Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERANCANGAN SIMULASI LACAK BALAK / CHAIN OF CUSTODY MATERIAL PULP DENGAN SKEMA COC – FSC DI INDUSTRI KERTAS : STUDY KASUS IKPP TANGERANG MILL YOPPY M. HARTIWO; ERRY RIMAWAN
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.089 KB)

Abstract

PT. Indah Kiat Pulp & Papar (IKPP) salah satu industri kertas yang mempunyai pasar terbesar untuk eksport. Permintaan konsumen kertas dewasa ini sudah bukan hanya mutu, harga dan pengiriman akan tetapi  sudah merambah ke penerapan sustainable manufacture yaitu meliput lingkungan, ekonomi dan sosial. Salah satu bagian penerapan Sustainable manufacture yaitu mengenai lingkungan yaitu penerapan lacak kayu / Chain of Custody – Forest Stewardship Council (COC – FSC), dimana hasil produk hutan bisa tertelusur hingga sampai ke hutan yang bertanggung jawab/ tersertifikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi rantai pasok material pulp yang dipakai di IKPP dari hutan asal kayu hingga menjadi produk kertas. Hasil ketertelusuran lacak balak / Chain of Custody untuk IKPP akan menjadi tahap awal dalam sertifikasi untuk COC – Forest Stewardship Council
Analisa kinerja mesin kemas primer dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) di sebuah industri farmasi Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.174 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8003

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagaram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.
Analisa kinerja mesin kemas primer, dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) dalam industri farmasi (Studi kasus PT. MAP) Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7991

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.
Total Productive Maintenance (TPM) pada perawatan mesin grinding menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE) Rommy Febri Prabowo; Hendrik Hariyono; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8001

Abstract

PT. VDHI bergerak pada industri industri jasa permesinan, perusahaan akan mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi keefektifan mesin dan analisis terhadap aktivitas maintenance untuk proses grinding dalam penerapan Total productive maintenance (TPM). Penelitian bertujuan mengukur tingkat efektivitas peralatan total proses produksi, menentukan faktor penyebab nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rendah dan mengidentifikasi kerugian/losses yang terjadi, memberikan usulan perbaikan penerapan TPM. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin Grinding periode Juli – Agustus 2019 dengan rata rata 90.73% masih dibawah standar nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dengan penyebab oleh Quality ratio rendah yang masih di bawah standard JIPM yaitu dengan rata -rata 98,54%. Perusahaan dapat mengetahui efektifitas mesin dengan perhitungan tingkat keefektifan peralatan menggunakan Total Productive Maintenance (TPM) berdasarkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), sehingga dapat meningkatkan efektivitas peralatan serta mengeliminasi kerugian besar bagi perusahaan yang dikenal dengan six Big losses.
Penurunan NG flow out & NG ratio pada part bracket comp jack menggunakan metode lean six sigma-DMAIC Deviani Armandhika Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8006

Abstract

PT. Inti Polymetal merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk Sub Assembly untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Secara garis besar tahapan proses produksi Bracket Comp Jack terdiri dari lima proses yaitu tahap sharing di Line Raw Material, proses Stamping di Line Small Press, Tahap Spot Welding di Line Assy Welding dan Tahap Pengecekan di Line Final Inspection. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan di Line Assy Welding dimana Line tersebut yang memproduksi part Bracket Comp Jack dan Line Final Inspection. Berdasarkan data NG Outflow & NG Ratio pada periode Juli s/d Desember 2017 diperoleh jenis defect Spot lepas sebesar 57 pcs dan jumlah defect Internal proses sebesar 32.325 PPM yang setara dengan sigma level 3,3. Setelah di terapkan metode six sigma jumlah NG Outflow nihil (0 pcs) dan tingkat kecacatan produk dapat diturunkan menjadi 7.500 PPM yang setara dengan sigma level 4.
GOOD DESIGN AND MANUFACTURE TO GET A GOOD RELIABILITY OF RENEWABLE ENERGY POWER PLANT Guntur Pratama Putra; Erry Rimawan
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 9, No 3, (2017): OE November 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Easier access to the global marketplace today makes local product competition with products from the global market increasing, pushing designers better to make machines as efficient as possible while still paying attention to their reliability. In obtaining good reliability, from the design stage of the machine and its manufacture must have root cause analysis that can help to guide design and manufacturing processes. However, for renewable energy fields, it is very difficult to build from the beginning as raw materials come from overseas acquired in the global market. In the domestic raw material is processed creatively to gain added value of the product and make it a superior product that is installed and marketed locally. Photovoltaic monitoring will independently keep the grid stable and conceptual able to monitor the health of every photovoltaic photo for its reliability can also be maintained. Good design with good manufacturing will also increase the reliability of solar power plants, with the appropriate field-based design and appropriate installation procedures in the root analysis of the problem increase significant reliability.
PENURUNAN REJECT CLAIM MARKET TERHADAP PLATE BENGKOK PADA BATTERY TYPE YTZ4V DENGAN METODA DMAIC-FAULT TREE ANALYSIS Fidin Saptaaji; Erry Rimawan
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 9, No 3, (2017): OE November 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every industry is no exception, the battery industry has a quality standard with priority to reduce reject claims in order to get cost savings and increase consumer confidence. The purpose of this study was to determine the factors causing the high reject claim of bengkok market plate with six sigma (DMAIC) and Fault Tree Analysis (FTA) suppression. The result is a corrective step and standardization to minimize the occurrence of a reject plate group in the future. DMAIC stages include Define, through sampling data collection in Jan-Dec 2016, it is known that the reject claim from Plate Bending is 41 PPM. Step 2 Measure, process reject data and number of claim reject and set improvement targets. Step 3 Analyze, benchmarking cassette A and Cassette B types from the results of FTA analysis, Step 4 Improve, set and standardize changes in dimensions of Cassette Type B by changing the partition part edge L and edge R from C3mm to R4mm from the value of Cp = 1.58, Cpk = 0.63 becomes Cp 2.32 and Cpk 2.23. Step 5 Control, after getting the specified dimensions the value of 29.5 ppm drops to 4 ppm with a target standard of 18 ppm and a decrease in the cost saving of the company is 455.5 KUSD/Year.
IMPROVEMENT OF BUSINESS PROCESS MODELING IN SMALL AND MEDIUM INDUSTRIES (SMIS) TO SUSTAIN IN GLOBAL ECONOMIC COMPETITION Agung Haryono; Erry Rimawan
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 9, No 1, (2017): OE Maret 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to analyze how Business Process Modelling (BPM) can be develop and improve in SMIs. Business Process Modeling have been the one of important strategy adopted by organizations around the world especially in Small and Medium Industries to sustain in global economic competition 2017. Successful implementation of these depends on applicability and business functional process effectiveness. BPM success also depends on organizational Business Process Improvement (BPI). This paper presents a benchmark process of BPM in Small and Medium Industry (SMI) perspectives especially in Steel fabricator SMI. And it creates new BPM in other SMI to become lean business in organizational structural. It includes a review of financial performance in SMI to decrease business process cost and get higher profit, findings of research accomplished via interviews with people in board of director and shareholder. 
ANALISIS PENGUKURAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA PROSES PACKAGING DI LINE 2 (STUDI KASUS PT. MULTI BINTANG INDONESIA. TBK) Erry Rimawan; Agus Raif
SINERGI Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.937 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2016.2.008

Abstract

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk bergerak dalam bidang industri pembuatan minuman, dimana perusahaan tersebut berproduksi berdasarkan besarnya permintaan dari costumer yang merupakan kantor-kantor pemasaran yang telah tersebar berbagai daerah di Indonesia. Dalam tahap proses packaging di PT.MBI melalui dengan 3 line diantaranya racking line, canning line, bottling line. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai overall equipment effectiveness (OEE) dan Losses yang paling berpengaruh dari six big Losses OEE yang terfokus pada peralatan atau mesin secara keseluruhan menjadi satu kesatuan yaitu pada lini Line 2, yang kemudian akan diketahui akar penyebab losses yang terjadi dari penelitian selama dilapangan. Dari hasil perhitungan overall equipment effectiveness (OEE) terdapat dua rasio yang masih kurang baik dan berada dibawah standar kelas dunia, adapun rasio tersebut yaitu avaibility sebesar 88,85% dari standar kelas dunia sebesar 90% dan performance ratio sebesar 78,51% dari standar kelas dunia sebesar 95%, sedangkan untuk quality ratio telah masuk standar kelas dunia yaitu sebesar 99,90%. Sehingga dengan demikian nilai OEE pada lini Line 2 masih berada dibawah standar kelas dunia. Pada penelitian ini hanya terdapat lima losses yang dapat diidentifikasi, dan adapun losses yang sangat berpengaruh yaitu pada Reduced Speed Losses, losses ini menyumbang nilai tingkat presentase losses terbesar yakni 19,12%, dari hasil penelitian losses ini terjadi karena adanya sistem pengawasan yang jelek (kurang baik) yang menyebabkan karyawan atau operator tidak melakukan pekerjaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
PENGARUH PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS TERHADAP EFIKASI DIRI DAN KECERDASAN EMOSIONAL M. Al Musadieq; Erry Rimawan; Angga Dwi Mulyanto; Agung Surya Mahendra
SINERGI Vol 20, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.156 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2016.3.004

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap efikasi diri dan kecerdasan emosional pada pramuwisata di provinsi Nusa Tenggara Barat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 pramuwisata yang diambil dari 653 populasi dengan menggunakan teknik stratified proportionate random sampling. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemberdayaan psikologi berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri dan kecerdasan emosional. Semakin baik pemberdayaan psikologi pramuwisata semakin baik pula efikasi diri dan kecerdasan emosional pramuwisata. Selain itu, efikasi diri juga berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosional pramuwisata, di mana semakin baik efikasi diri pramuwisata maka akan semakin baik pula kecerdasan emosional pramuwisata.