Semenjak masa prasejarah sampai dengan masa kini belum ada tanda-tanda konflik antar-negara akan dapat ditiadakan. Hakekat motif utama yang merangsang terciptanya situasi konflik, ada tiga; pertama, perbenturan kepentingan akibat adanya persepsi tentang "kelangkaan", baik kelangkaan sumber-sumber daya maupun kelangkaan posisional; kedua, perbenturan sistem nilai, yang mengalir dari perbedaan ideologi, keyakinan agama, atau budaya; dan ketiga, akibat perbedaan interpretasi tentang subyek yang menjadi kepentingan semua pihak.1Dan zaman dulu sampai dengan sekarang penyebab perang itu tidak juga berubah. Yang berubah adalah kepentingan negaranegara, yang tampak pada urutan anak-tangga prioritas yang mereka persepsikan sebagai sumber-konflik.
Copyrights © 1997