Kode etik profesi guru merupakan dasar penting untuk menjaga profesionalisme dan kualitas proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Seorang guru bukan hanya bertugas memberikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi contoh baik dalam hal moral dan perilaku bagi siswanya. Jika seorang guru melanggar kode etik, misalnya dengan meninggalkan kelas saat jam mengajar, hal ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan disiplin. Hal tersebut juga akan memengaruhi proses belajar mengajar secara negatif. Dampaknya antara lain berupa menurunnya semangat belajar siswa, gangguan suasana kelas, hilangnya kepercayaan siswa terhadap guru, serta penurunan hasil belajar mereka. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan pelanggaran etika secara terus menerus. Langkah tersebut meliputi pembinaan profesional, peningkatan kompetensi guru, pengawasan terhadap kinerja, serta kebijakan pendidikan yang seimbang antara tugas mengajar dan tugas administratif. Dengan menerapkan kode etik secara konsisten dan didukung oleh seluruh pihak yang terlibat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, profesional, serta mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi siswa secara optimal. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan pendekatan kualitatif yang melibatkan kajian pustaka, yaitu dengan mengumpulkan data dari buku dan jurnal yang relevan. Pelanggaran terhadap kode etik oleh guru dapat berakibat pada penurunan kualitas pembelajaran dan kegagalan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.