Retno Anggraini
Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KERN

PERUBAHAN STRUKTUR MIKRO BETON PASCA BAKAR DENGAN PERBEDAAN PROSES PENDINGINAN Anggraini,, Retno; S, Edhi Wahyuni
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada studi kasus gedung pasca kebakaran, perlu diketahui tentang kekuatan struktur beton khususnya perbandingan kuat tekan sisa beton akibat temperatur tinggi suhu pembakaran pada saat kondisi pendinginan tanpa penyiraman dan kondisi pendinginan disertai penyiraman serta keadaan beton (perubahan warna, kerusakan, perubahan struktur mikro) yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan temperatur pada benda uji yaitu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C dengan faktor air semen tetap pada umur setelah 28 hari akan dilakukan penyiraman setelah beton dibakar pada suhu yang telah ditetapkan. Proses pembakaran dilakukan menggunakan burner dengan kapasitas suhu maksimum 1000oC dan dimensi 2x1,5x1,5 m. Dari analisa regresi diperoleh persamaan regresi kuadratik ganda yang menunjukkan bahwa kuat tekan menurun seiring dengan adanya peningkatan suhu (suhu pembakaran). Terjadi perubahan warna pada beton setelah mengalami pembakaran di setiap suhu yaitu pada suhu 200oC warna beton berubah menjadi abu–abu keputihan, suhu 400oC warna beton menjadi coklat, suhu 600oC warna beton menjadi coklat susu dengan bintik-bintik merah tua dan suhu 800oC warna beton menjadi putih. Dari hasil pengujian X-Ray Fluorescence terlihat bahwa setelah beton mengalami perubahan temperatur maka akan terjadi perubahan susunan unsur kimia dalam beton, hal ini dimungkinkan pada suhu tinggi unsur tersebut bereaksi atau mengalami pengikatan dengan unsur lainnya.Kata kunci: temperatur tinggi, cara pendinginan, X–Ray Fluorescence (XRF)
HUBUNGAN POROSITAS DAN KUAT TEKAN BATAKO DENGAN PENGGUNAANPHYROPILIT SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEMEN Anggraini, Retno
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber mineral di Jawa Timur yang belum banyak dimanfaatkan adalah mineral phyropilit. Phyropilit merupakan mineral yang memiliki kandungan silika yang cukup tinggi yaitu sekitar 80%.  Pemanfaatan piropilit diduga dapat menguntungkan pada pembuatan bahan bangunan seperti batako Kuat tekan merupakan salah satu uji mutu dari batako.  Dimana salah satu penentu kuat tekan batako adalah porositasnya. Dengan diketahuinya nilai pori dan kuat tekan batako dapat diketahui hubungan yang terjadi antara kuat tekan batako dan nilai porinya. Dengan uji tekan dan porositas di laboratorium pada benda uji dengan beberapa variasi  piropilit (5, 10, 15, 20% dari berat semen) sebagai bahan pengganti semen dapat diketahui bagaimanakah hubungan yang terjadi antara nilai kuat tekan dan porositas batako guna menentukan mutu dari batako tersebut.  Dengan analisa regresi dapat digambarkan hubungan yang cocok terbentuk serta dengan terbentuknya persamaan regresi dapat diprediksikan kekuatan dari batako tersebut. Dari hasil pengujian diketahui bahwa ternyata hubungan yang terjadi antara nilai pori dan kuat tekan batako adalah erat sekali. Dimana dapat dikatakan bahwa hubungan yang terjadi adalah persamaan linear. Semakin kecil nilai pori dari batako seiring dengan penambahan variasi phyropilit yang digunakan akan berakibat pada meningkatnya nilai kuat tekan batako.  Dimana hubungan yang terjadi dapat ditentukan berdasarkan persamaan y = -0,7968x + 2,7011 dengan x adalah nilai pori terjadi. Hal ini seiring dengan hipotesis awal bahwa nilai kuat tekan batako diantaranya disebabkan oleh tingkat kepadatan dari batako tersebut seiring dengan peningkatan variasi phyropilit sehingga dengan menurunya nilai pori merupakan wujud meningkatnya kepadatan batako. Dengan persamaan yang terbentuk dapat diprediksikan mutu dari batako tersebut.Kata kunci : kuat tekan, porositas, batako, phyropilit,