Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Environmental Run-off Impact Case Study: The Impact of Development and Campus Development of State Islamic University (UIN) Malang Mohammad Nawawi; Bambang Rahadi
Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.293 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2011.001.02.2

Abstract

Development and improvement of Islamic State University of Malang will cause landscape changes that will cause increasing of run off. This impact is significant because Malang Islamic University is located in the centre of Malang City. The boundary area of this study are Dinoyo sub district, Ketawanggede sub district, Sumbersari sub district, and Karang Besuki sub district. The time of this research is 2006 until 2007. The aim of research is to predict run off due to development and improvement of Islamic State University of Malang. The result of this research indicates that 1) landscape changes due to construction and conversion of open space, 2) decrease green open space amount 52.39%, 3) amount of infiltrationof rainfall is small, 4) increase run off amount 7.14% n rainy season, 5) increase of flood embankment in the street and community settlement in Sumbersari and Klaseman Villages.
Analisis Kebutuhan Jenis Armada Pengangkut Berdasarkan Volume Sampah Prediksi di Kabupaten Karanganyar Annisa Indah Mukti Nurani; Bambang Rahadi; Alexander Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.265 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk, sosial ekonomi, dan teknologi di Kabupaten Karanganyar yang berada sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta merupakan salah satu penyebab volume sampah semakin meningkat, sementara kemampuan mengangkut sampah tidak diperhitungkan. Kondisi tersebut mendorong untuk dilakukan penelitian dengan tujuanmemprediksi sampah yang dihasilkan agar mengetahui jumlah alat angkut sampah yang ideal. Sampah yang akan datang diprediksi menggunakan metode trend, sedangkan kebutuhan jumlah armada dan jumlah ritasi akan disesuaikan dengan hasil prediksi volume sampah rata-rata per hari. Berdasarkan hasil penelitian hasil prediksi volume sampah pada tahun 2032 adalah 1205.6 m3hari-1, dan pada tahun 2042 nilai volume sampah meningkat menjadi 1583.5 m3hari-1. Peningkatan volume sampah yang diprediksi dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang meningkat, hasil prediksi jumlah penduduk pada tahun 2032 adalah 490282 jiwa dan pada tahun 2042 sebesar 550733jiwa. Usaha untuk mengatasi peningkatan volume sampah ini adalah dengan meningkatan sarana prasarana di TPA, dengan jumlah armada dan sistem ritasi yang ada di TPA Sukosari untuk dapat mengangkut volume sampah pada tahun 2032 maka dibutuhkan penambahan 1 unit pada masing-masing armada dan penambahan 3 x sistem ritasi. Pengangkutan volume sampah secara maksimal pada Tahun 2042 adalah dengan menambah 1 unit armada dan penambahan 4 x jumlah ritasi. Kata kunci: Jumlah armada, Prediksi, sistem ritasi, Tempat pembuangan akhir, Volume sampah
Evaluasi Kelayakan Saluran Drainase Desa Kedungwaru Akibat Aktivitas RSUD Dr. Iskak Tulungagung Bambang Rahadi; Akhmad Adi Sulianto; Ruth Marganda Napitupulu
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.265 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.02.3

Abstract

Pengembangan yang sedang terjadi di daerah Desa Kedungwaru salah satunya adalah pengembangan RSUD Dr. Iskak. Masyarakat sekitar menilai bahwa kegiatan pengembangan RSUD berperan cukup besar dalam menambah jumlah debit air dikarenakan output dari IPAL RSUD mengalir langsung ke saluran drainase. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan analisa hidrologi. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, serta pengamatan dan analisa data. Tahap pengumpulan data meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder. Tahap pengolahan data meliputi analisa hidrologi, debit banjir rancangan dan evaluasi saluran drainase dengan kala ulang 20 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah kapasitas drainase desa Kedungwaru, Tulungagung tidak dapat memenuhi debit air rencana untuk 20 tahun mendatang maka dari itu dibutuhkan perencanaan ulang saluran drainase untuk 20 tahun mendatang. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengubah nilai kedalaman atau ketinggian saluran sebesar 0,3 meter tanpa mengubah nilai panjang dan lebar saluran.
Prediksi TDS, TSS, dan Kedalaman Waduk Selorejo menggunakan Aerial Image Processing Bambang Rahadi; Alexander Tunggul Sutan Haji; Andry Pratama Ariyanto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.019 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.02.3

Abstract

Warna pada air berasal dari cahaya yang ditangkap oleh partikel-partikel tersuspensi atau sedimen pada air waduk tersebut. Partikel tersuspensi pada air waduk tentunya akan mempengaruhi TSS dan TDS. Kedalaman pada waduk juga mempengaruhi warna pada wilayah perairan waduk. Sifat fisik pada perairan waduk dapat ditangkap oleh kamera. Warna-warna tersebut diubah menjadi kode hexadecimal (RGB). Selanjutnya kode warna tersebut diklasifikasikan sesuai dengan keadaan lapang dimana TSS, TDS serta kedalaman akan menjadi parameter yang menentukan warna air tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Standar Operasi dan Prosedur (SOP) pengambilan sampel gambar menggunakan penginderaan jauh pada Waduk Selorejo; mengetahui bagian waduk yang memiliki nilai TSS tinggi; dan mengetahui pengaruh TSS, TDS, dan kedalaman terhadap indeks warna. Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuatitatif digunakan untuk menggambarkan tingkat kualitas air pada indeks warna yang berbeda. Pengambilan gambar dilakukan pada sepuluh titik pada waduk. Proses analisis menggunakan program Colour Picker. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa SOP pengambilan sampel gambar dan air pada Waduk Selorejo dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan agar terhindar dari perubahan kualitas air. TSS pada bagian tepi waduk lebih tinggi daripada bagian tengah. TSS dapat diprediksi, sedangkan kedalaman dan TDS tidak dapat diprediksi dengan indeks warna.
Karakteristik Bioplastik Berbahan Dasar Limbah Cair Tahu (Whey) dengan Penambahan Kitosan dan Gliserol Bambang Rahadi; Putri Setiani; Robert Antonius
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.746 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.02.5

Abstract

Penggunaan plastik telah banyak membantu kehidupan manusia, namun saat ini keberadaanya dialam berada dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Mayoritas plastik yang bersifat sekali pakai serta proses penguraian yang lambat membuat plastik menumpuk dan mencemari lingkungan. Disisi lain, Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi tahu yang tinggi. Produksi tahu menghasilkan whey yang biasa dibuang dan mencemari lingkungan. Alternatif penyelesaian terhadap dua masalah ini melalui pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan variasi terbaik bioplastik dari limbah cair tahu dengan penambahan kitosan dan gliserol. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dua faktor (massa kitosan dan volume gliserol) dengan 9 variasi perlakuan. Karakterisasi bioplastik dilakukan terhadap parameter ketebalan, sifat mekanik, dan daya serap air. Hasil analisa menunjukkan hasil karakterisasi terbaik terdapat pada bioplastik perlakuan kitosan 2.3 g dan gliserol 1.5 mL atau K2G2. Variasi K2G2 yang memiliki rerata ketebalan 0.056 mm, kuat tarik sebesar 0.1625 kgf.cm-2, perpanjangan putus sebesar 45%, modulus elastisitas sebesar 0.0036 kgf.cm-2, dan daya serap air sebesar 26.08%.