Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KOMPARASI METODE SAW, TOPSIS DAN WEIGHTED PRODUCT DALAM PENENTUAN PEMBERIAN KREDIT ANGGOTA KOPERASI KARYAWAN Muhamad Harun
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 8 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v8i3.2152

Abstract

Loans to employees can be assessed as a form of support to foster loyalty and work enthusiasm, but on the other hand employee cooperatives entrusted with managing mandatory savings funds must be able to take into account the credit worthiness value without being subjective in order to minimize the possibility of bad credit risk so that the goal long-term member welfare can be achieved and business can run well. Comparisons using the SAW, Topsis and Weighted Product methods in determining the granting of credit to members of cooperatives employees play an important role in providing fast, precise and accurate information to determine credit granting decisions.
PARATE EXECUTIE HAK TANGGUNGAN(Studi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor: 561/Pdt.G/2019/PN Jkt.Utr) Hariansyah, M. Rizqy Yudha; Muhamad Harun
Al-muamalah Vol 10 No 2 (2024): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muamalah.v10i2.26278

Abstract

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam menangani perkara Nomor 561/Pdt.G/2019/PN Jktk.Utr tentang parate executie Hak Tanggungan berpendapat bahwa segala keberatan atas suatu pelelangan suatu objek jaminan haruslah diajukan dalam bentuk perlawanan dan bukan dengan memasukkan gugatan, disamping itu juga adanya konflik norma antara Pasal 6 UUHT dengan Pasal 224 HIR, sedangkan pelaksanaan eksekusi hak tanggungan berdasarkan Pasal 6 UUHT merupakan kewenangan yang diberikan undang-undang kepada kreditur untuk menjual Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri manakala debitur wanprestasi. Berdasarkan uraian tersebut terdapat dua rumusan masalah yaitu: 1. Apa faktor pertimbangan yang digunakan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus parate executie hak tanggungan yang dijelaskan dalam Putusan Nomor: 561/Pdt.G/2019/PN Jkt.Utr? 2. Bagaimana perspektif hukum ekonomi syariah terhadap pertimbangan hakim dalam kasusparate executie hak tanggungan yang dijelaskan dalam Putusan Nomor: 561/Pdt.G/2019/PN Jkt.Utr? Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Data yang digunakan berasal dari putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 561/Pdt.G/2019/PN Jkt.UTr tentang parate executie Hak Tanggungan sebagai bahan hukum primer dan peraturan perundang-undangan serta referensi lainnya sebagai bahan hukum sekunder. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik studi pustaka yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilamana ada pihak yang berkeinginan agar eksekusi lelang tersebut ditunda atau dibatalkan maka haruslah diajukan dalam bentuk perlawanan dan bukan dalam bentuk gugatan, kemudian terkait pelaku ghashab dalam hal ini debitur menghalang-halangi objek dari pembeli yang beritikad baik haruslah segara meninggalkan tanahnya tersebut secara sukarela, karena terdapat dosa yang besar bagi pelaku-pelaku ghashab.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT ANGGOTA KOPERASI KARYAWAN PT PELITA CENGKARENG PAPER MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Muhamad Harun
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v7i1.1762

Abstract

Abstract Employee cooperatives that are trusted to manage mandatory savings funds with the aim of prospering their members must be able to calculate the creditworthiness value without being subjective to minimize the possibility of bad credit risk. So a decision support system is needed using the Simple Additive Weighting (SAW) method with 5C analysis, namely Character, Capacity, Capital, Collateral and Conditional of Economy, which is the best solution to calculate quickly, precisely and accurately about the creditworthiness of cooperative members. So that there are no mistakes in decision making that result in bad credit and harm employee cooperatives.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BEASISWA KELUARGA KARYAWAN PT XXX MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PERFORMANCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) Muhamad Harun
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v7i3.1864

Abstract

Pemberikan beasiswa kepada anggota keluarga karyawan yang layak memperolehnya sebagai salah satu bentuk dukungan moril untuk dapat menumbuhkan loyalitas dan semangat kerja dari seluruh karyawan menggunakan model Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) merupakan solusi terbaik untuk memperhitungan secara cepat, tepat dan akurat tentang kelayakan penerima beasiswa. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan dan menjamin perlakuan yang adil serta memuaskan bagi para karyawan.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN PINJAMAN KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT Muhamad Harun
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v8i1.2018

Abstract

Karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan. Karyawan yang diberikan pinjaman merasabahwa perusahaan peduli dengan keadaan mereka dan karyawan yang sehat secara finansialcenderung lebih fokus dan produktif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Maka di butuhkansistem pendukung keputusan menggunakan Metode Weighted Product (WP) untukmemperhitungan secara cepat, tepat dan akurat tentang kelayakan penerima pinjaman. Sehinggatidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang mengakibatkan kredit macet yangmenghambat kas perusahaan dan efisiensi operasional bisnis.
KOMPARASI METODE SAW, TOPSIS DAN WEIGHTED PRODUCT DALAM PENENTUAN PEMBERIAN KREDIT ANGGOTA KOPERASI KARYAWAN Muhamad Harun
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v8i3.2152

Abstract

Loans to employees can be assessed as a form of support to foster loyalty and work enthusiasm, but on the other hand employee cooperatives entrusted with managing mandatory savings funds must be able to take into account the credit worthiness value without being subjective in order to minimize the possibility of bad credit risk so that the goal long-term member welfare can be achieved and business can run well. Comparisons using the SAW, Topsis and Weighted Product methods in determining the granting of credit to members of cooperatives employees play an important role in providing fast, precise and accurate information to determine credit granting decisions.
EVALUASI KUALITAS PERANGKAT LUNAK DENGAN ISO/IEC 25010:2011 (STUDY KASUS : APLIKASI FIRST AID PADA PLATFORM ANDROID) Muhamad Harun
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola dan cara kerja manusia untuk mengakses informasi telah berubah menggunakan smartphone. Sehingga mendorong dikembangkannya sistem informasi berkualitas yang dapat diandalkan agar dapat membantu dan mempermudah manusia khususnya dalam bidang kesehatan dengan membuat aplikasi first aid. Kualitas perangkat lunak di nilai sebagai suatu hal yang mempengaruhi kesuksesan perangkat lunak. Maka untuk dapat memperoleh kualitas perangkat lunak yang baik perlu dilakukan evaluasi perangkat lunak berdasarkan Model ISO/IEC 25010:2011 merupakan bagian dari Systems and software Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE) menggantikan ISO/IEC 9126-1:2001 dengan mengkategorikan kualitas produk menjadi karakteristik yang terdiri dari Functional Suitability, Performance efficiency, Compatibility, Usability, Reliability, Security, Maintainability, Portability. Sehingga, dapat membantu pengembang untuk merancang sistem berkualitas tinggi