Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Monitoring Dan Evaluasi Program Pemerintah Antar Nasi Tumis: Penelitian Rusni Djafar; Umar Sune; Edy Sijaya; Hasman Umuri; Grety SY Saleh; Aprilani Parngring
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.694

Abstract

Tujuan dari monitoring dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan rumah makan mitra adalah untuk menilai pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori melalui pemberian makanan siap saji bagi anak-anak terlantar. Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, maka disampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato sebagai berikut: 1) Pemberian makanan siap saji satu kali sehari bagi anak-anak terlantar, tuna sosial, dan lansia miskin melalui program Antar Nasi Tumis terbukti menyentuh langsung kebutuhan dasar penerima manfaat dan oleh karena itu perlu dilanjutkan. 2) Diperlukan penguatan kapasitas dan komitmen rumah makan mitra agar mampu memberikan pelayanan dan kualitas makanan yang lebih baik. 3) Dinas Sosial perlu merekrut tenaga kurier yang lebih profesional guna menghindari keterlambatan dalam pendistribusian makanan. 4) Jumlah penerima manfaat perlu ditingkatkan agar lebih banyak individu yang dapat terbantu oleh program ini. 5) Harus ada proses verifikasi yang ketat sebelum menetapkan rumah makan sebagai mitra program untuk memastikan kelayakan dan kesiapannya. 6) Perlu adanya tambahan biaya kompensasi bagi rumah makan yang memiliki wilayah antar jauh atau sulit dijangkau. 7) Diperlukan pelibatan masyarakat, LSM, dan akademisi dalam pengawasan program guna memastikan transparansi dan akuntabilitas. 8) Tenaga pendamping lapangan perlu disiapkan agar pelaksanaan program mendapatkan bimbingan dan dukungan secara konsisten. 9) Diperlukan pengembangan Model Layanan Terpadu (New Service Model) yang mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, dan gizi, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Model ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran, mempermudah pengawasan, dan menjamin keberlanjutan program, termasuk dengan membangun rumah singgah atau panti sosial untuk anak yatim piatu, anak-anak terlantar, dan lansia terlantar