Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Analisa kinerja mesin kemas primer dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) di sebuah industri farmasi Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.174 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8003

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagaram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.
Penerapan metode balanced scorecard untuk penentuan key performance indicator di Departemen Production Engineering (Studi kasus pada perusahaan farmasi PT. X) Donny Setiawan; Muhammad Julian Syaputra; Yan Kurnia Hadi; Zulfa Fitri Ikatrinasari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8004

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan penentuan Key Performanced Indicator (KPI) melalui 4 perspektif Balanced Scorecard untuk perbaikan sistem penilaian kinerja di departemen Production Engineering di perusahaan farmasi yang ada di Tangerang. Balance Scorecard termasuk alat manajemen untuk mengimplementasikan strategi dan mengukur kinerja dengan 4 perspektif faktor. KPI inilah yang menjadi alat ukur kinerja efektif bagi organisasi dan manager dalam memberikan penilaian kinerja tahunan untuk semua karyawan yang selaras dengan visi, misi dan strategi organisasi. Dari hasil total score balance, diperoleh skor A yakni 0.915 yang berdasarkan grade system nilai tersebut (>0.90 ~ 1.00), untuk indikator KPI performance patrol achievement, dan maintenance sudah mencapai target 100%.
Analisa kinerja mesin kemas primer, dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) dalam industri farmasi (Studi kasus PT. MAP) Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7991

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.