Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN PENGUKURAN KINERJA SISTEM RANTAI PASOK PERUSAHAAN INJEKSI PLASTIK MENGGUNAKAN LEAN & GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (LGSCM) FAUZI KHAIR; DENDHY INDRA WIJAYA
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 13, No 1 (2019): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.218 KB)

Abstract

Potensi perkembangan industri plastik injeksi nasional di Indonesia semakin meningkat. Jumlah industri plastik nasional Indonesia tahun 2018 mencapai 925 perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk plastik. Sektor ini menyerap tenaga kerja sebanyak 350.000 orang dengan total produksi sebesar 4,68 juta ton. Salah satu aspek penting dalam pengembangan dan sustainability dalam operasi perusahaan di bidang plastik injeksi ini adalah perbaikan manajemen rantai pasoknya. Isu rantai pasok yang berkembang dan penting untuk diterapkan adalah konsep Lean dan Green SCM. Konsep lean bertujuan untuk pengurangan biaya dan peningkatan efektivitas rantai pasok. Sedangkan konsep green berusaha untuk menjamin proses yang berlangsung tetap berdampak baik terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penerapan konsep ini akan sangat membantu perusahaan dalam peningkatan daya saing dengan tetap menjamin kelestarian lingkungan. Pada penelitian ini didapatkan 15 Key Performance Indicator (KPI) Lean SCM dan 12 Indikator Green SCM menggunakan perspektif Balance Scorecard (BSC) dan Analytical Hierarchy Process (AHP).
PERANCANGAN SISTEM KOORDINASI RELAWAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA MENGGUNAKAN GIS DAN AGENT BASED MODELING (ABM) FAUZI KHAIR
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 12, No 2 (2018): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.29 KB)

Abstract

Fase respon atau fase tanggap darurat merupakan fase penting dalam penanggulangan bencana. Fase ini membutuhkan suatu sistem koordinasi relawan dan sistem yang terintegritasi dengan baik dalam pengelolaannya. Setiap kesalahan dalam sistem pada fase ini akan berimbas pada peningkatan signifikan dari jumlah korban maupun kerugian materil yang ditimbulkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem koordinasi sentralisasi dan desentralisasi penanggulangan bencana erupsi Merapi. Penelitian ini mengintegrasi pendekatan Agent Based Modeling (ABM) dan Geographic Information System (GIS) dalam memodelkan simulasi evaluasi sistem koordinasi relawan dengan beberapa skenario. ABM bertujuan untuk menggambarkan perilaku agents (pengungsi dan relawan) saat terjadi bencana dengan karakteristik masing-masing. Sedangkan data spasial GIS berguna untuk menggambarkan kondisi jalanan secara nyata untuk kawasan Kabupaten Sleman. Hasil simulasi menunjukkan skenario alternatif desentralisasi yang mengkombinasikan 4 Posko koordinasi menunjukkan penanganan dan penyaluran bantuan menuju barak pengungsian lebih baik dibandingkan dengan skenario awal (sentralisasi).
Pemodelan Mekanisme Koordinasi Distribusi Logistik Bantuan Bencana Berbasis Integrasi GIS dan Agent Based Modeling Simulation Fauzi Khair; Dina Fitria Murad
Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan) Vol 2 No 1 (2018): Volume II - Nomor 1 - September 2018
Publisher : Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanggulangan bencana pada periode tanggap darurat merupakan salah satu kebijakan yang krusial. Pada periode ini amat membutuhkan sistem koordinasi distribusi bantuan dan sistem yang terintegritasi dengan baik dalam pengelolaannya. Setiap kesalahan dalam sistem pada periode ini akan berimbas pada peningkatan signifikan dari jumlah korban maupun kerugian materil yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem koordinasi distribusi bantuan dengan konsep sentralisasi dan desentralisasi penanggulangan bencana erupsi Merapi. Penelitian ini mengintegrasi metode Agent Based Modeling (ABM) dan Geographic Information System (GIS) dalam memodelkan simulasi sistem koordinasi distribusi bantuan oleh relawan dengan beberapa skenario. ABM bertujuan untuk menggambarkan perilaku agents (pengungsi dan relawan) saat terjadi bencana dengan karakteristik masing-masing. Penggunaan data spasial GIS bertujuan untuk menggambarkan kondisi jalanan secara nyata untuk kawasan terdampak erupsi. Hasil simulasi skenario desentralisasi dengan kombinasi 4 Posko koordinasi menunjukkan penanganan dan penyaluran bantuan menuju barak pengungsian lebih efisien dibandingkan dengan skenario sentralisasi.
Cost and Reliability Optimization of SME-Scale Knock-Down Biomass Pyrolyzers via Value Engineering and Fault Tree Analysis Rudiatama, Mohamad Ramadani; Muhammad Athala Zakwan; Fauzi Khair; Ahmad Maksum
Recent in Engineering Science and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Articles in Press
Publisher : MBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59511/riestech.v4i2.131

Abstract

Small and medium enterprises in rural Indonesia are central to local growth yet often lack efficient rice husk waste management, with open burning still prevalent. This study designs an accessible knock-down biomass pyrolyzer for rural and home-scale SMEs by integrating Value Engineering and Fault Tree Analysis. The method combines functional analysis, cost breakdown, targeted simulations, and risk mapping to prioritize high-leverage improvements. The selected design includes load-indicator washers, modular knock-down joints, high-efficiency insulation, and stiffener rings in the condenser. Results indicate a structural failure risk reduction of up to 30 percent, a thermal efficiency gain of 10 to 15 percent, and only a 5.5 percent increase in production cost. Fault Tree Analysis attributes 50 percent of failures to design, 33.3 percent to assembly, and 16.7 percent to materials, while simulations show markedly lower bulging deformation, enhancing operational reliability. The final configuration is robust, quick to assemble, and well suited to rural constraints, enabling safer and more productive valorization of rice husk. The integrated approach offers a practical pathway to strengthen SME competitiveness, improve equipment reliability, and advance circular economy practices in Indonesia.