Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Perilaku Berisiko Pengendara Sepeda Motor di Indonesia Nabila Dearmi Jefri; Anny Maryani; Hardianto Iridiastadi
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2023.v17i1.003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor perilaku berisiko pengendara sepeda motor di Indonesia yang berhubungan dengan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tujuan tersebut akan dicapai melalui dua tahap penelitian. Tahap pertama adalah mengembangkan instrumen survei berupa kuesioner yang representatif dan tervalidasi untuk menilai perilaku berkendara pengendara sepeda motor di Indonesia. Kuesioner disusun berdasarkan studi penelitian terdahulu mengenai motorcycle rider behaviour questionnaire (MRBQ). Tahap kedua adalah melakukan survei dengan penyebaran kuesioner di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 75 indikator untuk mengukur delapan variabel yang diteliti yaitu traffic error, control error, traffic violation, speed violation, safety equipment, safety violation, stunts, dan local behaviour. Sebanyak 370 data berhasil dikumpulkan berdasarkan teknik sampling homogeneous purposive sampling dan diolah menggunakan teknik PLS-SEM. Hasil pengolahan data dengan PLS-SEM menunjukkan ke-8 faktor secara signifikan berpengaruh terhadap risky rider behaviour dimana komponen traffic violation memiliki pengaruh paling tinggi pada aspek perilaku berisiko pengendara sepeda motor di Indonesia.
Faktor Penyebab Kecelakaan Sepeda Motor: Studi Literatur Anny Maryani; Hardianto Iridiastadi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i1.8061

Abstract

Kecelakaan sepeda motor mendominasi jenis kecelakaan lalu lintas sebesar 70% sampai 75%. Akibat yang ditimbulkan dari kejadian kecelakaan sepeda motor dikategorikan pada tidak ada cidera, cidera ringan, cidera berat sampai kematian (fatalitas). Risiko fatalitas pada korban kecelakaan sepeda motor adalah 27 kali dibandingkan kecelakaan kenda­raan bermotor lain, dikarenakan minimnya perlindungan saat berkendara sepeda motor. Selain itu, kecelakaan sepeda motor juga menyebabkan timbulnya kerugian materi yang diperlukan untuk penanganan kesehatan, perbaikan kendaraan, dan kerugian kerusakan jalan. Di Indonesia tercatat 250 miliar rupiah per tahun kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan sepeda motor. Mengingat bahayanya kecelakaan sepeda motor ini, maka artikel ini bertujuan untuk melakukan studi literatur terkait faktor penyebab terjadinya kecelakaan dan keparahan akibat kecelakaan sepeda motor. Artikel berupa jurnal dan proseding berbahasa Inggris yang dipublikasikan secara internasional dikumpulkan dan didapatkan 139 artikel. Analisa mendalam dilakukan pada artikel terbitan 2016 sampai awal 2022. Sebanyak 18 artikel yang meneliti faktor berpengaruh pada kecela­kaan sepeda motor dibahas dan dianalisa secara mendalam. Hasil analisa menyatakan faktor penyebab kecelakaan sepeda motor berasal dari faktor manusia meliputi karakter dan perilaku pengendara, faktor jalan meliputi karakter dan kondisi jalan, faktor kendaraan meliputi kapasitas mesin dan usia kendaraan, serta faktor lingkungan meliputi cuaca, cahaya dan waktu. Detail hubungan ditampilkan pada kerangka sistematis yang berguna untuk menerapkan strategi mitigasi berupa intervensi untuk mengurangi kejadian kecela­kaan dan keparahan yang diakibatkan. Intervensi tersebut diantaranya adalah melalui edukasi (pendidikan), infrastruktur, dan kebijakan. Untuk penelitian selanjutnya ditekan­kan pada edukasi terutama meningkatkan kesadaran berkendara dengan aman melalui perbaikan perilaku berkendara. Selain itu kerangka kecelakaan sepeda motor juga dapat digunakan sebagai acuan peta jalan penelitian keselamatan sepeda motor pada masa yang akan datang.
Cognitive Load Assessment in Multitasking: An fNIRS Study of Prefrontal Cortex Activation for Ergonomic Insight Ridwan Aji Budi Prasetyo; Herdias Hayyal Falahi; Rais Reskiawan A. Kadir; Hardianto Iridiastadi
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 24 No. 2 (2025): Published in December 2025
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/josi.v24.n2.p305-323.2025

Abstract

Although traditional neuroimaging techniques like fMRI and EEG have yielded insightful results, their rigid movement limitations restrict their practical use. Functional near-infrared spectroscopy (fNIRS) offers a practical alternative by allowing researchers to measure cortical activity during more natural task performance, particularly in the prefrontal cortex (PFC)—a key region for attention and executive control. This study uses fNIRS to investigate how multitasking demands affect PFC activation. An eight-channel fNIRS system recorded the brain activity of thirty participants as they completed tasks from the Multi-Attribute Task Battery (MATB). Oxygenated hemoglobin (HbO) signals were the main focus of data preprocessing, and AtlasViewer was used to visualize cortical projections. The superior and middle frontal gyri, which are linked to the dorsolateral prefrontal cortex (dlPFC), showed a significant increase in HbO responses when multitasking. On the other hand, lower activation levels were produced under less demanding circumstances. These results are consistent with resource-based models of attention, which postulate that the brain allocates more cognitive resources, especially in the right PFC, as task complexity increases. Beyond theoretical ramifications, this study shows that fNIRS can be used to detect cognitive load in real time. In high-stakes settings like aviation, healthcare, and mission-critical operations, this capability has potential uses in adaptive systems intended to monitor and reduce mental overload. This study emphasizes fNIRS as a useful tool for comprehending and managing multitasking in today's dynamic work contexts by bridging laboratory research and real-world settings.