Cecep Zakarias El Bilad
Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE CONCEPT OF MOTION IN MULLÂ ṢADRÂ’S PHILOSOPHY: AN ONTOLOGICAL UNDERSTANDING OF THE HUMAN SOUL’S DEVELOPMENT Cecep Zakarias El Bilad
Jurnal Ushuluddin Vol 26, No 1 (2018): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v26i1.4224

Abstract

Artikel ini akan membahas konsep gerak dalam perspektif filsafat Mullâ Ṣadrâ dan aplikasinya dalam memahami perubahan-perubahan pada diri manusia, baik secara fisik maupun mental. Secara esensial, sesuatu itu tersusun atas substansi dan aksiden. Setiap sesuatu juga bergerak atau berubah. Di sini para filsuf berdebat tentang bagaimana sebuah gerak bisa terjadi. Apakah gerak terjadi hanya pada aksiden sesuatu tersebut seperti warna, bentuk, bobot, posisi, dan lain sebagainya, ataukah pada keduanya? Mullâ Ṣadrâ menyakini bahwa ketika sesuatu bergerak, gerak tersebut terjadi baik di tataran substansi maupun aksidennya. Bahkan, dari keduanya substansilah yang merupakan sumber. Gerak pada aksiden bersumber dari gerak substansi. Dalam filsafat Ṣadrâ, pembahasan tentang gerak terkait erat dengan kajian ontologi. Artikel ini akan mencoba menelusuri definisi dan latar ontologis gerak. Ini adalah riset kepustakaan. Data yang terkumpul akan dianalisis secara interpretatif untuk menjelaskan perubahan-perubahan gradual pada alam semesta khususnya pada diri manusia. Ditemukan bahwa jiwa merupakan substansi manusia yang berbeda dari substansi entitas-entitas lain di alam semesta. Jiwa adalah pijakan eksistensial bagi aksiden manusia, yakni tubuhnya, untuk menopang keberadaannya. Semua aktivitas tubuh digerakkan oleh jiwa dan semua perubahan yang dialaminya dari waktu ke waktu adalah efek dari dari perubahan-perubahan pada jiwa. Tanpa jiwa, tubuh hanyalah seonggok daging yang akan terurai
Analisis Living Qur’an pada  Tradisi Banyu Pelungsur dalam Persalinan Muslipah; Akhmad Dasuki; Cecep Zakarias El Bilad; Ade Afriansyah
Syams Vol 5 No 1 (2024): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/x7d3nz96

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali proses penggunaan, pemaknaan serta diperolehnya ayat yang dijadikan sebagai bacaan dalam tradisi Banyu Pelungsur. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif analisis. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggunakan Teori Resepsi Ahmad Rafiq. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Adapun lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, dengan jumlah subjek 14 bidan kampung yang masuk dalam syarat dan kriteria penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa bidan kampung mengobati pelancar persalinan mengunakan ayat Al-Qur’an dengan alternatif air sebagai pengobatan. Selanjutnya, ayat yang digunakan dalam bacaan pelancar persalinan dengan membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat kursi, At-Takasur, Al-Fil, do’a Nabi Yunus yang ditelan Ikan Nun yang terdapat dalam surah Al-Anbiya dan do’a siti Maryam pada saat melahirkan Nabi Isa AS. Dalam tradisi Banyu Pelungsur ini terdapat resepsi fungsional dimana ayat tersebut berfungsi sebagai pelancar persalinan. Tradisi ini berasal turun-temurun dari orang tua, guru dan ustadz.