Ahmad Fauzi
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Pengetahuan pemilik anjing di kota malang terhadap penyakit zoonosis Aldila Noviatri; Dian Vidiastuti; Ahmad Fauzi; Muhammad Arfan Lesmana
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.411 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.1.5-6

Abstract

Anjing merupakan salah satu hewan kesayangan yang dapat menularkan penyakit zoonosis kepada manusia. Pengetahuan pemilik anjing peliharaan akan pencegahan penularan penyakit zoonosis diperlukan agar dapat menurunkan tingkat kejadian penularan penyakit zoonosis dari anjing ke manusia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesadaran pemilik anjing tentang penyakit zoonosis dan pencegahan penularan penyakit zoonosis dari anjing manusia di Kota Malang. Sebagian besar pemilik anjing di Kota Malang telah mengetahui jenis penyakit zoonosis yang ditularkan oleh anjing ke manusia, dan sebagian besar telah menerapkan cara pencegahan penularan penyakit tersebut. Sebagian besar pemilik hewan telah menerapkan vaksinasi sebagai tindakan pencegahan kejadian penyakit pada anjing.
Penggunaan ekstrak semanggi air (Marsilea crenata) sebagai sumber fitoestrogen terhadap gambaran darah tikus (Rattus norvegicus) Nurina Titisari; Ahmad Fauzi; Pratiwi Trisunuwati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.415 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.1.11-12

Abstract

Tanaman semanggi air mengandung fitoestrogen yang mungkin dapat berpengaruh terhadap profil darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran darah pada tikus betina setelah pemberian semanggi air. Tikus betina (Rattus norwegicus) sebanyak 30 ekor dalam penelitian ini dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: I (K-) kontrol negatif, II (K+) kontrol positif, III (P1) diberi ekstrak semanggi air 6.25%, IV (P2) diberi ekstrak semanggi air 12.5%, V (P3) diberi ekstrak semanggi air 25% dan VI (P4) diberi ekstrak semanggi air 50%. Ekstrak etanol semanggi air diberikan peroral selama 21 hari pascapenyerentakkan berahi menggunakan prostaglandin 2 alfa dua hari sebelumnya. Profil darah lengkap diperiksa sesudah perlakuanpada parameter White Blood Cell (WBC), Red Blood Cell (RBC), Hemoglobin (Hb) dan Packed Cell Volume (PCV). Hasil analisa menunjukkan bahwa WBC, RBC, Hb dan PCV pada darah tikus menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan diantara kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian ekstrak semanggi tidak mempengaruhi profil hematologi tikus.
Amputasi kaki depan pada kucing domestik Ahmad Fauzi; Nurina Titisari; Permadi Kusuma Pradana
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.1-2

Abstract

Amputasi kaki depan adalah salah satu tindakan operasi yang dilakukan pada seekor kucing akibat adanya trauma pada kaki depan yang tidak mungkin untuk disembuhkan. Seekor kucing domestic short hair jantan berusia 1 tahun tidak dapat berjalan, dibawa oleh klien ke Rumah Sakit karena tertabrak kendaraan satu minggu sebelumnya. Kondisi luka terbuka pada kaki depan kanan mengalami abses dan berbau busuk. Krepitasi teraba pada tulang yang mengarah ke kondisi fraktur pada tulang radius ulna. Operasi amputasi kaki depan diambil sebagai langkah untuk menyelamatkan kehidupan pasien. Terapi post operasi yang diberikan antara lain analgesik, NSAID, antibiotik, dan multivitamin. Luka pascaoperasi sembuh dengan baik dan tidak ada komplikasi. Kucing mulai belajar berjalan menggunakan ketiga kaki yang lain pada hari ketiga.