Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Education Engagement Journal

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Menjadi Sirup Dan Nata de Pina Untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Prima Wahyu; Elfis Elfis; Khairani Khairani; Nadiatul Janna
Community Education Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2020): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v1i2.4722

Abstract

Sampah kulit Nanas (Ananas comosus L. Merr) ini dibiarkan membusuk, sehingga mengeluarkan bau yang kurang sedap, padahal kulit nenas ini masih bisa diolah lebih lanjut menjadi Sirup nenas dan Nata de Pina. Tidak adanya pengolahan lanjutan ini karena penduduk Desa Kualu Nanas, tidak memahami cara mengolah kulit nanas menjadi Sirup nenas dan Nata de Pina. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka ditawarkan solusi sebagai berikut: (1) Memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada target sasaran dan mitra masyarakat pengolahan sampah kulit nenas untuk diolah menjadi Sirup Nanas dan Nata de Pina, (2) Teknik pembuatan Sirup Nenas dan Nata de Pina diarahkan dalam bentuk industri rumah tangga (home industry) sehingga menghasilkan nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan (3) Teknik pembuatan Sirup Nanas dan Nata de Pina menggunakan teknik yang paling sederhana tetapi tetap memenuhi persyaratan yang diharuskan (kehalalan, kesehatan, estetik, kuliner). Metoda Pelaksanaan menggunakan teknik Pelatihan, praktek, diskusi dan pendampingan. Tolak ukur keberhasilan PkM ini adalah : Target sasaran dan Mitra Masyarakat telah mebuat Sirup Nanas dan Nata de Pina yang memenuhi persyaratan yang diharuskan (kehalalan, kesehatan, estetik, kuliner).
Wisata Burung di Hutan Larangan Adat Kenegarian Rumbio Kabupaten Kampar Untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga dan Konservasi Hayati Elfis Elfis; Prima Wahyu Titisari; Nunut Suharni; Tika Permata Sari
Community Education Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2020): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v1i2.4723

Abstract

Kawasan hutan Larangan adat Kenegarian Rumbio Kabupaten Kampar sangat cocok untuk dijadikan lokasi wisata. Obyek wisata alam dapat dinikmati di hutan Larangan adat Kenegarian Rumbio dengan melakukan trecking berjalan kaki sepanjang hutan larangan adat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan berjumlah 40 spesies jenis burung dari 21 famili. Keanekaragaman jenis burung di Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio yang ditemukan 40 spesies burung dari 21 famili. Jenis burung bondol perut putih (Lonchura leucogastra) sebesar 18,97%, Sialang Layang yaitu jenis burung bondol perut putih (Lonchura leucogastra) sebesar 20,22%, Halaman Kuyang yaitu jenis burung bondol perut putih (Lonchura leucogastra) sebesar 22% dan kawasan Tanjung Kulim yaitu jenis burung Cikrak Polos (Phylloscopus inornatus) tertinggi dibandingkan kawasan lainnya yaitu sebesar 20,83% dan termasuk dalam kategori tinggi. Tolak ukur keberhasilan PKM ini adalah : Target sasaran dan Mitra Masyarakat telah menjadi pemandu wisata burung (birdwatching) yang ada di Hutan Larangan Adat Kenegarian Rumbio.
Bimbingan Teknis Rehabilitasi Mangrove di Kampung Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Prima Wahyu Titisari; Elfis Elfis
Community Education Engagement Journal Vol. 2 No. 1 (2020): October
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v2i1.6176

Abstract

Hutan mangrove yang merupakan ekosistem peralihan antara darat dan laut, sudah sejak lama diketahui mempunyai fungsi ganda dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Sudah lebih dari seabad hutan mangrove diketahui memberi manfaat pada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung hutan mangrove mempunyai fungsi fisik yaitu menjaga keseimbangan ekosistem perairan pantai, melindungi pantai dan tebing sungai dari pengikisan atau erosi, menahan dan mengendapkan lumpur serta menyaring bahan tercemar. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masya-rakat berupa Bimbingan Teknis Rehabilitasi Mangrove di Kampung Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, selama 3 bulan (7 Oktober 2019, sampai dengan 6 Januari 2020). Kegiatan ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat dan pemuka masyarakat Kampung Sungai Rawa.