjawab berbagai tuntutan. Hasil ini memberikan akses dan pengelolaan serta penggunaan informasi secara tepat dan akurat. Proses sebagai bagian tanggung jawab untuk mewujudkan pemerintahan aspiratif dan partisipatif, yang didasarkan pada empat peran generasi milenial; penyediaan informasi, konsultasi, keterlibatan aktif,dan kebersaman.
Muzara'ah Contract Agricultural Accounting Model Susanti, Alifi Tria; Roziq, Ahmad; Prasetyo, Whedy
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/iqtishoduna.v12i1.1830

Abstract

Profit sharing in the agricultural sector has been known for a long time, so it applies from generation to generation. Profit sharing is found in several areas, including Lumajang Regency, Tekung District which according to statistical data has a land area of ​​1,878.34 hectares and the majority of commodities are rice plants up to 4,342 hectares, but the number of profit sharing practices is not matched by regulations on accounting required by owners and land managers in being responsible for the distribution of business results. The purpose of this study is to analyze the agricultural production sharing system for the muzara'ah contract and produce an accounting model for the muzara'ah contract. The research method uses qualitative methods in general and phenomenology in particular. The results of this study prove that the practice of profit sharing practiced by the owners and managers of rice fields is a muzara'ah contract whose recording is done by simple recording. The accounting model produced in this study is an income statement, cash flow and profit sharing principle in accordance with the acknowledgment and muzara'ah contract.
PENGAKUAN PEMBELAJARAN AKUNTANSI TRANSDISIPLINER BERJIWA PANCASILA Prasetyo, Whedy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.1.13

Abstract

Abstrak – Pengakuan Pembelajaran Akuntansi Transdisipliner Berjiwa Pancasila.Tujuan Utama – Penelitian ini menginterpretasikan pengakuan pedagogi egalitarian akuntansi dengan kejeniusan kearifan lokal Pancasila.Metode – Penelitian ini menerapkan motode deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah dua guru besar akuntansi dari Malaysia dan Turki.Temuan Utama - Pembelajaran akuntansi transdisipliner berjiwa Pancasila menghasilkan karakter diri berdaulat, mandiri, dan bertanggung jawab. Semangat yang berasaskan nilai luhur proses pembelajaran yang memadukan ilmu dan humaniora. Perpaduan ini diaktualisasikan dalam wujud nilai dan norma. Implikasi Teori dan Kebijakan - Pengakuan akuntansi transdisipliner mendasarkan keterkaitan perilaku komunikasi pembelajar akuntansi yang dipengaruhi status ego berjiwa Pancasila. Proses pembentukan ini melalui rangkaian pembelajaran partisipatif, terbuka dan reflektif perkembangan akuntansi bersama keilmuan lain.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini menekankan ilmu akuntansi transdisipliner sebagai hasil proses pembelajaran bersama keilmuan lain dalam konteks Pancasila. Abstract - Recognition of Pancasila-Inspired Transdisciplinary Accounting Learning.Main Purpose - This research interprets the recognition of egalitarian accounting pedagogy with the genius of Pancasila local wisdom.Method - This research applied a descriptive qualitative method. The informants of this research are two accounting professors from Malaysia and Turkey.Main Findings - Transdisciplinary accounting learning with the spirit of Pancasila produces sovereign, independent, and responsible character. The spirit is based on the learning process's noble values that combine science and humanities. This combination is actualized through values and norms. Theory and Practical Implications - The recognition of transdisciplinary accounting is based on the linkage of the communication behavior of accounting learners who are influenced by the status of ego with the spirit of Pancasila. This formation process is through a series of participatory, open, and reflective learnings of accounting development and other sciences. Novelty - This research emphasizes transdisciplinary accounting science due to the learning process with other sciences in the context of Pancasila.