Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Konsep Blended Learning Berbasis Edmodo di Era New Normal Utami Maulida
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 02 (2020): Dirasah Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat membuat pandangan pembelajaran berubah pula. Dahulu, pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dengan media cetak yang disediakan oleh pendidik, sekarang melalui pemanfaatan internet guru/dosen dapat melaksanakan pembelajaran di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu pembelajaran yang demikian dapat memfasilitasi dosen untuk melaksanakan pembelajaran yang dinamis dan dapat mengontrol mahasiswa dalam pembelajaran di luar kelas. Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memaksa guru/dosen melangkah lebih cepat dalam hal inovasi pembelajaran baik pendidikan usia dini, dasar, sampai ke pendidikan tinggi ingin memulai menerapkan blended learning dan dapat menggunakan Edmodo. Platform pembelajaran yang disediakan oleh Edmodo adalah guru/dosen mampu memberikan materi, tugas berupa latihan, kuis baik dalam bentuk gambar, audio atau yang lainnya dengan mudah, melalui pemanfaatan Edmodo diharapkan bahwa pendidik bisa meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materinya dan adanya pembelajaran yang sifatnya dinamis dan efektif karena pembelajaran dapat dilaksanakan kapanpun dan di mana pun.
KESALAHAN BERBAHASA TATARAN EJAAN, MORFOLOGI, DAN SINTAKSIS SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PGMI BINAMADANI Utami Maulida
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 1 (2021): Dirasah : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan berbahasa dapat terjadi dalam teks mana pun, baik dalam karya tulis ilmiah atau karya tulis non ilmiah. Karya tulis ilmiah yang sering kali ditemukan adalah skripsi.Skrips merupakan karya tulis ilmiah yang dihasilkan dari penelitian mahasiswa sarjana strata satu (S1). Salah satu karakteristiknya adalah ditulis menggunakan bahasa Indonesia baku dan sesuai ejaan ter-update yaitu Ejaan Bahasa Indonesia. Namun seringkali ditemukan penulisan skripsi mahasiswa tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu dari segala tataran kesalahan berbahasa. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa skripsi mahasiswa pada semua tataran yaitu tataran ejaan, morfologi, dan sintaksis. selain itu untuk memberikan perbaikan kesalahan berbahasa dari tataran ejaan, morfologi,dan sintaksis. Sumber data penulisan ini adalah beberapa skripsi mahasiswa program studi PGMI yang terdapat beberapa kesalahan berbahasa.
ESENSI THE ABSORBENT MIND PADA PENDIDIKAN ANAK Utami Maulida
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 2 (2021): Dirasah : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas pendidikan anak dalam konsep the absorbent mind metode Montessori yang dilahirkan oleh Maria Montessori. Diketahui the absorbent mind anak memiliki daya tangkap informasi yang tinggi di lingkungannya. Sama halnya seperti metode yang lain, metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan pada konsep montesori sendiri menuntut kebebasan pada anak untuk tumbuh kembang sesuai kecepatannya, metode cenderung tidak memaksakan anak berbuat sesuatu yang disamakan dengan anak yang lainnya dapat dikatakan kompetensi anak tidak dapat dijadikan perbandingan. Anak tidak dipaksakan menulis dan membaca sebelum waktunya. Terlebih dalam poin the absorbent mind bahwa anak pada masa tersebut dianugerahi psikis yang khusus dan dalam masa inilah orang tua menanamkan pendidikan yang berbeda dari biasanya Kekurangan dalam metode ini adalah tidak dapat diaplikasikan pemberian reward and punishment karena baginya pendidikan itu terbebas dari persaingan sehingga kesuksesan anak tidak dapat dinilai dari sudut pandang orang tua atau orang dewasa.
Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis ICT utami maulida; Muhamad Ridwan
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2022): dirasah: Jurnal pemikiran pendidikan dasar islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v5i1.324

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, model pembelajaran kini telah berkembang berbasis digital. Dengan adanya digital peserta didik dapat belajar di mana saja tidak terhalang oleh dinding kelas untuk mendapatkan informasi pengetahuan terkini. Hal demikian familiar dengan sebutan belajar berbasis ICT. Penelitian ini bertujuan untuk membahas secara terperinci mengenai konsep pembelajaran Bahasa Indonesia yang menggunakan ICT untuk menopang kegiatan pembelajaran. Penelitian tersebut menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan kualitatif dengan cara menganalisis konsep pembelajaran bahasa Indonesia yang berbasis ICT. Kebermanfaatan penelitian sebagai eksplikasi mengenai ICT yang dijadikan sebagai media untuk pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat dasar sehingga guru dapat mengembangkan konsep pembelajaran bahasa Indonesia berbasis ICT.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI DONGENG PADA PEMBELAJARAN INTEGRATIF Utami Maulida
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2022): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v5i2.390

Abstract

Berdongeng merupakan metode terunik yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Siswa dapat berimajinasi dan mempelajari karakter dari tokoh yang terdapat dalam dongeng sehingga dapat membentuk karakter. Tulisan ini bertujuan untuk membahas secara ekstensif mengenai berdongeng dapat membentuk karakter siswa dari tokoh dalam cerita pada pembelajaran integratif. Pembelajaran integratif digunakan di tingkat sekolah dasar dengan memadukan beragam mata pelajaran menjadi satu tema dan diuraikan menjadi beberapa sub-tema. Guru dapat mengemas penyampaian sub-tema menjadi unik yaitu dengan berdongeng. Selain siswa dapat membentuk karakter melalui tokoh dalam cerita, Penyampaian content akan terlihat lebih menarik. Terdapat 11 jenis nilai karakter yang dapat dijadikan referensi oleh guru yaitu 1) kejujuran, 2) tanggung jawab, 3) disiplin, 4) percaya diri, 5) rendah hati, 6) besar hati, 7) peraturan, 8) kesabaran, 9) kreatif, 10) kerajinan, dan 11) keuletan. Karakter yang dibentuk dapat berlandasrkan prinsip habit (kebiasaan) yaitu be proactive (bersikap proaktif), begin with the end in mind ( memulai dengan tujuan di pikiran), put first things first (memilih skala prioritas), Think win/win (berpikir menang/menang), seek first to understand, then to be understood (mengerti dulu, baru dimengerti), synegrize (sinergi), dan sharpen the saw (pertajam gergaji).
GAYA HIDUP BERKELANJUTAN MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Utami Maulida; Riki Tampati
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2023): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v6i1.453

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai konsep hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) melalui penguatan project profil pelajar Pancasila yang saat ini diterapkan di beberapa sekolah khususnya sekolah penggerak. Gaya hidup berkelanjutan merupakan gaya hidup yang mengedepankan penggunaan energi yang terkini. Gaya hidup berkelanjutan berupaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus mengubah dan mengurangi sumber energi bagi generasi berikutnya. Gaya hidup berkelanjutan saat ini dapat dikaitkan pada program pemerintah yang dikaitkan dalam kurikulum merdeka yaitu projek penguatan profil pelajar Pancasila, dengan harapan guru dan kepala sekolah dapat memahami esensi gaya hidup berkelanjutan dan dapat menghimbau serta mengajak peserta didik agar dapat menerapkan gaya hidup berkelanjutan yang terintegrasi dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
EKSTRAKURIKULER TARI TRADISIONAL DALAM MEMBENTUK PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Shella Safitri; utami maulida; Riki Tampati
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 2 (2023): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v6i2.525

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana sekolah membentuk pendidikan karakter siswa berbasis budaya melalui program ekstrakurikuler tari tradisional. Ekstrakurikuler tari tradisional merupakan suatu kebijakan yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Kota Tangerang Selatan untuk menjalankan misi sekolah sebagai pelayanan minat, bakat dan potensi siswa. Selain itu sebagai satu cara untuk dapat memperkenalkan budaya kepada siswa melalui tarian-tarian tradisional. Metode penelitian ini bersifat deskriptif, mengungkap dan menganalisis secara menyeluruh dan mendalam. Untuk memperoleh data dalam proses penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data. Yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.Penelitian menemukan bahwa dalam penerapannya ekstrakurikuler tari tradisional di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam tidak hanya sekedar memeragakan gerak tarian saja, namun di beri juga nilai budaya didalamnya. seperti nama, asal daerah dan sedikit makna dari tarian yang akan diajarkan. Pendidikan katakter berbasis budaya memiliki 3 moral penting yang terkandung didalamnya yaitu moral knowing, moral feeling dan moral action. Sebagai acuan keberhasilan dalam membentuk karakter budaya.Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrakurikuler tari tradisional telah berhasil karena didalam pengimplementasiannya meliputi 3 moral didalamnya. Yaitu moral knowing (mengulas, menyadari dan mengevaluasi secara kritis), moral feeling (empati) dan moral action (kekereatipan siswa dengan membuat kostum buatan siswa sendiri). Sebagai satu upaya membentuk pendidikan karakter berbasis budaya di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Kota Tangerang Selatan.
PEMBELAJARAN IDEAL MASA KINI BERBASIS BLENDED LEARNING utami maulida; Muhamad Ridwan
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 1 (2022): Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi telah mengalami akselarasi di seluruh bidang tanpa terkecuali di bidang pendidikan. Dalam lima tahun terakhir, bidang pendidikan telah mengoptimalkan model pembelajaran dalam jaringan. Tulisan ini bertujuan untuk menginterpretasikan secara ekstensif mengenai konsep blended learning yang menjadi model pembelajaran masa kini di era digital. Blended learning merupakan model pembelajaran campuran antara dua atau lebih yang digabung menjadi satu bentuk pembelajaran yaitu meliputi tiga komponen; 1) pembelajaran daring, 2) pembelajaran mandiri, 3) pembalajran tatap muka. Kebermaknaan tulisan ini sebagai pijakan mengenai blended learning yang dijadikan sebagai model pembelajaran masa kini untuk seluruh mata pelajaran dan seluru tingkat satuan pendidikan, sehingga model blended learning dapat diterapkan masif oleh guru.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Utami Maulida
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.392

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka belajar. Modul ajar merupakan badan kurikulum merdeka yang mana pengganti rencana pembelajaran. Modul ajar kurikulum merdeka merupakan pengganti dari RPP yang berformat dan bersifat variatif yang meliputi materi/ konten pembelajaran, metode pembelajaran, interpretasi, dan teknik mengevaluasi yang disusun secara sistematis dan memukau untuk mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Guru mengembangkan modul ajar sebelum melakukan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu fungsi modul ajar untuk mengurangi beban guru dalam menyajikan konten sehingga guru dapat memiliki banyak waktu untuk menjadi tutor dan membantu siswa pada proses pembelajaran.
STRATEGI GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI KONSEP PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) Zahra Amalia; utami maulida
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 1 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i1.461

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui melalui konsep penguatan pendidikan karakter (PPK) di SMP Mazro’atul Ulum Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian lapangan yang data-datamya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis. hasil analisisnya berupa deskriptif dari gejala yang diamati yakni strategi sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui konsep penguatan pendidikan karakter (PPK) di SMP Mazro’atul Ulum Tangerang. Penelitian menemukan bahwa sekolah SMP Mazro’atul Ulum memiliki strategi dalam membentuk karakter siswa dengan mengembangkan nilai utama penguatan pendidikan karakter religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, integritas. Serta membentuk karakter siswa dengan menerapkan basis kelas, basis budaya sekolah, dan basis wali murid Tulisan ini berkesimpulan bahwa dengan mengembangkan nilai utama karakter dengan konsep PPK daapt menumbuhkan beberapa karakter baik bagi siswa di SMP Mazro’atul Ulum.