Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

THE DEVELOPMENT GEMATIKA AS A WEBSITE-BASED MATHEMATICS LEARNING MEDIA ON COMPARISON MATERIALS Firdayana Makmur; Sri Andayani; Vevi Arini Azizatus Sufaidah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.338 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6233

Abstract

Technology-based learning media in the learning process must be applied in today's digital era. GEMATIKA as website-based mathematics learning media was developed to support students' mathematics learning, especially Comparative material. This study aims to determine the process of developing learning media based on the GEMATIKA website that meets valid and practical criteria. This type of research is development research using the ADDIE development model. Data was collected using material and media expert validation sheets and student response questionnaires to the GEMATIKA website learning media. The subjects of this study consisted of 28 students from class VII. The results showed that the results of media validation by material experts and media experts were 4.13 and 4.29. The average percentage of student response questionnaire results is 80.82%. It means that students respond positively after using the GEMATIKA learning media. The positive responses indicate that students support, feel happy, and are interested in using the GEMATIKA website learning media in the mathematics learning process at home or in class. Based on the results of the validation sheet and student response questionnaires, it can be concluded that the GEMATIKA website learning media meets the valid and practical criteria
Aplikasi fuzzy topsis untuk menentukan prioritas perawatan jalan di Kabupaten Sleman Sivica Elmaningtyas; Sri Andayani
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di Provinsi DI Yogyakarta yang memiliki tingkat kecelakaan tinggi. Selain akibat kelalaian manusia, penyebab terjadinya kecelakaan yaitu kondisi jalan yang rusak akibat beban kendaraan ataupun cuaca dan iklim. Oleh karena itu, untuk memperlambat laju kerusakan perlu dilakukan perawatan jalan. Namun, dengan banyaknya ruas jalan yang rusak diperlukan urutan prioritas agar jalan-jalan yang krusial dapat ditangani terlebih dahulu. penelitian ini bertujuan menyusun model aplikasi metode Fuzzy TOPSIS dalam menentukan prioritas perawatan jalan, khususnya di Kabupaten Sleman. Model tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dan manajemen database MySQL yang dapat menghasilkan rekomendasi prioritas perawatan jalan. Pemodelan disusun dengan menggunakan data jalan di Kabupaten Sleman pada tahun 2018. Terdapat sebanyak 320 data yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman. Data memuat 12 variabel yang kemudian diseleksi menjadi 7 variabel untuk digunakan sebagai kriteria keputusan dari model SPK yang dikembangkan. Kriteria yang digunakan yaitu panjang kondisi baik, panjang kondisi sedang, panjang kondisi rusak ringan, panjang kondisi rusak berat, persentase kerusakan, LHR dan akses ke jalan. Model Fuzzy TOPSIS yang dihasilkan mengakomodasi kriteria pengambilan keputusan yang memiliki nilai linguistik fuzzy. Model ini juga mengakomodasi adanya lebih dari satu pengambil keputusan yang dapat memberikan justifikasi bobot kriteria fuzzy. Nilai linguistik tersebut direpresentasikan dengan bilangan fuzzy segitiga.
ANALISIS CLUSTER DENGAN METODE SOM UNTUK PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN INDIKATOR KRIMINALITAS Mardhani Dwi Novianto; Sri Andayani
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika (Maret)
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalitas atau kejahatan adalah suatu perbuatan yang dapat mengakibatkan masalah bagi masyarakat. Salah satu teknik analisis untuk mengatasi masalah ini adalah analisis cluster. Hasil analisis ini dapat dijadikan evaluasi bagi pemerintah dalam memperhatikan kriminalitas yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis cluster dan karakteristik dari hasil analisis cluster dengan metode Self-Organizing Maps (SOM) untuk pengelompokan provinsi di Indonesia berdasarkan indikator kriminalitas nasional. Penelitian ini menggunakan data indikator kriminalitas nasional tahun 2021 yang diperoleh dari laman resmi Badan Pusat Statistik Indonesia. Data yang digunakan terdiri dari 34 provinsi dan 7 variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 cluster adalah jumlah cluster optimal dengan nilai validasi DBI 0,3793. Setiap cluster memiliki karakteristiknya tersendiri. Cluster ke-1 memiliki rata-rata jumlah kejahatan ringan, sedang, berat, dan jumlah kejahatan yang diselesaikan paling rendah, serta selang waktu terjadinya kejahatan paling lama. Cluster ke-2 memiliki rata-rata jumlah kejahatan sedang dan berat paling tinggi, serta selang waktu terjadinya kejahatan paling cepat. Cluster ke-3 memiliki rata-rata jumlah kejahatan ringan paling tinggi. Cluster ke-4 memiliki rata-rata persentase penyelesaian kejahatan dan risiko penduduk terkena kejahatan paling rendah. Cluster ke-5 memiliki rata-rata jumlah kejahatan yang diselesaikan, persentase penyelesaian kejahatan, dan risiko penduduk terkena kejahatan paling tinggi.Kata kunci: Indikator Kriminalitas Nasional, analisis cluster, Self-Organizing Maps, Davies Bouldin Index
APLIKASI DETEKSI STATE (KONDISI) MATA SEBAGAI REKOMENDASI TINGKAT PENCAHAYAAN Rohmadi Ahmad Ridwan; Sri Andayani
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika (Juli)
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi kondisi (state) mata pada citra sebagai rekomendasi   tingkat   pencahayaan dengan menggunakan metode viola-jones untuk mendeteksi mata dan metode skin detection untuk menentukan kondisi mata. Langkah pertama adalah proses pengolahan citra, ukuran citra disesuaikan menggunakan fungsi resize; deteksi citra mata dengan metode viola-jones; pemisahan citra mata kanan dan mata kiri; serta segmentasi citra area mata dengan metode skin detection. Langkah kedua yaitu proses ekstraksi fitur citra, area mata (bukan kulit) yang terdeteksi diubah menjadi berwarna putih atau bernilai satu dalam jenis citra biner sehingga dapat dilakukan proses perhitungan sumbu mayor dan sumbu minor untuk menentukan rasio kerampingan. Selanjutnya, nilai rasio kerampingan digunakan untuk menentukan kondisi (state) mata dan rekomendasi tingkat pencahayaan yang masuk ke mata. Langkah terakhir adalah menghitung akurasi sistem aplikasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, pendeteksian kondisi mata pada 80 citra sebagai data latih dan 40 citra sebagai data uji dengan jaringan syaraf tiruan menghasilkan nilai akurasi pelatihan sebesar 91,25% dan 82,50% pada proses pengujian. Kata kunci: pencahayaan, viola-jones, skin detection, kondisi (state) mata.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBASIS SCHOOLOGY DAN GUIDED DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA Dea Armelia; Sri Andayani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i1.7293

Abstract

AbstrakPembelajaran flipped classroom merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk belajar tanpa dibatasi waktu dan tempat sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi. Namun, ketersediaan perangkat pembelajaran untuk menunjang pembelajaran flipped classroom masih terbatas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menghasilkan perangkat pembelajaran flipped classroom yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan terdiri dari LKS berbasis guided discovery learning dan LMS Schoology yang dikaitkan dengan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII SMP. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, lembar penilaian kepraktisan, dan tes kemampuan konsep siswa. Kevalidan dan kepraktisan perangkat pembelajaran dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Keefektifan perangkat pembelajaran dianalisis menggunakan one sample t test. Hasil penilaian kevalidan oleh para ahli menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dengan kriteria “sangat baik” untuk LKS dan kriteria “baik” untuk LMS Schoology. Hasil penilaian kepraktisan berdasarkan penilaian guru mencapai kriteria “sangat baik”, sedangkan berdasarkan penilaian siswa memiliki persentase minimal baik sebesar 80%. Selanjutnya, melalui uji one sample t test menunjukkan perangkat pembelajaran efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa. Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi aspek kualitas kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.AbstractFlipped classroom is a learning that provides opportunities for students to learn without being limited by time and place, making it easier for students to understand the material. However, the availability of learning kits to support flipped classroom learning is still limited. Therefore, this study aimed to produce mathematics learning kits with a flipped classroom approach that fulfils the validity, practical, and effectiveness criteria. Mathematical flipped classroom kit includes students’worksheets (LKS) based on discovery learning and Schoology LMS associated towards students’ conceptual understanding. This research was development research designed by ADDIE model. This study involved 30 students of grade  eight secondary  school. The data was gathered through expert validation sheets, practicality assessment sheets, and tests of students' mathematical conceptual understanding. The validity and practicality of the learning kit were analyzed using descriptive quantitative analysis. The effectiveness of the learning kit was analysed by one sample t test. The data analysing by IBM SPSS 21 software. The validation by expert judgment showed that the learning kits were valid. Schoology LMS was in good criteria and student worksheet were in perfect criteria. The practical test based on the teacher's assessment was very good criteria, based on the student's assessment, the kits had a percentage of 80% with suitable criteria. Furthermore, through one sample t test showed that the learning kits is effective on students' concept understanding ability. It can be concluded that the developed learning kits have fulfilled the quality aspects of validity, practicality, and effectiveness.
Peluang dan Tantangan Pengintegrasian Learning Management System (LMS) dalam Pembelajaran Matematika di Indonesia Ibnu Rafi; Fina Fitri Nurjannah; Iqlima Ramadhani Fabella; Sri Andayani
Jurnal Tadris Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2020.3.2.229-248

Abstract

This literature review aimed to describe the opportunities and challenges of integrating the Learning Management System (LMS) in mathematics learning, especially in terms of the non-technical aspects. Because many LMS platforms which can be integrated into learning process, this review only discusses the three LMS platforms which are common, namely Moodle, Edmodo, and Schoology. This review was conducted with the method as proposed by Templier and Paré (2015), in which the literature materials consisted of journal articles, proceedings, and official websites of LMS. The results of this review showed that integrating the LMS in mathematics learning indicated opportunities in terms of the positive impact which can be obtained from integrating the LMS. On the other hand, the identified challenges were about how mathematics content or materials were organized through integrating the LMS, providing feedback, and maximizing the online discussion facility provided by LMS. Therefore, to obtain the positive impact from integrating the LMS into mathematics learning, teachers should pay attention to these three challenges.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERORIENTASI PADA LITERASI MATEMATIS DAN MINAT BELAJAR SISWA Septiana Hikmawati; Sri Andayani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i2.8679

Abstract

Literasi matematika sangat penting untuk mengetahui bagaimana matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran terintegrasi yang diarahkan pada literasi matematika dan minat belajar siswa yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), dan Learning Management System (LMS)  Google classroom yang valid, praktis, dan efektif. Hasil penilaian validitas oleh para ahli menunjukkan bahwa instrumen tes literasi matematis, angket minat belajar siswa, dan angket penilaian guru dan siswa valid, sedangkan hasil penilaian kepraktisan oleh guru dan siswa menunjukkan bahwa instrumen tes literasi matematis, angket minat belajar siswa, dan angket penilaian guru dan siswa termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 74. Hasil penilaian kevalidan pada kategori sangat baik untuk RPP 74, LKPD 109, dan LMS 89. Hasil kepraktisan berdasarkan penilaian guru adalah 131 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 95%, minimal 75% siswa memperoleh nilai minimal sangat baik, yaitu 84,62% pada tes literasi matematis dan 98,46% pada angket minat belajar siswa, yang menunjukkan kebermanfaatan perangkat pembelajaran.Mathematical literacy is vital for knowing how mathematics is used in everyday life. However, the average level of mathematics literacy among Indonesian pupils remains relatively poor.This study intends to create integrated learning devices geared toward mathematical literacy and student learning interest.The learning resources include Learning Implementation Plans (RPP), Student Activity Sheets (LKPD), and the Google classroom Management System (LMS).Product development outputs are valid, practical, and effective. This study employs the ADDIE development approach (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation).Experts' validity assessments reveal that the instruments are valid for mathematical literacy tests, student learning interest surveys, and teacher and student assessment questionnaires.This study included a teacher and 32 pupils as research subjects.The validity evaluation in the very good category for lesson plans was 74, LKPD was 109, and LMS was 89.The practicality results based on the teacher's assessment were 131, which is considered very excellent.The observations of learning implementation further revealed that the average learning implementation rate was 95%.At least 75% of students receive an excellent minimum score of 84.62% on the mathematical literacy exam and 98.46% on the student learning interest questionnaire, demonstrating the usefulness of learning tools.As a result, the learning devices produced for blended learning that are directed toward mathematical literacy and student learning interest have satisfied the quality criteria of being valid, practical, and successful.
A COMPARATIVE ANALYSIS OF DBSCAN AND GAUSSIAN MIXTURE MODEL FOR CLUSTERING INDONESIAN PROVINCES BASED ON SOCIOECONOMIC WELFARE INDICATORS Andayani, Sri; Retnani, Namita; Yusri, Thesa Adi Saputra; Marwoto, Bambang Sumarno Hadi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 19 No 3 (2025): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol19iss3pp2039-2056

Abstract

Public welfare refers to a condition in which people experience happiness, comfort, prosperity, and can adequately fulfill their basic needs. Indonesia consists of several provinces, each with varying levels of welfare. One crucial aspect in promoting equitable development is ensuring that all regions in Indonesia achieve similar welfare standards. This study aims to classify Indonesian provinces based on socioeconomic welfare indicators, with the results serving as a basis for policy-making that considers regional potential and challenges. The data used in this study are secondary data obtained from the official website of BPS-Statistics Indonesia on provincial welfare indicators from 2020 to 2023. The research methodology includes data collection, descriptive statistical analysis, determining the optimal number of clusters, and comparing the clustering performance of Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) and the Gaussian Mixture Model (GMM) using Silhouette Index, Davies-Bouldin Index, and Calinski-Harabasz Index as evaluation metrics. The DBSCAN-based clustering resulted in two clusters: high-welfare and low-welfare regions. Meanwhile, GMM clustering produced five clusters: moderate, fairly low, low, high, and fairly high welfare regions. Based on cluster validity measures, GMM outperformed DBSCAN, achieving a Silhouette score of 0.28, a Davies-Bouldin Index of 1.12, and a Calinski-Harabasz Index of 10.9.