Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA (STUDY KASUS PT. PLN RAYON MAJALAYA) Silvi Ariyanti; Fidiarta Andika; Peggy Anjasmara
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 15, No 1 (2021): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.599 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2021.v15i1.002

Abstract

PT. PLN sebagai perusahaan penyedia sistem tenaga listrik nasional memiliki fungsi oleh pemerintah dalam menyediakan tenaga listrik ke seluruh Indonesia. Sumber daya manusia memiliki peran penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas perusahaan. Setiap organisasi akan berupaya meningkatkan kinerja karyawan demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Namun dalam mencapai tujuan tersebut organisasi sering menghadapi kendala, yang salah satunya faktornya adalah ketidakpuasan kerja dari para karyawan. Dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan selain pengendalian internal gaya kepemimpinan juga perlu di perhatikan, seorang pemimpin yang ideal harus memiliki gaya kepemimpinan yang baik sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Seorang pemimpin sangat perlu memperhatikan gaya kepemimpinan dalam proses mempengaruhi, mengarahkan dan mengordinasikan agar tujuannya tercapai. Gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja. Pada penelitian ini menggunakan metode korelasi Linear untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja karyawan.
Penilaian Kinerja Supplier Material Busa menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) Silvi Ariyanti; Asmirawati Ismail; Ary Gunaryono
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 14, No 1 (2020): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.762 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2020.v14i1.002

Abstract

Dalam konsep supply chain, supplier merupakan salah satu bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu pabrik. PT. Cipta Kreasindo Gracia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur. Perusahaan ini berhubungan langsung dengan beberapa supplier pada material busa selama ini perusahaan sering mengalami permasalahan terkait kinerja supplier seperti keterlambatan pengiriman dan ketidaksesuaian kualitas yang telah disepakati oleh perusahaan. Penilaian kinerja supplier penting dilakukan di PT. Cipta Kreasindo Gracia agar kinerja supplier dapat dikontrol dan ditingkatkan sehingga tidak menganggu kelancaran produksi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan bobot kriteria dan subkriteria kinerja supplier serta mendapatkan peringkat kinerja supplier dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil bobot kriteria adalah quality (0.400), cost (0.2176), delivery (0.218), service (0.101), flexibility (0.0634). Hasil bobot subkriteria adalah Jumlah Material Reject (0.309), Memberikan Garansi (0.091), Harga Material (0.172), Memberikan Diskon (0.046), Ketepatan Waktu Pengiriman (0.072), Ketepatan Jumlah Pengiriman (0.146), Kemudahan Untuk Dihubungi (0.022), Pelayanan perbaikan (0.072), Permintaan Perubahan Kuantitas (0.045), Permintaan Perubahan Waktu Pengiriman (0.019). Hasil penilaian kinerja supplier material busa didapatkan dari urutan yang tertinggi hingga terendah yaitu PT. C (0.388), PT. A (0.346), PT. B (0.266).
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK PABRIK DAN MATERIAL HANDLING PADA PT. XYZ I Wayan Sukania; Silvi Ariyanti; Nathaniel .
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i3.1542

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di indusustri manufaktur dengan memproduksi mainan plastik. PT. XYZ mempunyai tata letak pabrik dan sistem material handling yang baik namun terdapat masalah yang menyebabkan tata letak pabrik tersebut menjadi berantakan yang diantaranya terjadi ketidak sesuaian letak material bahan baku, material setengah jadi, produk jadi yang menyebabkan banyaknya tumpukan yang memakan ruangan di dalam ruang produksi, dan ruang packaging sehingga untuk mengatasi masalah tersebut perusahaan berencana untuk memperbaiki tata letak pabrik mereka terutama pada bagian ruang produksi dan ruang packaging dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) agar oabrik menjadi lebih rapi, efektif, dan efisien sehingga dapat meminimalkan waste time dan kegiatan transportasi bahan atau material dari suatu proses ke proses lain sehingga kinerja produktivitas produksi dapat menjadi maksimal. Hasil yang didapat dari analisis sistem material handling adalah indeks pekerja penangganan material secara manual sebesar 0,024 sedangkan hasil analisis sistem material handling dengan menggunakan boxes dan trolley adalah 0,0079.Kata kunci: Tata letak pabrik, material handling, Systematic Layout Planning.
ANALISIS BEBAN KERJA PADA MAINTENANCE BD-CHECK DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT Zaskia Azhar Yasmin; Silvi Ariyanti
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3024

Abstract

Dalam suatu perusahaan peran dari karyawan/manpower sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan tersebut. Apabila manpower memiliki kinerja yang baik maka perusahaan akan lebih mudah untuk bergerak maju. Salah satu factor pendukung yang dapat mempengaruhi kinerja daripada manpower adalah bagaimana beban kerja yang diterima oleh manpower tersebut. Oleh karena itu setiap perusahaan membutuhkan adanya perhitungan untuk mengetahui beban kerja yang diterima oleh karyawan nya. Sebagai unit baru, unit TF belum memiliki perhitungan beban kerja dimana unit TF memberlakukan pola kerja 2 shift dan juga sistem lembur yang otomatis. Oleh karena itu unit TF harus segera melakukan perhitungan beban kerja yang diterima oleh para manpower. Tools yang digunakan untuk melakukan perhitungan beban kerja di unit TF adalah dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung beban kerja yang selama ini diterima oleh manpower dan mengetahui kategori dari beban kerja tersebut. Hasil dari penelitian ini berupa perhitungan beban kerja pada unit TF di salah satu kegiatan maintenance yaitu BD-Check dengan beban kerja yang dihasilkan adalah normal dan underload. Berdasarkan hasil analisis diagram sebab akibat serta analisis lebih lanjut menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) faktor terbesar yang menyebabkan kondisi beban kerja underload adalah kurangnya skill dan pengetahuan manpower serta masih terbatasnya ketersediaan tools yang dimiliki oleh unit TF.
PERBAIKAN SISTEM DAN STASIUN KERJA PADA SUB-ASSEMBLY (SA) DOOR PT. MERCEDES-BENZ INDONESIA Nofi Erni; Silvi Ariyanti; Rama Dinara
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i2.495

Abstract

memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen kendaraan roda empat di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di stasiun kerja SA yang berfungsi untuk merakit pintu mobil. Kegiatan merakit pintu di stasiun SA sebelum perbaikan dilakukan dengan sistem "1 Man 2 Set Of Doors". Dalam sistem kerja penelitian ini diubah menjadi "1 Man 1 Set Of Doors". Hasil yang diperoleh pada waktu siklus perakitan pintu masih terlalu lama (rata-rata 66,02 menit) dan desain stasiun kerja tidak dianggap optimal karena jarak dari operator terlalu panjang (total jarak tempuh sepanjang 907,6 m). Untuk mengurangi waktu siklus dan jarak tempuh ditingkatkan dengan mengurangi jumlah jig digunakan pada pintu. Setelah perubahan pada tata letak dan simulasi menggunakan software ProModel, hasilnya menunjukkan pengurangan waktu proses untuk pintu depan sebesar 10% dan pintu belakang dengan 13%. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi per bulan depan pintu 35 unit, dari 307 unit menjadi 342 unit dan pintu belakang sebanyak 47 unit, dari 323 unit menjadi 370 unit. Kata Kunci: Cycle Time, Stasiun Kerja, Jarak Tempuh, Simulasi, Promodel
PERANCANGAN ULANG EXTRUSION TORQUE UNTUK INSTALASI PANEL KACA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Silvi Ariyanti; Kiki Arifin
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri )
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v7i1.5028

Abstract

Pekerjaan konstruksi memiliki resiko yang tinggi, salah satu jenis bahaya yang terdapat dikonstruksi ini yaitu bahaya ergonomi. Bahaya ergonomi yang sering terjadi adalah pada saat installasi material. Pemasangan bracket lantai pada instalasi kaca memiliki resiko yang cukup berbahaya untuk kesehatan sehingga mendapatkan perhatian khusus. Disamping ketidakwajaran postur yang dimiliki oleh pekerja, pekerjaan tersebut memerlukan waktu sekitar 20-30 menit untuk satu kali pemasangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Rancang ulang Extrusion Torque untuk intalasi panel kaca dan membandingkan resiko kerja sebelum dan sesudah adanya alat bantu kerja tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kusioner Nordic Body Map (NBM), Rapid Entire Body Assessment, Anthopometri dan proses perancangang produk. Setelah dihasilkan rancang bangun alat bantu Extrusion Torque dapat mengurangi resiko ergonomi terjadi pengurangan pada keluhan fisik dari pekerja. Berdasarkan perbandingan analisa REBA pada postur tubuh pekerja sebelum menggunakan Extrusion Torque yang baru berada pada skor 9 dan setelah menggunakan Extrusion  yang baru diperoleh nilai REBA 6. Pada saat dilakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner NBM, ditemukan bahwa pekerja mengalami keluhan-keluhan fisik yang terjadi pada bagian tubuh terdiri dari 12 titik keluhan fisik dan setelah implementasi terjadi pengurangan jumlah keluhan menjadi 4 keluhan. Hal ini menunjukkan bahwa Extrusion Torque yang baru lebih baik secara ergonomic dari pada alat Extrusion Torsi sebelumnya.
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK NEW PRODUCT DEVELOPMENT MENGGUNAKAN METODE PERT DAN CPM Atica Angelin; Silvi Ariyanti
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3025

Abstract

Perencanaan dan pengendalian suatu proyek memiliki peran penting untuk kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan proyek. Kegagalan dalam suatu proyek dapat disebabkan oleh perencanaan yang kurang matang serta pengendalian yang kurang efektif sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dan menurunnya kualitas sehingga kegiatan proyek menjadi tidak efisien. Dalam pelaksanaannya, durasi proyek dibatasi oleh jadwal yang telah ditentukan sehingga pimpinan yang terlibat dalam proyek harus dapat mengantisipasi perubahan kondisi yang terjadi. Adapun untuk pelaksanaan proyek tersebut memerlukan perencanaan proyek yang optimal dengan memanfaatkan metode CPM dan PERT. Dengan membandingkan kedua metode tersebut dihasilkan data bahwa dengan menggunakan metode CPM menghasilkan durasi penyelesaian proyek yang lebih cepat. Durasi yang dibutuhkan untuk menyesaikan proyek dengan metode CPM adalah 101 hari dan dengan PERT 102 hari. Dengan metode CPM dapat dilakukan percepatan waktu penyelesaian proyek 34% dari jadwal proyek eksisting.
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI BENANG MENGGUNAKAN METODE NEH DAN METODE ALGORITMA JOHNSON UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI DI PT. LAKSANA KURNIA MANDIRI SEJATI silvi Ariyanti; Adianto Adianto; Ricky Miharja
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i3.4241

Abstract

Banyaknya permintaan konsumen terhadap perusahaan, membuat produksi perusahaan mengalami keterlambatan untuk pengiriman. Pada saat ini kondisi penjadwalan di perusahaan belum dilakukan dengan optimal sehingga akan berpengaruh besar terhadap kinerja produksi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memimalkan waktu produksi atau makespan dengan metode NEH dan Algoritma Johnson yang akan berdampak pada berkurangnya lateness produksi yang dialami oleh perusahaan. Metode Algoritma Johnson mencari makespan dengan cara pengurutan dengan melalui beberapa iterasi, dengan mencari waktu terpendek dari produksi atau SPT (Shortest Processing Time), adapula metode penjadwalan NEH mencari makespan dengan melakukan pengurutan berdasarkan LPT (Longest Processing Time) terlebih dahulu kemudian memasukkan job berdasarkan pengurutan tersebut satu persatu, yang akan melalui beberapa iterasi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa metode penjadwalan NEH adalah yang paling tepat karena paling banyak mengurangi makespan dan mengecilkan waktu lateness.
PERANCANGAN STASIUN KERJA ERGONOMIS PADA STASIUN KERJA PRINTING CV. KARYAMITRA LESTARI Lamto Widodo; Silvi Ariyanti; Fajar Aulia Kurniawan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3021

Abstract

CV. Karyamitra lestari adalah perusahaan kemasan carton box. Stasiun kerja printing pada perusahaan ini terlihat tidak ergonomis, juga terdapat gerakan yang mengakibatkan operator mudah lelah, penegangan otot, serta rasa sakit pada bagian tertentu. Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan perancangan stasiun kerja dan alat bantu yang dapat memperbaiki kondisi kerja operator pada saat bekerja, mengurangi keluhan fisik, serta meminimalkan waktu kerja agar produktivitas kerja dapat meningkat. Setelah diteliti dengan menggunakan REBA dan RULA, nilai REBA yaitu 12 dan 11berubah nilainya menjadi 11 dan 3 sedangkan RULA yaitu 5 dan 7 berubah menjadi 3 dan 3 dengan gerakan masing-masing membungkuk saat menguas cat dan mengangkat frame printing, Dari hasil kuesioner Nordic Body Map juga menunjukan operator yang bekerja pada stasiun kerja dengan nilai yang tinggi mengeluhkan sakit pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu pada penelitan ini dilakukan perancangan stasiun kerja untuk mengurangi waktu proses pada stasiun kerja printing. Pada analisa waktu implementasi, waktu baku proses produksi di stasiun kerja printing berkurang dari 16,39 detik menjadi 12,127 detik.
STUDY PERBANDING BIAYA PEMESINAN PADA PROSES DRILLING MENGGUNAKAN PAHAT HSS DAN KARBIDA Sobron Lubis; Steven Darmawan; Alifya Putri Askolani; Silvi Ariyanti
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.308 KB)

Abstract

Pada proses pembuatan suatu produk, terdapat  beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, seperti perhitungan waktu pemesinan, umur pahat serta biaya produksi.  Waktu pemesinan memberi pengaruh terhadap perhitungan biaya pemesinan.Perbedaan parameter potong merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi waktu pemesinan serta tingkat kecepatan keausan mata pahat. Semakin mata pahat cepat mengalami keausan maka mata pahat tersebut akan mengalami penggantian sehingga biaya pada mata pahat akan semakin tinggi, dan juga mempengaruhi biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbanding biaya produksi pada proses drilling dengan menggunakan dua jenis mata pahat yaitu HSS dan Karbida. Penelitian dilakukan dengan melakukan variasi parameter pemotongan dan pengamatan keausan yang terjadi pada kedua mata pahat dan mengukur waktu pemotongan yang dicapai, kemudian melakukan perhitungan biaya produksi dengan menggunakan persamaan biaya permesinan.Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa perbedaan parameter pemotongan sangat mempengaruhi waktu pemesinan serta biaya produksi. Pada jenis pahat HSS 1 sampai HSS 3 waktu pemesinan yang didapat 114,17 menit dengan biaya produksi Rp. 844.900, 103,36 menit dengan biaya produksi Rp. 935.200, 95,87 menit dengan biaya produksi Rp. 1.033.900 dan pada jenis pahat karbida 1 sampai karbida 3 waktu pemesinan yang diperoleh 109,18 menit dengan biaya produksi Rp. 1.052.900, 93,33 menit dengan biaya produksi Rp. 1.105.000, 80,8 menit dengan biaya produksi Rp. 1.169.500.