Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the Government in Increasing Community Welfare in Pohuwato Regency Edy Sijaya
Jurnal Ad'ministrare Vol. 6, No. 1, January-June 2019
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.458 KB) | DOI: 10.26858/ja.v6i1.9433

Abstract

This research aims to determine the role of the village government in improving the welfare of the people of Bulili Village in Duhiadaa District, Pohuwato Regency. The research approach uses descriptive research which provides an overview of how the government plays a role in improving the welfare of the community in the village of Bulili, Duhiadaa District, Pohuwato Regency. Informants were the village head, village head, BPD chairman, LPM Chair, village treasurer and Bulili village community leaders. The results showed that the Bulili Village Government in improving community welfare carried out three programs such as: 1) agricultural production improvement program. For the economic sector the Bulili village government planned assistance that would improve the economy of Bulili villagers such as providing rice seeds, corn seeds, tractor assistance, Hansplayer (tengki) assistance, fertilizer assistance, and PNPM assistance, 2) program to increase livestock production, namely the collaboration of district government, sub-district government and Bulili village government in the form of providing assistance for productive superior cows and productive goat seeds to village community livestock farmers bulili which was formed by the village village government. 3) development of village livestock agribusiness, which is to form a group of livestock farmers who are given the assistance of productive cow and goat seeds to each group to be managed as part of a government program in order to improve the welfare of the village community. In addition, the formation of livestock farmer groups is one of the right solutions in increasing livestock business in the village, various livestock businesses such as the procurement of productive seeds, prevention of livestock diseases and access to marketing can be done in groups and work together which in turn increases profits and business income in order to improve the welfare of the people in Bulili village.
Monitoring Dan Evaluasi Program Pemerintah Antar Nasi Tumis: Penelitian Rusni Djafar; Umar Sune; Edy Sijaya; Hasman Umuri; Grety SY Saleh; Aprilani Parngring
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.694

Abstract

Tujuan dari monitoring dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan rumah makan mitra adalah untuk menilai pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori melalui pemberian makanan siap saji bagi anak-anak terlantar. Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, maka disampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato sebagai berikut: 1) Pemberian makanan siap saji satu kali sehari bagi anak-anak terlantar, tuna sosial, dan lansia miskin melalui program Antar Nasi Tumis terbukti menyentuh langsung kebutuhan dasar penerima manfaat dan oleh karena itu perlu dilanjutkan. 2) Diperlukan penguatan kapasitas dan komitmen rumah makan mitra agar mampu memberikan pelayanan dan kualitas makanan yang lebih baik. 3) Dinas Sosial perlu merekrut tenaga kurier yang lebih profesional guna menghindari keterlambatan dalam pendistribusian makanan. 4) Jumlah penerima manfaat perlu ditingkatkan agar lebih banyak individu yang dapat terbantu oleh program ini. 5) Harus ada proses verifikasi yang ketat sebelum menetapkan rumah makan sebagai mitra program untuk memastikan kelayakan dan kesiapannya. 6) Perlu adanya tambahan biaya kompensasi bagi rumah makan yang memiliki wilayah antar jauh atau sulit dijangkau. 7) Diperlukan pelibatan masyarakat, LSM, dan akademisi dalam pengawasan program guna memastikan transparansi dan akuntabilitas. 8) Tenaga pendamping lapangan perlu disiapkan agar pelaksanaan program mendapatkan bimbingan dan dukungan secara konsisten. 9) Diperlukan pengembangan Model Layanan Terpadu (New Service Model) yang mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, dan gizi, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Model ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran, mempermudah pengawasan, dan menjamin keberlanjutan program, termasuk dengan membangun rumah singgah atau panti sosial untuk anak yatim piatu, anak-anak terlantar, dan lansia terlantar