Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemodelan dan Analisis Fault Current Limiter Sebagai Pembatas Arus Hubung Singkat Pada GI Sengkaling Malang Eko Kuncoro; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah; Hazlie Mokhlis
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.713 KB) | DOI: 10.21776/jeeccis.v11i1.329

Abstract

Abstrak— Perkembangan penduduk dan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab peningkatan kebutuhan energi listrik. Konsekuensinya, ketersediaan sumber dan prasarana penyaluran energi harus dapat memastikan kualitas catu daya listrik kepada pelanggan. Unjuk kerja sistem daya listrik  harus memenuhi standar teknis dan ekonomis yang menjamin keandalan dan penanggulangan gangguan, misalnya hubung singkat, yang mungkin terjadi. Beberapa peralatan yang dikenal dapat digunakan untuk menangani arus gangguan hubung singkat antara lain reaktor berinti udara, sekring, dan pemutus rangkaian.  Peralatan-peralatan proteksi tersebut pada umumnya hanya dapat merespon setelah dua atau tiga siklus dari saat terjadinya arus gangguan hubung singkat. Pada artikel ini dibahas pemodelan dan analisis unjuk kerja suatu peralatan yang dapat merespon arus gangguan dalam waktu kurang dari dua siklus, yaitu fault current limiter (FCL). Contoh penerapan alat ini disimulasikan pada sistem nyata Gardu Induk Sengkaling Malang. Pada kejadian gangguan satu fasa dan tiga fasa, terbukti alat ini dapat membatasi arus gangguan hubung singkat yang melewati saluran dalam setengah siklus awal. Kata kunci—Fault Current Limiter, sistem distribusi, gangguan satu fasa, gangguan tiga fasa.
RANCANG BANGUN ANTENA VERTICAL 3 x ? ? PADA BAND UHF 400-480 MHz UNTUK SISTEM PEMANCAR DAN PENERIMA RADIO CIGRA HYBRID D5: Telekomunikasi samuel muel; Eko Kuncoro; Vincentsius Arga
Jurnal Telkommil Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Telkommil
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/kom.v5i1.457

Abstract

Dalam lingkup komunikasi menggunakan alat komunikasi radio, kita seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas sinyal dan cara menjaga kualitas kirim dan terima sinyal radio, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah antena vertical 3 x ? Ultra High Frequency (UHF) yang beroperasi pada rentang frekuensi band frekuensi 400-480 MHz. untuk antena pemancar dan penerima ini diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik secara analog dan digital dan dapat menjangkau daerah yang luas. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif, karena antena ini menggunkan perangkat duplexer yang dapat berkomunikasi antara dua HT, antena ini di desain menggunkan 1 base loading dan 2 loading phasa dari alumunium dengan pola pancaran ke segalah arah atau omni directional, kemudiandilakukan pengukuran karakteristik antena impedasi, VSWR, antena hasil perancangan dapat bekerja dengan baik pada frekuensi yang telah ditentukan yaitu 440 MHz dan berpola radiasi omni directional. Diketahui dari pengukuran impedansi sebesar 49,3 Ohm dan VSWRnya adalah 1.01. Hasil pancaran antena yang dirancang juga dapat diterima dengan baik dan daerah coverrangenya lebih luas. Kata Kunci : Frekuensi kerja, antena vertical, omniderectional, VSWR
IMPLEMENTASI IRIS RECONIGTION SEBAGAI AUTENTIFIKASI GUDANG DAN RAK SENJATA BERBASIS ALGORITMA DOUGMAN'S: Telekomunikasi kiscyan dicky trisdyanto; Eko Kuncoro; su bagyo
Jurnal Telkommil Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Telkommil
Publisher : Pustaka Poltekad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54317/kom.v5i1.475

Abstract

Dalam konteks keamanan gudang dan penyimpanan senjata, perlindungan yang kuat dan otentikasi yang andal menjadi kebutuhan utama. Iris recognition adalah salah satu teknologi biometrik yang menawarkan tingkat keamanan tinggi dan dapat diandalkan dalam hal autentikasi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pengenalan iris sebagai metode autentikasi dalam mengakses gudang dan rak senjata, dengan menggunakan algoritma Dougman yang terkenal karena keakuratannya.Metode ini melibatkan beberapa tahap, termasuk akuisisi citra iris, pra-pemrosesan citra untuk menghilangkan noise dan meningkatkan kualitas citra, ekstraksi fitur iris, dan pencocokan dengan data referensi untuk mengidentifikasi individu. Algoritma Dougman, yang dikenal karena kemampuannya dalam memproses data iris dengan cepat dan akurat, digunakan dalam tahap pencocokan.Penelitian ini menggunakan dataset iris yang luas untuk melatih dan menguji sistem. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa implementasi iris recognition dengan algoritma Dougman mampu memberikan tingkat akurasi autentikasi yang tinggi, dengan tingkat kesalahan yang rendah. Sistem ini telah berhasil diuji dalam lingkungan gudang dan penyimpanan senjata, memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dan meningkatkan efisiensi akses.Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi biometrik, khususnya iris recognition dengan algoritma Dougman, dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan keamanan dan otentikasi dalam konteks gudang dan penyimpanan senjata. Kesimpulannya, implementasi ini dapat membantu dalam mengurangi risiko akses yang tidak sah dan meningkatkan kontrol atas akses ke aset berharga bagi pasukan militer .