Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi Masker Gel Peel-Off Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.) Sani E Priani; Irma Irawati; Gita C. E. Darma
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.371 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7905

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) mengandung senyawa xanton yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Manggis (FEAKBM) memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan fraksi air dan n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan mengarakterisasi sediaan masker gel peel-off mengandung FEAKBM. Masker gel peel-off diformulasi menggunakan Polivinil Alkohol (PVA) dan Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) sebagai gelling agent. Uji aktivitas antioksidan dari fraksi dan sediaan dilakukan secara in-vitro dengan uji peredaman DPPH. Terhadap sediaan dilakukan evaluasi pH, viskositas, daya sebar, dan waktu mengering. Fraksi etil asetat kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi dengan nilai IC50 19,240 µg/mL. Formula optimum basis masker gel mengandung PVA 14% dan HPMC 1%. Sediaan masker gel peel-off  stabil berdasarkan uji stabilitas fisik pada suhu 40 oC selama 28 hari penyimpanan. Sediaan masker gel peel-off mengandung FEAKBM 1% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai persen inhibisi 53,57±0,591. Kata kunci: Fraksi etil asetat, kulit buah manggis, masker gel peel-off
PENINGKATAN TERTIB ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DI DESA GRUJUGAN KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP Irma Irawati; Enza Resdiana
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v2i1.3538

Abstract

Berkaitan dengan kebijakan pemerintah melaksanakan reformasi birokrasi sebagai upaya untuk meletakkan kembali seluruh jajaran birokrasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia Sejalan dengan hal tersebut kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah daerah, bahwa penyelenggaraan pemerintah daerah diharapkan dapat melaksanakan percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan publik dengan lebih baik dan efisien. Diharapkan peran aparat pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat besar, karena aparatlah yang merencanakan, melaksanakan hingga mengawasi setiap kegiatan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Pemerintahan desa saat ini dituntut untuk mempunyai sistem administrasi yang baik agar bisa melayani kebutuhan publik dan menjalankan tugas administratif yang dibebankan negara. Institusi pemerintah Desa saat ini dituntut untuk mempunyai sistem administrasi yang baik. Pengelolaan administrasi desa masih belum tertib dan kurang memadai, antara lain kegiatan surat-menyurat, pelaporan dan pengarsipan jam pelayanan tidak jelas. Dan penggunaan balai desa tidak dipakai secara maksimal yaitu pelayanan banyak dilakukan di rumah kepala desa. Kata Kunci: Tertib Administrasi, Pengelolaan Administrasi, Pemerintah Desa