Nurina Titisari
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Penggunaan ekstrak semanggi air (Marsilea crenata) sebagai sumber fitoestrogen terhadap gambaran darah tikus (Rattus norvegicus) Nurina Titisari; Ahmad Fauzi; Pratiwi Trisunuwati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.415 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.1.11-12

Abstract

Tanaman semanggi air mengandung fitoestrogen yang mungkin dapat berpengaruh terhadap profil darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran darah pada tikus betina setelah pemberian semanggi air. Tikus betina (Rattus norwegicus) sebanyak 30 ekor dalam penelitian ini dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: I (K-) kontrol negatif, II (K+) kontrol positif, III (P1) diberi ekstrak semanggi air 6.25%, IV (P2) diberi ekstrak semanggi air 12.5%, V (P3) diberi ekstrak semanggi air 25% dan VI (P4) diberi ekstrak semanggi air 50%. Ekstrak etanol semanggi air diberikan peroral selama 21 hari pascapenyerentakkan berahi menggunakan prostaglandin 2 alfa dua hari sebelumnya. Profil darah lengkap diperiksa sesudah perlakuanpada parameter White Blood Cell (WBC), Red Blood Cell (RBC), Hemoglobin (Hb) dan Packed Cell Volume (PCV). Hasil analisa menunjukkan bahwa WBC, RBC, Hb dan PCV pada darah tikus menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan diantara kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian ekstrak semanggi tidak mempengaruhi profil hematologi tikus.
Amputasi kaki depan pada kucing domestik Ahmad Fauzi; Nurina Titisari; Permadi Kusuma Pradana
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.1-2

Abstract

Amputasi kaki depan adalah salah satu tindakan operasi yang dilakukan pada seekor kucing akibat adanya trauma pada kaki depan yang tidak mungkin untuk disembuhkan. Seekor kucing domestic short hair jantan berusia 1 tahun tidak dapat berjalan, dibawa oleh klien ke Rumah Sakit karena tertabrak kendaraan satu minggu sebelumnya. Kondisi luka terbuka pada kaki depan kanan mengalami abses dan berbau busuk. Krepitasi teraba pada tulang yang mengarah ke kondisi fraktur pada tulang radius ulna. Operasi amputasi kaki depan diambil sebagai langkah untuk menyelamatkan kehidupan pasien. Terapi post operasi yang diberikan antara lain analgesik, NSAID, antibiotik, dan multivitamin. Luka pascaoperasi sembuh dengan baik dan tidak ada komplikasi. Kucing mulai belajar berjalan menggunakan ketiga kaki yang lain pada hari ketiga.