Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Intelektualita

MANAJEMEN PEMBINAAN KARAKTER ANAK MELALUI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI MIN TUNGKOP ACEH BESAR Nurussalami Nurussalami
Intelektualita Vol 11, No 02 (2022): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan karakter anak melalui Program ekstrakurikuler di MIN Tungkop Aceh Besar dengan tujuan yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungko Aceh Besar, untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik melalui Program ektrakurikuler di MIN Tungkop Aceh Besar, untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungko Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, maka hasilnya dapat dirangkum, sebagai berikut: Bentu-bentuk pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di MIN Tungko Aceh Besar antara lain: kegiatan keagamaan, upacara bendera, kegiatan SKJ, kegiatan kepramukaan. Rancangan dan pelaksannaan Pembinaan karakter di MIN Tungkop Aceh Besar dirancang dengan menyesuaikan semua kegiatan sekolah baik intrakurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler terhadap visi sekolah yaitu menjadikan anak didiknya bertakwa kepada Allah SWT. Pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungkop Aceh Besar dilaksanakan melalui beberapa kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian, kegiatan ko-kurikuler, kegiatan keseharian di rumah, pemberian waktu tambahan untuk kegiatan ekstrakurikuler dan juga bekerja sama dengan pihak keluarga dan sekolah. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungko Aceh Besar diantara lain faktor pendukung: antusias dan semangat peserta didik, kerja sama, kekompakan semua pihak, dukungan orang tua, keteladan guru, komunikasi yang baik antara siswa dan guru, alokasi waktu yang cukup. Sedangkan faktor penghambat: kurangnya tenaga pendidik untuk kegiatan ekstrakurikuler, perbedaan latar belakang keluarga, adanya beberapa peserta didik yang dibimbing, dan hal itu mempengaruhi temannya, pergaulan anak, jarak rumah peserta didik dan guru jauh dan Keterbatasan sarana dan prasarana dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
STRATEGI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBINAAN KINERJA GURU DI SMAN 12 BANDA ACEH Nurussalami Nurussalami; Nonadya Muharrafah
Intelektualita Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan kinerja guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Melalui supervisi ini, guru dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya, sehingga kualitas pembelajaran dan kinerjanya dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui perencanaan supervisi klinis kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru di SMAN 12 Banda Aceh, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan supervisi klinis kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru di SMAN 12 Banda Aceh, (3) Untuk mengetahui peluang dan tantangan supervisi klinis kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru di SMAN 12 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan  deskriptif.  Teknik  pengumpulan  data dilakukan  melalui  observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah dan 2 orang guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perencanaan supervisi klinis, kepala sekolah melakukan langkah-langkah seperti menentukan tujuan supervisi klinis, mengumpulkan informasi, menentukan fokus supervisi klinis untuk setiap guru, menyusun rencana tindakan yang spesifik, menetapkan jadwal supervisi klinis, dan mengadakan pertemuan supervisi klinis. Pelaksanaan supervisi klinis terdiri dari tiga tahap yaitu pertemuan awal, observasi, dan pertemuan balikan. Tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam supervisi klinis adalah masalah komunikasi, kurangnya kerjasama, masalah teknis, dan tantangan waktu. Namun, supervisi klinis juga memberikan peluang untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kualitas pembelajaran, mengidentifikasi masalah, meningkatkan hubungan  antara guru dan kepala sekolah, serta pengembangan profesional guru.