Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN PEMBAGIAN SUKU BANYAK DENGAN METODE PEMBAGIAN SINTETIK DI KELAS XI IPA SEMESTER IV TAMAN MADYA (SMA) TAMANSISWA MEDAN T.P 2009/2010 Marzuki Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1659.662 KB) | DOI: 10.37081/ed.v1i4.260

Abstract

This study aims to determine how the efforts made to improve student achievement by using synthetic division in sub subject of many ethnic division in grade XI Taman Madya (SMA) Tamansiswa Medan, in the academic year 2009/2010. The learning method applied in this research is the method of Synthetic Division with grooves Classroom Action Research (CAR), which is composed of two cycles. The subjects were all students of class XI Science Park Madya (SMA) Tamansiswa Medan Year 2009/2010 which amounted to 33 students and the object of research is the result of learning mathematics class XI IPA Taman Madya (SMA) Tamansiswa Medan in learning mathematics pambelajaran year 2009 / 2010. Instruments used in this research is to test and observation sheet. Data collected through the test description totaling 10 questions, which before has been tested to a test of validity, reliability and level of distress so that the instrument fit for use as a research instrument. The collection of data through observation is based indicators compiled students' communication skills in the activities undertaken pemberlajaran 2 meetings.Results showed learning synthetic division method can improve students' mathematics achievement in the subject sub division of polynomials in class XI. The increase in mathematics achievement in terms of the average value of 54.33 after the student initially apply action (first cycle) the average value of students increased to 68.03 and continued administration of the action (second cycle) the average value of students increased to 79, 42. So is the percentage of the value of mastery learning students from the beginning (preliminary data) students ketuntasannya 21.21% after the action on the test applied first cycle increased to 69.69% and the test cycle II increased to 87.87%. This study was used was successful because in classical learning completeness students has reached 80%. This shows that the application of the method of synthetic division on the subject of sub division of polynomials can improve student achievement, and can be used as an alternative to increase the attention and interest of students in learning division of polynomials.
AKTIVITAS AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK Marzuki Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.958 KB) | DOI: 10.37081/ed.v2i5.261

Abstract

This research aimed to describe the activity of students' active learning approach for the implementation of Realistic Mathematics Education (RME). This type of research is descriptive research with quantitative, The subjects are students of SMP Negeri 15 Medan, class VII (6) with total of 40 people, The instruments used are the Observation Sheet Activities Active Students who applied in four (4) times the implementation learning with approach of PMR. This data in the research were analyzed use descriptive statistics. The results showed that the activity of students with Realistic Mathematics Education (RME) meets the criteria of effective. Where from the tenth aspect of students activity observed include read/ understand (book/ LAS), attention to the explanation of the teacher, to solve the problems, asking questions, discussions among students, discussion between students and teachers, explain a results/ an expression/ an idea, write things that are relevant or importan to the learning activities, making conclusion, fortofolio (do the work a task themeselves ) within the tolerance limits ideal. This learning make students more enthusiastic in learning, growing cooperation in learning and attitude respect each other opinions or ideas. There are also students who are more willing to submit respons , opinions and give questions to the friends or the teacher. Based on research of this results, the researchers suggested that the Realistic Mathematics Education (RME) is used in learning because of RME is an alternative to increasing the activity of students’ activity in learning
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MEMBELAJARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA SMP Marzuki Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.686 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i4.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) dalam dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam membelajarkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah kuasi ekperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP negeri 1 Padangsidimpuan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII-1 sebanyak 19 orang yang dijadikan sebagai kelas eksperimen atau yang diberi perlakuan dengan PBM dan kelas VII-9 sebanyak 24 orang yang dijadikan sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan pembelajaran model biasa. Adapun teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kemampuan berpikir kritis matematika siswa, data aktivitas siswa dalam pembelajaran dan data respon siswa terhadap perangkat perangkat pembelajaran. PBM yang dilaksnakan memberikan deskripsi hasil penelitian bahwa: (1) Ketuntasan belajar siswa setelah pembelajaran memenuhi kriteria ketuntasan secara klasikal dimana diperoleh ketuntasan klasikal siswa kelas eksperipen diatas 85% yaitu 89,47%. (2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran adalah efektif, dimana semua aktivitas yang diobservasi dalam kegiatan pembelajaran memenuhi kriteria keefektifan (3) Respon siswa terhadap pembelajaran adalah positif dimana respon siswa terhadap semua aspek perangkat berada di atas 80% yaitu sebesar 95,53%. Selanjutnya diperoleh hasil bahwa penerapan PBM lebih baik dari pembelajaran model biasa
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Marzuki Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.375 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.883

Abstract

Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang individu dalam pembelajaran untuk merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika melalui bernalar, menerapkan konsep dalam berbagai situasi. Kemampuan ini sangat penting dimiliki agar materi pelajaran yang diperoleh menjadi bermakna dan dapat dibermaknakan. Salah satu pendekatan yang mementingkan makna dalam pembelajaran adalah pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual merupakan suatu teknik yang digunakan guru dalam pembelajaran dengan penekanan pada keterlibatan siswa untuk aktif dalam menemukan konsep/materi, memanfaatkan keterkaitan materi/konsep dengan situasi dunia nyata serta dapat menerapkannya dalam pemecahan masalah dalam kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan Kemampuan Literasi Metematika (KLM) level-3 siswa melalui pendekatan kontekstual dan pendekatan model biasa. Penelitian mengunakan rancangan eksperimen semu dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Padangsidimpuan yang berjumlah 11 ruangan dengan melibatkan 2 kelas sampel yaitu kelas VII-1 sebagai kelas Eksperimen dan Kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Analisis data yang digunakan adalah uji N-gain dan Anova. Melalui uji yang dilakukan diperoleh simpulan bahwa peningkatan KLM level-3 siswa yang melalui pendekatan kontekstual (N-Gain = 0,46) lebih baik daripada KLM siswa dengan pembelajaran biasa (N-Gain=0,34) selanjutnya selanjutnya melalui Uji Anova diperoleh nilai signifikansi peningkatan KLM siswa 0,001 0,005. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan KLM siswa yang diberi pendekatan kontekstual dengan pendekatan model biasa. Melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual siswa senantiasa aktif dalam pembelajaran, siswa bersemangat dan antusias dalam mengkontruksi materi pelajaran dan membahas Lembar Aktivitas Siswa (LAS), pembelajaran yang dilaksanakan mementingkan kebermaknaan materi dan siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran.