z A Maulani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Angkatan Bersenjata Dalam Pembinaan Sistem Politik Yang Demokratik Dan Berkeadilan Sosial Menjelang Milenntum Ke-3 z A Maulani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.055 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19166

Abstract

Karl von Clausewitz pada 1832 mengumandangkan diktum­nya yang terkenal bahwa "perang ialah sisi dari politik". Sebagai akibat dari diktum tersebut, maka misi dari tiap angkatan bersen­jata, di mana pun, tidak pernah lepas dari politik, bersangkut­kait seperti benang dengan kelindan. Oleh karena itu rumusan tugas pokok bagi angkatan bersenjata mencerminkan kehendak. untuk menjamin pengamanan dan pemeliharaan tujuan politik nasional. Ada empat tugas pokok angkatan bersenjata pada umum­nya: pertama, mendukung dan mengamankan kepentingan-kepen­tingan nasional; kedua, melindungi dan mempertahankan inte­gritas wilayah nasional dari ancaman agresi pihak lawan; ketiga; mencegah atau mengurangi dampak kerusakan wilayah sebagai akibat dari tindakan musuh; dan yang keempat, memenuhi kewa­jiban-kewajiban internasionalnya.Dalam praktek ada berbagai variasi dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut di berbagai negara. Variasi terjadi karena adanya perbedaan dalam cara pandang bangsa melihat dunianya, yang mencerminkan pengaruh perjalanan sejarah, watak dan budaya bangsa yang bersangkutan; juga karena adanya perbedaan pada interpretasi subyektif tentang realitas lingkungan strategis na­sional maupun internasional, termasuk di dalamnya penilaian bangsa bersangkutan tentang ancaman yang dipersepsikan, serta skala dari potensi dan kekuatan nasional yang mereka miliki.
Keamanan Nasional Menghadapi Era Globalisasi z A Maulani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.771 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19171

Abstract

Semenjak masa prasejarah sampai dengan masa kini belum ada tanda-tanda konflik antar-negara akan dapat ditiadakan. Hakekat motif utama yang merangsang terciptanya situasi konflik, ada tiga; pertama, perbenturan kepentingan akibat adanya persepsi tentang "kelangkaan", baik kelangkaan sumber-sumber daya maupun kelangkaan posisional; kedua, perbenturan sistem nilai, yang mengalir dari perbedaan ideologi, keyakinan agama, atau budaya; dan ketiga, akibat perbedaan interpretasi tentang subyek yang menjadi kepentingan semua pihak.1Dan zaman dulu sampai dengan sekarang penyebab perang itu tidak juga berubah. Yang berubah adalah kepentingan negara­negara, yang tampak pada urutan anak-tangga prioritas yang mereka persepsikan sebagai sumber-konflik.