Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penguatan Literasi dan Sosialisasi Wakaf Uang Sebagai Solusi Kesejahteraan Masyarakat di Kota Pekanbaru Rozi Andrini; Ilham Chanra Putra; Darnilawati Darnilawati; Ahmad Raihan Nurdin; Elisa Amanda
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1730

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya Indeks Literasi Wakaf Nasional dan Provinsi Riau sehingga rendahnya jumlah penghimpunan wakaf uang di Kota Pekanbaru dibandingkan potensi yang ada. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap wakaf uang dan memotivasi masyarakat untuk berwakaf uang. Pendekatan yang digunakan adalah Partisipatory Action Riset (PAR) melalui identifikasi kebutuhan, edukasi, diskusi, pre tes dan post test serta praktik langsung berwakaf uang melalui nazhir Wakaf uang Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pekanbaru. Peserta kegiatan berjumlah 52 orang. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya pemahaman definisi wakaf uang dari 57% menjadi 92% dan pengetahuan cara berwakaf uang yang benar dari 36% menjadi 100%. Kesadaran akan pentingnya wakaf uang juga meningkat, dengan 79% peserta menyatakan sangat penting dan tertarik berpartisipasi sebanyak 83%. Kegiatan ini turut menghasilkan aksi nyata berupa penghimpunan wakaf uang melalui QRIS BWI Kota Pekanbaru. Temuan ini membuktikan bahwa sosialisasi terstruktur mampu meningkatkan literasi, motivasi dan keterlibatan masyarakat dalam berwakaf uang.
The Dynamics of Sharia Compliance in the Sharia Fintech Ecosystem in Indonesia: A Contemporary Fiqh Muamalah Analysis Mhd. Iqbal; Rozi Andrini; Muhammad Adnan Azzaki
JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Vol. 4 No. 1 (2026): JAWI - MARET
Publisher : MUI Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of financial technology (fintech) has driven significant transformations in the financial system, including the emergence of  Islamic fintech as an alternative to digital financial services based on Islamic principles. However, rapid technological innovation also presents challenges related to sharia compliance, especially in ensuring the conformity of operational practices with the principles of fiqh muamalah. This study aims to analyze the dynamics of sharia compliance in the sharia fintech ecosystem in Indonesia through the perspective of contemporary fiqh muamalah The research method used is a qualitative approach with literature studies on relevant scientific journals, regulations, and fatwas. The results of the study show that normatively most sharia fintechs have adopted the principles of sharia compliance, but in practice there are still variations in implementation, especially related to the validity of digital contracts, information transparency, delay penalties, and the effectiveness of the supervision of the Sharia Supervisory Board. This research confirms that contemporary fiqh muamalah has a strategic role in bridging technological innovation with sharia principles, in order to realize a fair, sustainable, and maqāṣid al-sharia fintech ecosystem.
System of Supervision and Control of Syariah Banking Elsa Susanti; Rozi Andrini; M. Israr Fathoni
International Journal of Information System and Innovation Management (IJISIM) Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Information System and Innovation Management
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/ijisim.v2i2.1126

Abstract

In Indonesia, the supervision and management of Islamic banking is very important to ensure that the activities of Islamic banks comply with relevant laws. DPS should strictly supervise Islamic banking products given the expansion of this sector and the services offered. DPS is in charge of assessing compliance with sharia law. In addition, effective risk management is key in withstanding challenges and mitigating compliance, liquidity, and credit risks. This system aims to increase public trust in banking, in addition to protecting sharia consumers as a sustainable and ethical financial alternative. Thus, good supervision is expected to encourage stable growth in Indonesia's Islamic banking industry. This study aims to investigate the supervision and management structure of Islamic banking in Indonesia.
Integrasi Maqashid Syariah dalam Regulasi dan Pengembangan Instrumen Pasar Modal Syariah: Kajian Konseptual Hukum dan Ekonomi Dian Wirna Ningsih; Muhammad Albahi; Rozi Andrini
Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law Vol. 7 No. 2 (2025): on Progress
Publisher : Fakultas Syariah IAIN madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/alhuquq.v7i2.22168

Abstract

Pasar modal syariah menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat perkembangan ekonomi Islam, yang berorientasi pada penerapan prinsip-prinsip syariah serta berlandaskan pada tujuan fundamental maqashid syariah. Penelitian ini berfokus pada analisis integrasi prinsip-prinsip maqashid syariah dalam perumusan regulasi serta pengembangan instrumen pasar modal syariah di Indonesia, ditinjau melalui perspektif hukum dan ekonomi Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang menelaah berbagai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta sumber-sumber literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan maqashid syariah telah membentuk model maqashid-oriented regulation, di mana regulasi pasar modal tidak hanya menekankan kepatuhan hukum formal, tetapi juga nilai kemaslahatan, keadilan, dan perlindungan investor. Integrasi antara OJK dan DSN-MUI memperkuat legitimasi hukum dan moral pasar modal syariah serta mendorong inovasi produk keuangan seperti green sukuk dan social sukuk yang berorientasi pada kesejahteraan sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan indikator kinerja maqashid dan peningkatan literasi keuangan syariah sebagai dasar pengembangan pasar modal yang etis, inklusif, dan berkelanjutan. (The Islamic capital market is a strategic instrument for strengthening the development of the Islamic economy, oriented towards the application of sharia principles and based on the fundamental objectives of maqashid sharia. This research focuses on analyzing the integration of maqashid sharia principles in the formulation of regulations and the development of sharia capital market instruments in Indonesia, viewed from the perspective of Islamic law and economics. The research approach used is qualitative with a literature study method, which examines various regulations of the Financial Services Authority (OJK), fatwas of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), and other relevant literature sources. The results show that the application of maqashid sharia has formed a maqashid-oriented regulation model, where capital market regulations emphasize not only formal legal compliance but also the values of welfare, justice, and investor protection. The integration between the OJK and DSN-MUI strengthens the legal and moral legitimacy of the Islamic capital market and encourages innovation in financial products such as green sukuk and social sukuk that are oriented towards social welfare. This study recommends strengthening maqashid performance indicators and increasing Islamic financial literacy as a basis for developing an ethical, inclusive, and sustainable capital market.)Pasar modal syariah menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat perkembangan ekonomi Islam, yang berorientasi pada penerapan prinsip-prinsip syariah serta berlandaskan pada tujuan fundamental maqashid syariah. Penelitian ini berfokus pada analisis integrasi prinsip-prinsip maqashid syariah dalam perumusan regulasi serta pengembangan instrumen pasar modal syariah di Indonesia, ditinjau melalui perspektif hukum dan ekonomi Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang menelaah berbagai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta sumber-sumber literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan maqashid syariah telah membentuk model maqashid-oriented regulation, di mana regulasi pasar modal tidak hanya menekankan kepatuhan hukum formal, tetapi juga nilai kemaslahatan, keadilan, dan perlindungan investor. Integrasi antara OJK dan DSN-MUI memperkuat legitimasi hukum dan moral pasar modal syariah serta mendorong inovasi produk keuangan seperti green sukuk dan social sukuk yang berorientasi pada kesejahteraan sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan indikator kinerja maqashid dan peningkatan literasi keuangan syariah sebagai dasar pengembangan pasar modal yang etis, inklusif, dan berkelanjutan. (The Islamic capital market is a strategic instrument for strengthening the development of the Islamic economy, oriented towards the application of sharia principles and based on the fundamental objectives of maqashid sharia. This research focuses on analyzing the integration of maqashid sharia principles in the formulation of regulations and the development of sharia capital market instruments in Indonesia, viewed from the perspective of Islamic law and economics. The research approach used is qualitative with a literature study method, which examines various regulations of the Financial Services Authority (OJK), fatwas of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), and other relevant literature sources. The results show that the application of maqashid sharia has formed a maqashid-oriented regulation model, where capital market regulations emphasize not only formal legal compliance but also the values ​​of welfare, justice, and investor protection. The integration between the OJK and DSN-MUI strengthens the legal and moral legitimacy of the Islamic capital market and encourages innovation in financial products such as green sukuk and social sukuk that are oriented towards social welfare. This study recommends strengthening maqashid performance indicators and increasing Islamic financial literacy as a basis for developing an ethical, inclusive, and sustainable capital market.)