Nixson Husin
Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Suara Wanita (Tinjauan Mukhtalif al-Hadits) Husin, Nixson
Jurnal Ushuluddin Vol 21, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanad hadis tentang suara wanita adalah aurat “ “ merupakan hadis ahad yang termasuk dalam kategori hadits gharib karena hadits tersebut diriwayatkan oleh seorang perawi sendirian, atau satu orang rawi. Sedangkan kualitas haditsnya adalah hasan ghari sebagaimana dikatakan oleh al-Mam al-Tirmidziy dalam kitab Sunannya. Adapun kualitas hadits kedua tentang suara wanita bukan aurat adalah hadits shahih, karena hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Imam al- Bukhariy. Dalam penilaian kualitas hadits penulis mendukung pendapat mukharrijnya, kerena para ulama hadits lebih mendalam ilmunya tentang hadits. terjadinya perbedaan pendapat para ulama tentang suara wanita adalah karena adanya ikhtilaf ulama dalam menggunakan dalil dan ikhtilaf dalam membatasi makna aurat.Kemudian terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang suara wanita apakah ia aurat atau tidak?. Dari tinjauan ilmu mukhtalif al-hadits terhadap hadits yang dapat dikompromokan antara hadits yang berbeda pemahamannya. Kemudian dari berbagai perbedaan pendapat para ulama terssebut dipilih pendapat yang lebih rajih yang mengatakan bahwa mengankat suara wanita dipandang aurat apabila suara tersebut tidak aman dari fitnah dan menimbulkan birahi.
Tipologi Dakwah Nabi Musa ‘Alaihissalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik) Daulay, Ahmad Rizki; Jamal, Khairunnas; Husin, Nixson
Jurnal An-Nur Vol 12, No 1 (2023): Jurnal An-Nur Juni 2023
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v12i1.23916

Abstract

This research discusses the preaching of Prophet Musa 'Alaihissalam from the typology of his preaching, both with the rulers in his era, his brothers and he mad'u. So this study examines the views of commentators regarding the Typology of Da'wah of Prophet Musa 'Alaihissalam from the Perspective of the Qur'an. This research is a library research and the methodology used in this research is a thematic study. The data related to this study were collected through literature study and presented with descriptive analysis techniques, namely by explaining the relevant verses, referring to the Qur'an and its interpretations as primary data and related literature books as secondary data. The research that the writer will do is thematic research, so to get objective results, the research steps or data collection that the writer will do refers to the Maudhuiy interpretation research method made by Dr. Abd Al Hayy Al Farmawi. The results of this study show that the Prophet Musa preached with the first type, the type that emphasizes faith. The second type, with the theoretical type. a theocracy is a system of government that upholds and is guided by divine principles. The third type, the patient type. The fourth type, puts forward optimism, the fifth type, qualified knowledge. The sixth type, the assertive type. The seventh type, the type of altruism. Keywords: Da'wah, type, Moses
Transformasi Teologis Ratu Balqis: Tafsir QS. Al-Naml: 20-44 dengan Pendekatan Maqāṣid Al-Qur’ān Ibnu ‘Āshūr Ika, Syefika Septia Rahmah; Ismail , Hidayatullah; Arni , Jani; Husin, Nixson
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1196

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi teologis Ratu Balqis dalam surah al-Naml 20–44 dengan menggunakan pendekatan maqāṣid al-Qur’ān menurut Ibnu ‘Āshūr. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami proses perubahanmka keimanamika keimanan spiritual tokoh-tokoh Qur’ani, tidak hanya dari sisi naratif, tetapi juga dari tujuan-tujuan ilahi yang melandasi penyampaian kisah tersebut. Ratu Balqis merupakan figur pemimpin kerajaan Saba’ yang awalnya menganut praktik penyembahan matahari, namun melalui rangkaian dialog, pengamatan rasional, dan penyaksian mukjizat Nabi Sulaiman, ia mengalami perubahan keyakinan yang mendasar menuju pengakuan tauhid. Penelitian ini menelaah tahapan perubahan tersebut, mulai dari laporan burung hud-hud, respons diplomatis Balqis, sikap kritisnya terhadap informasi yang diterima, hingga puncak perubahan keyakinannya ketika ia menyaksikan singgasananya yang dipindahkan dengan kekuasaan Allah. Melalui analisis tafsir at-Taḥrīr wa at-Tanwīr, Ibnu ‘Āshūr menegaskan bahwa kisah Balqis bukan hanya narasi historis, melainkan cerminan maqāṣid al-Qur’ān, khususnya dalam aspek pelurusan akidah, penyucian jiwa, penguatan nilai ibrah, serta fungsi peringatan dan kabar gembira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan keyakinan Balqis merupakan proses bertahap yang menggabungkan daya nalar, pertimbangan etis, serta pengalaman spiritual yang mendalam. Temuan ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai maqāṣid berperan penting dalam memahami tujuan al-Qur’an menampilkan kisah tersebut, sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi tafsir maqāṣidī dalam mengkaji dinamika perubahan keyakinan individu dalam al-Qur’an.