Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Penyuluhan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) di SDN 04 Dawuhan Sengon Tsabitah, Ghina Ishmah; Ilun Mualifah
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste management in Indonesia is becoming more complicated and is now a serious problem that affects the environment and public health. A lack of awareness and knowledge about proper waste management makes waste a source of loss. This study aims to improve the awareness and skills of elementary school students at SDN 4 Dawuhan Sengon in managing waste through education on the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle). A qualitative method using direct observation and surveys was used to explore students' understanding and behavior regarding waste management. The education sessions involved explaining the principles of 3R and practicing waste sorting based on color and type of bottles, as well as working with waste collectors to ensure waste can be recycled and provides economic benefits. The results showed active student participation in the sorting process and an increase in environmental awareness. This approach is hoped to become an effective model for addressing local waste problems through education and community-based management.
Pembuatan Ecobrick sebagai Bentuk Ramah Lingkungan dalam Mengembangkan Motorik Halus pada Anak Usia Dini 4-6 Tahun di Desa Jatirejo Kabupaten Pasuruan Lilis Nabila Aisyah; Ilun Mualifah
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i4.2746

Abstract

This study aims to describe the implementation of ecobrick activities as an environmentally friendly initiative and as a strategy to enhance fine motor development in early childhood aged 4-6 years in Jatirejo Village, Pasuruan Regency. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, documentation, and hands-on ecobrick practice. The findings indicate that the ecobrick process-which includes collecting plastic waste, washing, drying, cutting, inserting plastic pieces into bottles, and compressing the contents-effectively improves children’s fine motor skills, particularly in hand-eye coordination, finger strength, accuracy, and cutting ability. Children demonstrated positive responses, including high enthusiasm, curiosity, and increased awareness of environmental preservation. The activity also strengthened children’s social development through cooperation, communication, and shared responsibility. Overall, ecobrick activities function not only as an innovative waste-management solution but also as an educational medium that holistically supports child development and instills environmental awareness from an early age.
EFEKTIVITAS KEGIATAN EKSPERIMEN AIR DALAM PEMAHAMAN SAINS KONSEP TERAPUNG DAN TENGGELAM ANAK USIA DINI KELOMPOK B1 DI RA MASJID AL-AKBAR Syafa’atul Udhmah; Ilun Mualifah
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui eksperimen berbasis air, studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar ilmu pengetahuan di kalangan ank-anak usia 5 hingga 6 tahun tentang konsep benda terapung dan tenggelam. 23 siswa dari kelompok B1 di RA Masjid Al—Akbar Surabaya adalah subjek dari studi ini, yang menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Eksperimen sederhana dengan air dan barang-barang sehari-hari digunakan untuk menjalankan proses pembelajaran. Observasi langsung, dokumentasi aktivitas, dan pencatatan reaksi anak-anak selama proses adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Untuk melihat bagaimana pemahaman anak-anak berubah, data dianalisis secara deskriptif. Menurut peneliti, sebelum melakukan studi banyak anak yang tidak mampu memahami makna ilmiah dari mengapung dan tenggelam. Setelah menyelesaikan eksperimen kemapuan anak-anak untuk mengklafikasikan barang berdasarkan apakah mereka mengapung atau tenggelam dan memberikan penjelasan sederhana berdasarkan pengamatan mereka meningkatkan secara signifikan. Hasil ini menunjukkan seberapa baik pembelajaran melalui percobaan nyata mendukung kognisi anak-anak usia dini.