Hasdinawati Hasdinawati
Universitas Muhammadiyah Sinjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Use of Village Fund Allocation in Fostering Community Creativity in Angkue Village, Kajuara District Adismayana Adismayana; Hasdinawati Hasdinawati; Mursak Mursak; Abd. Rahman
Jurnal Ad'ministrare Volume 8, Issue 2, July-December 2021
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ja.v8i1.24247

Abstract

The Village Fund Allocation is a fund whose budget is from the state revenue and expenditure budget allocated for villages which are transferred through the district or city-regional revenue and expenditure budget and are used to finance government administration, development implementation, community development, and community empowerment. This type of research is qualitative. This study uses data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The informants of this study were the Head of Angkue Village, Kajuara District, Secretary of Angkue Village, Kajuara District, BPD Angkue Village, Angkue Village Community who knew a lot about research. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusions. Next, the purpose of this study was to determine the use of village fund allocations in fostering community creativity in Angkue Village. The results show that the use of village fund allocations in fostering community creativity in Angkue Village, Kajuara District has not been realized optimally. Likewise, job training and skills for rural communities according to village conditions have not been realized, this is evidenced by the village government which has not budgeted for job training and skills for rural communities according to village conditions, so the form of activity does not exist.
Dari Pengelolaan Dana Desa ke Nilai Publik: Analisis Kualitas Pelayanan Administrasi Desa di Kabupaten Sinjai Rahmat Rahmat; Muhammad Lutfi; Hasdinawati Hasdinawati
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i1.554

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana pengelolaan Dana Desa diterjemahkan menjadi nilai publik melalui kualitas pelayanan administrasi di Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap informan, observasi pelayanan, serta telaah APBDes, dokumen perencanaan, laporan realisasi, SOP pelayanan, dokumen BPD, register layanan, media informasi, dan kanal digital desa. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan nilai publik berlangsung melalui rantai konversi tata kelola fiskal ke pengalaman layanan. Perencanaan melalui Musdus dan Musdes, akuntabilitas pelaporan, dan publikasi APBDes menyediakan fondasi kelembagaan; alokasi anggaran pada komputer, printer, jaringan internet, ruang pelayanan, serta peningkatan kapasitas aparatur memperkuat kapasitas layanan; sementara SOP, informasi persyaratan, dan perlakuan non-diskriminatif membentuk pengalaman warga yang lebih jelas, cepat, dan adil. Pelayanan umumnya dapat diselesaikan sekitar 15-30 menit ketika persyaratan lengkap dan pejabat penandatangan tersedia. Nilai publik juga tampak pada keterbukaan informasi, partisipasi, dan meningkatnya kepercayaan warga. Namun, nilainya belum optimal karena jaringan internet belum stabil, sebagian proses masih manual, kapasitas pengelola digital terbatas, pemahaman sebagian warga terhadap informasi anggaran belum merata, serta publikasi dokumen belum sepenuhnya lengkap. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan Dana Desa perlu dinilai bukan hanya dari kepatuhan fiskal, tetapi dari kemampuan tata kelola mengubah sumber daya publik menjadi pengalaman layanan yang bernilai bagi warga.