Syamruddin Nasution
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN ISLAM DI SABAH MALAYSIA (Perspektif Sosio-Historis) Syamruddin Nasution; Abd Ghofur
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i2.4329

Abstract

Sabah adalah salah satu Negara bagian Malaysia terbesar kedua setelah Sarawak. Islam masuk ke Sabah secara intensif terjadi pada abad ke 16 M berasal dari kesultanan Brunei, dimulai dari kawasan pantai Barat Sabah. Sehingga kawasan tersebut menjadi bagian dari daerah kekuasaan Sultan Brunei yaitu pada masa Sultan Bolkiah (berkuasa 1485-1524 M) karena ia termasuk pemimpin yang suka berpetualangan ke berbagai wilayah disamping mendakwahkan Islam juga memperluas daerah kekuasaan. Persebaran penduduk melayu dan keuturunan raja-raja Brunei secara bertahap bermigrasi ke pantai Barat Sabah. Persebaran Islam di Sabah juga berasal dari pengaruh Kesultanan Sulu kepada penduduk lokal Sabah sekitar abad ke-17 M terutama di kawasan pantai Timur Sabah. Migrasi sebagian muslim dari kesultanan Sulu sebagai akibat dari tekanan dan serangan koloni Spanyol (1521-1898 M) di Philipina Utara (Luzon, Visayas) hingga ke Selatan (Mindanao, Sulu, Basilan, Tawi-tawi Cota-Bato). Mereka melakukan migrasi ke pantai Timur Sabah tidak lain karena letak georgrafis yang tidak terlalu jauh, namun juga untuk mendapatkan kehidupan yang lebh aman. Tulisan ini akan menguraikan lebih detil tentang persebaran Islam di Sabah sejak masa Kesultanan, masa kolonial dan perkemangan terkini dengan tinjuan sosio-historis.
Legal Choice and Inheritance Negotiation in a Plural Legal Order: Typologies and Determinants in Padang Sidempuan, Indonesia Mahmud Dongoran; Syamruddin Nasution; Peri Pirmansyah
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v11i1.7476

Abstract

This study addresses the problem of legal choice in inheritance distribution within Indonesia’s plural legal system, where Islamic inheritance law (farā’iḍ) and customary law coexist but often operate in tension. Focusing on Padang Sidempuan, a predominantly Muslim society characterized by a strong Batak Angkola patrilineal structure, this research aims to analyze how inheritance decisions are determined and negotiated in practice. Using a qualitative socio-legal approach, the study examines six inheritance cases (2023–2024) through in-depth interviews with 18 informants, analysis of Religious Court decisions, and relevant documentary evidence. The data were analyzed thematically to identify patterns of legal choice and dispute resolution. The findings reveal three distinct typologies of inheritance settlement: first, full application of Islamic inheritance law, second, dominance of customary law, and third, a negotiated hybrid model combining elements of both systems. The study further demonstrates that legal choice is shaped by the interaction of six key factors: religious literacy, patrilineal kinship structure, social authority, institutional access, economic value of assets, and gender awareness. Rather than reflecting rigid normative conflict, inheritance practices operate through dynamic processes of social negotiation that produce context-specific outcomes. Theoretically, this study contributes to the discourse on legal pluralism by conceptualizing inheritance decisions as negotiated and adaptive processes. Empirically, it provides a structured model for understanding legal choice in inheritance practices within patrilineal Muslim societies.