Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbandingan Penurunan Konsentrasi Mangan dalam Larutan Aqueous menggunakan Limbah Kulit Nangka dan Kulit Jengkol Trisfa Augia; Dendi Adi Saputra; Aliffa Oktanofrida Hade
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.82-92.2026

Abstract

Pencemaran mangan (Mn) dalam air dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan, sehingga diperlukan metode pengolahan yang efektif dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan limbah kulit nangka dan kulit jengkol dalam menurunkan konsentrasi mangan terlarut dalam larutan aqueous. Percobaan dilakukan dengan menambahkan 1 g biomassa ke dalam larutan MnSO4 artifisial, selama 30 menit kemudian difiltrasi untuk memperoleh fraksi mangan terlarut. Variasi perlakuan meliputi arang kulit jengkol tanpa aktivasi, pelet kulit nangka, serbuk kulit nangka (100 mesh), biochar kulit nangka, serta manganese greensand sebagai pembanding. Konsentrasi Mn dianalisis menggunakan metode spektrofotometri serapan atom, dan data diuji secara statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan arang kulit jengkol menurunkan konsentrasi Mn sebesar 4,81%. Serbuk kulit nangka dan biochar kulit nangka menunjukkan efisiensi penurunan tertinggi, masing-masing sebesar 65,4% dan 69,1%. Terdapat perbedaan signifikan antara perlakuan menggunakan kulit jengkol dan kulit nangka. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara serbuk kulit nangka dan biochar. Perlakuan lainnya tidak berbeda signifikan terhadap kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah kulit nangka berpotensi sebagai bahan adsorben yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pengolahan air tercemar mangan. Ukuran partikel dan luas permukaan biomassa berperan penting dalam penurunan mangan terlarut.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGERING TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHA KERUPUK UBI DI KECAMATAN KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM Adly Havendri; Dendi Adi Saputra; M. Eka Satria; Syafi’i Syafi’i
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 1 No. 4.b (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peningkatan nilai tambah ubi kayu dapat dilakukan dengan cara penganekaragaman produk olahan ubi kayu menjadi bahan setengah jadi (produk antara) yang selanjutnya dapat langsung dipasarkan atau menjadi produk makanan siap saji. Saat ini, di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam usaha penganekaragaman produk olahan ubi kayu banyak dilakukan oleh industri skala rumah tangga (IRT). Namun, dalam proses pengolahannya beberapa IRT masih menggunakan teknologi sederhana sehingga produktivitas dan pendapatan usaha terbatas pada kemampuan teknologi yang digunakan. IRT Erna (mitra) masih menggunakan metode pengeringan konvensional berupa pengeringan melalui panas matahari. Hal ini akan menyebabkan ketergantungan produksi kerupuk ubi terhadap perubahan cuaca. Ketersediaan teknologi pengering dengan menggunakan panas buatan sebagai pengganti panas matahari belum mampu menjadi solusi pengering kerupuk ubi bagi IRT pengolah kerupuk ubi di Sumatera Barat. Kerupuk ubi yang dikeringkan secara paksa menyebabkan ketidakmerataan suhu pengeringan pada produk kerupuk ubi. Untuk itu, perlu dilakukan introduksi teknologi pengering tenaga surya yang dirancang berdasarkan kebutuhan mitra. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa teknologi yang diintroduksikan mampu meningkatkan produktivitas produksi kerupuk ubi hingga 2 kali lipat dari proses produksi dengan menggunakan teknologi konvensional sebelumnya.
PENYEDIAAN ENERGI LISTRIK DARURAT DAN PENANGANAN KRISIS AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI KABUPATEN PESISIR SELATAN Dendi Adi Saputra M; Devi Chandra; Eka Satria; Adjar Pratoto; Febrin Anas Ismail; Fauzan Fauzan; Abdul Hakam; Bambang Istijono
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v8i2.851

Abstract

The purpose of this community service activity is to assist the recovery of social activities and address the crisis of electricity and clean water following the flash floods in Pesisir Selatan Regency, particularly in Kampung Langgai and Barung-Barung Balantai Health Center, which were the most severely affected areas. The methods employed included conducting a needs assessment survey of the affected communities, procuring and installing a 5.5 kW generator set at Nurul Wahidah Mosque as a social center, distributing ten solar-powered lamps to residents’ homes, and rehabilitating the clean water system at the health center by replacing the water pump and installing new piping networks from the ring well and Pamsimas sources. Additionally, training was provided on the operation and maintenance of electrical equipment, along with socialization on the importance of clean water to prevent post-flood diseases. The results demonstrated a significant improvement in access to electricity and clean water in the affected areas. The mosque resumed its function as a center for social activities, homes and roads received adequate lighting, and health services at the health center became fully operational again. The conclusion of this activity is that appropriate technology-based interventions, such as the provision of generator sets, solar lamps, and water filtration system repairs, are effective in supporting post-disaster recovery and enhancing community resilience. The sustainability of the program can be strengthened through regular training and cross-sector collaboration to build resilient infrastructure in disaster-prone areas.