Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI MAHASISWA UNIVERSITAS KUNINGAN Hartati Ratna Juwita; Ida Hamidah
Jurnal Semantik Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2, September 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.386 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v7i2.p80-89

Abstract

TINDAK TUTUR GURU BAHASA INDONESIA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMK NEGERI SE-KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Studi deskriptif dilihat dari lokusi, ilokusi, dan perlokusi) Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/bsev5x88

Abstract

Masalah penelitian dalam artikel ini adalah bagaimana bentuk tindakan bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass pada tahun ajaran 2012/2012? Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bentuk tindakan bahasa yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass pada tahun ajaran 2011/2012. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analitis dan deskriptif untuk memperoleh data, yang dianalisis menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ucapan guru Bahasa Indonesia di SMK Brass. Hasil analisis ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Lokusi yang diucapkan oleh guru Bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass se-kabupaten berdasarkan jenis tindakan bahasa lokusi terdiri dari 162 ucapan, terdiri dari 26 ucapan tindakan bahasa naratif, 12 ucapan tindakan bahasa deskriptif, dan 124 ucapan tindakan bahasa informatif, 2) Ikuti ilokusi yang diucapkan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK Brass se-kabupaten berdasarkan kriteria ilokusi terdapat 179 ucapan tindakan bahasa ilokusi, terdiri dari 6 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria asertif, 146 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria direktif, 10 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria komissif, dan 9 ucapan tindakan bahasa ilokusi kriteria ekspresif; ilokusi 9 ucapan, dan ilokusi 8 ucapan deklaratif; 3) Tindakan perlokusi yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran di SMK di Kabupaten Kuningan berdasarkan bagian-bagian tindakan perlokusi yang terkandung dalam 95 ucapan, terdiri dari tindakan perlokusi bagian yang mendorong mitra untuk belajar tentang sesuatu (5 ucapan), tindakan perlokusi bagian yang membuat mitra mengatakan untuk melakukan sesuatu (69 ucapan), dan tindakan perlokusi bagian yang membuat mitra mengatakan sesuatu untuk dipikirkan (21 ucapan).
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI PUISI MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENDENGARKAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 LEBAKWANGI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ay693621

Abstract

Tujuan pembelajaran puisi adalah agar siswa memperoleh pengalaman berapresiasi dan berekspresi puisi. Pengalaman tersebut dilakukan siswa dengan membaca puisi dan mendengarkan pembacaan puisi sehingga siswa mampu berekspresi terhadap puisi. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut. (1) Bagaimanakah kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013? (2) Bagaimanakah kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013? (3) Adakah perbedaan kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013? Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, baik. 2) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, cukup. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif, tujuannya adalah untuk mencari perbandingan (perbedaan dan persamaan) dua variabel dengan memberi perlakuan-perlakuan tertentu pada dua kelompok, sehingga dapat diketahui perlakuan cara yang terbaik antara dua kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi Kabupaten Kuningan tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 120 siswa. Penulis mengambil sampel dengan cara sampling cluster. Dalam sampling cluster ini populasi dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok atau cluster. Secara acak sampel cluster yang diperlukan diambil dengan proses pengacakan. Setelah dilakukan pengundian terhadap 4 (empat) kelompok dari kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi, diperoleh sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII A sebanyak 30 orang dan kelas VII C sebanyak 30 orang. Berdasarkan data dan pengolahan data penelitian, diperoleh hasil berikut. 1) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, berketegori baik, dengan nilai-rata-rata 77,50. Jadi, hipotesis yang penulis ajukan, diterima. 2) Kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013, berkategori cukup, dengan nilai-rata-rata 69,48. Jadi, hipotesis yang penulis ajukan, diterima. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca dan mendengarkan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lebakwangi tahun pelajaran 2012/2013. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan dengan uji t yang menghasilkan t hitung lebih besar daripada t tabel, yaitu 4,01 > 2,660. Artinya, kemampuan memahami isi puisi melalui kegiatan membaca lebih baik daripada kegiatan mendengarkan.
ANALISIS TINDAK TUTUR DAN GAYA BAHASA PADA DIALOG-DIALOG NASKAH DRAMA “REPUBLIK BAGONG” KARYA N. RINATIARNO Ida Hamidah; Yusuf Maulana Akbar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pt771v90

Abstract

Rumusan masalah yang menjadi penelitian dalam skripsi ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno? 2) Bagaimanakah tindak tutur lokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Rinatiarno berdasarkan setting suasana? 3) Bagaimanakah tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana? 4) Bagaimanakah tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana? 5) Bagaimanakah gaya bahasa pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi?. Tujuan penelitian: 1) ingin mengetahui unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno; 2) ingin mengetahui tindak tutur lokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Rinatiarno berdasarkan setting suasana; 3) ingin mengetahui tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana; 4) ingin mengetahui tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana; 5) ingin mengetahui gaya bahasa pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi. Metode: metode deskriptif kualitatif. Teknik: teknik perolehan data (teknik studi pustaka dan analisis dokumenter) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno.Kemudian teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposif. Sampel dalam penelitian ini adalah dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno yang mempunyai tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan gaya bahasa. Simpulan yang menjadi penelitian dalam skripsi ini sebagai berikut. 1) Unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno dapat disimpulkan tema, konflik, alur atau plot, tokoh dan perwatakan, latar atau setting, dialog, amanat. 2) Tindak tutur lokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi yang lebih banyak digunakan adalah meminta. 3) Tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi yang lebih banyak digunakan adalah memberitahukan. 4) Tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi yang banyak pengarang digunakan adalah meyakinkan. 5) Gaya bahasa berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang banyak digunakan pengarang adalah gaya bahasa asonansi.
ANALISIS MAKNA SEMANTIK DAN PRAGMATIK PADA TEKS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI SEPANJANG JALAN RAYA CIPASUNG KECAMATAN DARMA SAMPAI JALAN SILIWANGI KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/cnw1qf53

Abstract

Iklan merupakan alat yang digunakan untuk mempublikasikan suatu informasi, dengan bahasa yang singkat cukup untuk menarik perhatian dan pemahaman pembaca, bahasa yang digunakan mengandung makna tersendiri maka penulis ingin meneliti makna dibalik teks iklan tersebut. Ruang lingkup penelitian ini adalah analisis makna semantik dan pragmatik pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Rumusan masalahnya adalah bagaimana makna semantik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ditinjau dari jenis-jenis maknanya dan Bagaimana makna pragmatik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang jalan raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ditinjau dari makna lokusi, ilokusi dan perlokusi. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana makna semantik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat tersebut ditinjau dari jenis-jenis maknanya dan ingin mengetahui bagaimana makna Pragmatik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat tersebut ditinjau dari makna lokusi, ilokusi dan perlokusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif analitik. Teknik penelitiannya terdiri atas teknik pemerolehan data dengan cara observasi dan dokumentasi, serta teknik pengolahan data dengan menganalisis jenis makna semantik yang ditinjau berdasarkan jenis makna semantiknya, berdasarkan ada tidaknya referensi, berdasarkan ada tidaknya nilai rasa, berdasarkan ketepatan makna, berdasarkan hubungan makna satu kata dengan kata lain, berdasarkan makna kias, dan makna pragmatik berdasarkan jenis tindak ujar. Populasi penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat disepanjang Jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan dan yang dijadikan sampelnya adalah sampel total yaitu seluruh iklan layanan masyarakat disepanjang jalan tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa makna yang ada beragam, berdasarkan makna semantikya 8 iklan bermakna leksikal dan 16 iklan bermakna gramatikal, berdasarkan ada tidaknya referensi 15 iklan bermakna referensial dan 9 iklan bermakna non referensial, berdasarkan nilai rasa 8 iklan bermakna denotasi dan 16 iklan bermakna konotasi, berdasarkan ketepatan makna 8 iklan bermakna kata dan 16 bermakna istilah, berdasarkan hubungan makna 7 iklan bermakna konseptual dan 17 iklan bermakna asosiatif, berdasarkan makna kias 16 iklan bermakna kias dan 8 iklan bermakna non kias, sedangkan makna pragmatik pada teks iklan, makna lokusi yang menyatakan 8 iklan, mengajak 7 iklan, memerintah 8 iklan dan memperingatkan 1 iklan, makna ilokusi asertif 6 iklan, direktif 15 iklan, komisif 3 iklan. Makna perlokusi teks iklan semuanya bermakna.
MAKSIM KESANTUNAN YANG DIGUNAKAN OLEH DEDDY COURBUZIER PADA ACARA “HITAM PUTIH” DAN ANDI FLORES NOYA PADA ACARA “KICK ANDY” Ida Hamidah; Dedeh Supriatin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/k146cp63

Abstract

Judul penelitian ini adalah Maksim Kesantunan yang Digunakan Oleh Deddy Courbuzier Pada Acara “Hitam Putih” dan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy”. Rumusan Masalah: 1) Maskim apa saja yang digunakan Deddy Corbuzier pada acara “Hitam Putih?” 2) Maksim apa saja yang sering digunakan Deddy Corbuzier pada acara “Hitam Putih?” 3) Maskim apa saja yang digunakan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy?” 4) Maksim apa saja yang sering digunakan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy?” 5) Bagaimanakah perbedaan penggunaan maksim kesantunan oleh Deddy Corbuzier pada acara “Hitam Putih dan Andi F. Noya pada acara “Kick Andy?” Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: maksim kesantunan yang digunakan oleh Deddy Corbuzier Pada Acara “Hitam Putih” yakni maksim kebijaksanaan 8 (delapan) kali, maksim penghargaan 22 (dua puluh dua) kali, maksim kesederhanaan 2 (dua) kali, maksim permufakatan/kecocokan 13 (tiga belas) kali, dan maksim kesimpatian 41 (empat puluh satu) kali dan maskim yang sering digunakan adalah maksim kesimpatian. Sementara Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy” menggunakan maksim kebijaksanaan 2 (dua) kali, maksim kedermawanan 1 (satu) kali, maksim penghargaan 32 (tiga puluh dua) kali, maksim permufakatan/kecocokan 4 (empat) kali, dan maksim kesimpatian 18 (delapan belas) kali dan maksim yang sering digunakan adalah maksim penghargaan. Perbedaan penggunaan maksim kesantunan oleh Deddy Corbuzier Pada Acara “Hitam Putih” dan Andi Flores Noya Pada Acara “Kick Andy” adalah bahwa Deddy Corbuzier lebih sering menggunakan maksim kesimpatian sementara Andi Flores Noya lebih sering menggunakan maksim penghargaan.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIWARU TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM MENENTUKAN UNSUR ISI DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN INKUIRI Yusida Gloriani; Ida Hamidah; Reni Febrianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/9bq6h726

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Ciwaru Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Menentukan Unsur Isi Drama dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (Stad) dan Inkuiri. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD)? 2) Bagaimana kemampuan siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model inkuiri? 3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas XI IIS 1 dan IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling“ karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan model inkuiri? Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Ciwaru Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Menentukan Unsur Isi Drama dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (Stad) dan Inkuiri sebagai berikut: 1) Kemampuan siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunkan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) hasilnya baik dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 61,95 (62). Dengan demikian, hipotesis nomor 1 yang penulis rumuskan diterima. 2) Kemampuan siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Ciwaru tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri hasilnya cukup dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 56,83 (57). Dengan demikian, hipotesis nomor 2 yang penulis rumuskan diterima. 3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa menentukan unsur isi drama “Maling” karya Puntung C.M Pudjadi dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions (STAD) dan inkuiri pada siswa kelas XI IIS 1 dan 2.
ANALISIS KALIMAT DIALOG DALAM NASKAH DRAMA “PADA SUATU HARI” KARYA ARIFIN C. NOER Ida Hamidah; Hesti Angreaningsih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/a900h595

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Kalimat Dialog dalam Naskah Drama “Pada Suatu Hari” Karya Arifin C. Noer (Sebuah Analisis Pragmatik tentang Deiksis dan Praanggapan). Rumusan masalah:1) bagaimana deiksis persona (orang) yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer?;2)bagaimana deiksis ruang yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer?;3) bagaimana deiksis waktu yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer?;4)bagaimana praanggapan yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer?Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: 1) deiksis persona yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer yaitu deiksis sayadilontarkan oleh tokoh Kakek, Nenek, Nyonya Wenas, Pesuruh, dan Novia ketika berdialog dengan tokoh lain; 2) deiksis ruang yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer yaitu deiksis itu, sini, kemari, kamar, ini, rumah, kamar praktek, dan di belakang dilontarkan olehtokoh Kakek, Nenek, Nyonya Wenas, dan Novia ketika berdialog dengan tokoh lain; 3) deiksis waktu yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer yaitu deiksis sekarang, dulu, nanti, kemarin, hari ini, besok, beberapa hari yang lalu, sebelas tahun yang lalu, tadi pagi, dan nanti dilontarkan oleh tokoh Kakek dan Nenek ketika berdialog dengan tokoh lain; 4) praanggapan yang terdapat pada kalimat dialog dalam naskah drama “Pada Suatu Hari” karya Arifin C. Noer dapat disimpulkan bahwa beberapa diantara kalimat dialog yang dilontarkan oleh tokohnya menggunakan kalimat-kalimat yang dalam keseharian mudah dipahami namun kalimat dialog tersebut yang justru menyiratkan makna lain sehingga menimbulkan dugaan-dugaan dalam memaknai kalimat dialog tersebut.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERBANTU MULTIPLE INTELLIGENCES MODEL PJBL DI KELAS X-1 SMA NEGERI 1 CIGUGUR Susi Susilawati Hanifah; Ida Hamidah; Figiati Indra Dewi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v21i2.488

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya suatu kendala yang dihadapi siswa kelas X-1 SMA Negeri Cigugur terkait menulis teks eksposisi. Oleh karena itu, peneliti mencoba berbantu Multiple Intelligences dengan model pembelajaran Project Based Learning untuk peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi. Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran teks eksposisi berbantu Multilple Intelligences dengan model pembelajaran Project Based Learning (PSjBL) di kelas X-1 SMA Negeri 1 Cigugur? 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran teks eksposisi berbantu Multilple Intelligences dengan model pembelajaran Project Based Learning di kelas X-1 SMA Negeri 1 Cigugur? 3) Bagaimana hasil pembelajaran teks eksposisi berbantu Multilple Intelligences dengan model pembelajaran Project Based Learning di kelas X-1 SMA Negeri 1 Cigugur? Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik Penelitian yang digunakan adalah angket, observasi dan tes. Kesimpulan berdasarkan hasil penilaian perencanaan pelaksanaan siklus 1 diperoleh 95,6 % dan siklus 2 diperoleh 96,7 %. Berdasarkan hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran siklus 1 diperoleh 85,9 % dan siklus 2 diperoleh 89 %. Berdasarkan hasil menulis teks eksposisi berbantu Multiple Intelligences dengan model pembelajaran Project Based Learning pada siklus 1 diperoleh nilai rata-rata 80,9, sedangkan pada siklus 2 diperoleh nilai rata-rata 87,4. Hal ini terbukti bahwa kemampuan menulis tek eksposisi berbantu Multiple Intelligences dengan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatan hasil belajar siswa.