This Author published in this journals
All Journal LATERNE
SUWARNO IMAM SAMSUL
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MEDIA PUZZLE UNTUK KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS X BAHASA 1 SMAN 1 GEDANGAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN LEMUNG, MARSELINA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PUZZLE MEDIA FOR SKILLS WRITING STUDENT CLASS X SMAN 1 GEDANGAN IN GERMAN LEARNING Marselina Lemung German Language Education, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya, Marselina_lemung@yahoo.co.id Drs. Suwarno Imam Samsul, M.pd German Language Education, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya, Abstract Writing is an activity that people do to produce a writing. A good writing has its distinctly meaningful diantarannya is a one-unit, short and dense and meet the rules of language. Writing can be considered easy when one often practiced writing and can be considered difficult when a new person plunge or practice writing so do not know what to start from. This study uses simple sentences. A simple sentence is a sentence that has a subject element, predicate, and object. At the time of learning to write simple sentences many students have difficulty. The difficulty is caused by several factors namely lack of writing exercise, lack of vocabulary mastery, and ignorance of the meaning of the vocabulary. Therefore one of the learning media used to overcome this is using the media puzzle. The formulation of the problem in this research is "How the response of students of class X Language 1 SMAN 1 Gedangan on learning German language writing skills with the media puzzle" While the purpose of this study is "To Describe Response Students Class X Languages ??SMAN 1 Gedangan of learning skills writing with puzzle media ". This research is a qualitative research. Subjects in this study were students of grade X Language 1 SMA Negeri 1 Gedangan with a total of 33 students. The study was conducted three times face to face. Data collection techniques used are in the form of tests and questionnaire responses of students. The results of this study can increase student learning activities supported by the increase in the average student test results of the first test meeting 8.8, second meeting 93.93, third meeting 94.84 with good category. Questionnaire filling the response of learners in a very good category learning activity with an average of 5.78%. So it can be concluded that the puzzle media can be used in German writing skills. The success can be seen from the results of student tests and positive responses of students in the questionnaire.
MEDIA PERMAINAN MONOPOLI UNTUK PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN NUR HAMIDAH, DAHLIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penguasaan kosakata memiliki peranan penting pada pembelajaran bahasa. Karena semakin banyak kosakata yang dikuasai semakin terampil siswa dalam memproduksi kalimat suatu bahasa. Pada proses pembelajarannya diperlukan media pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media papan permainan monopoli menjadi salah satu alternativ yang dapat digunakan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Apakah media papan permainan monopoli layak digunakan untuk pembelajaran kosakata bahasa jerman? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan media papan permainan monopoli untuk pembelajaran kosakata bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan dan kelayakan media papan permainan monopoli. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh oleh Miles dan Hauberman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa produk papan permainan monopoli. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa media papan permainan monopoli sesuai dengan prinsip-prinsip media grafis, karakteristik media permaianan dan kriteria pemilihan gambar untuk media grafis. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Permainan Monopoli, Kosakata
KESESUAIAN LATIHAN MEMBACA BUKU NETZWERK A1 DENGAN KURIKULUM 2013 HANINDYA PUTRI, DIAZ; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the process of learning a foreign language exercises are needed to achieve learning goals. Netzwerk A1 book has a lot of materials and exercises with levels (Niveau) A1. Exercises must be in accordance with the 2013 curriculum, so it can be used in German language learning. The problem formulation of this research is whether the exercises contained in the Netzwerk A1 book are in accordance with the 2013 curriculum. This research uses a qualitative descriptive method. The Data was collected from reading exercises in Netzwerk A1 of Taskbook section in chapters 4,8, and 10. The data then analyzed to draw conclusions. The aspects analyzed were the theme, vocabulary, and structure from the 2013 curriculum. Based on the results of this research, the reading exercises in the Netzwerk A1 book were mostly in accordance with the 2013 curriculum. But some exercises still did not have suitability. Keywords: Reading Skills, Exercise, Netzwerk A1
PENGEMBANGAN LATIHAN MEMBACA KELAS XII SEMESTER 1 SMAN 12 SURABAYA MELALUI “GOCONQR” YULIASTUTIK, FENI; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterampilan membaca adalah awal untuk memulai keterampilan lainnya seperti mendengar, menulis, dan berbicara. Oleh karena itu peserta didik banyak diberikan latihan membaca oleh guru. Namun, ketersediaan latihan untuk mata pelajaran bahasa Jerman sangat sedikit, apalagi yang berbentuk Computer Based Test. Padahal saat ini pemerintah telah menetapkan ujian sekolah berbentuk CBT. Bahkan beberapa sekolah juga menggunakan CBT untuk penilaian akhir semester (PAS). Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikembangkan latihan membaca ke dalam game edukasi ?Deutsch XII?. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat menggunakan kemajuan teknologi tidak hanya untuk bermain, namun juga belajar. Selain itu, game edukasi ?Deutsch XII? dipilih karena karakteristik peserta didik SMA saat ini merupakan peserta didik yang senang bermain dengan ponsel dan laptop mereka (Generasi Z). Latihan ini berbentuk pilihan ganda untuk peserta didik kelas XII semester 1. Pengembangan latihan membaca ke dalam game edukasi ?Deutsch XII? menggunakan model pengembangan research and development Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini yaitu (1) Pengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Mengembangkan draft produk, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi hasil uji coba. Data diperoleh melalui tes. Kemudian, kualitas soal yang dikembangkan dianalisis melalui uji validitas butir soal, reliabilitas soal, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran soal. Uji validitas soal dihitung menggunakan rumus korelasi biserial serta product momment correlation. Sedangkan reliabilitas soal dihitung menggunakan rumus KR 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal yang memenuhi kriteria berjumlah 10 soal. Jadi soal yang dimasukkan ke dalam game edukasi ?Deutsch XII? melalui ?GoConqr? berjumlah 10 soal. Kata Kunci: Pengembangan, Latihan Membaca, GoConqr Abstract Reading skills are important to start other skills such as listening, writing, and speaking. Therefore the teacher give the students many reading exercises. However, the amount of exercises for German subject is very little, especially in the form of a Computer Based Test. Even though at this time the government has set a CBT exam. Even some schools also use CBT for the final semester assessment. Therefore in this study will be developed reading exercises in the educational game "Deutsch XII". So, the students can use technology not only to play, but also to learn. In addition, the educational game "Deutsch XII" was chosen because the characteristics of high school students nowadays are students who like to play with their cellphones and laptops (Generation Z). This exercise is in the form of multiple choices for students in the XII Grade in first semester. The development of the exercises in the educational game "Deutsch XII" uses the research and development model of Borg and Gall. The development steps in this research are (1) Data collection, (2) Planning, (3) Developing product drafts, (4) Initial field trials, (5) Revision of trial results. Data is obtained through tests. Then, the quality of the questions developed was analyzed through the validity test of the items, the reliability of the questions, the differentiation of the questions, and the level of difficulty of the questions. The validity is calculated using the biserial correlation formula and product moment correlation. While the reliability is calculated using the KR 20 formula. The results of the analysis show that there is 10 questions that meets the specified criteria. So there are 14 questions that inputted in the educational game "Deutsch XII" through "GoConqr". Keywords: Development, Reading exercise, GoConqrAuszug Lesefertigkeit sind wichtig, um andere Fähigkeiten wie Hören, Schreiben und Sprechen zu beginnen. Deshalb gibt die Lehrerin den Schülern viele Übungen zum Lesen. Die Anzahl der Übungen für deutsch ist jedoch wenig, insbesondere in Form eines Computer-basierten Tests. Außerdem haben die Regierung nun eine Abschlussprüfung in Form eines Computer-basierten Tests durchgeführt. Sogar einige Schulen durchführen eine Abschlussprüfung in Form eines Computer-basierten Tests. Deswegen wurde in dieser Untersuchung eine Leseübungen im Lernspiel "Deutsch XII" entwickelt. So können die Schüler die Technologie nicht nur zum Spielen benutzen, sondern auch zum Lernen. Außerdem wurde das Lernspiel "Deutsch XII" gewählt, weil die Schüler von SMA heute gerne mit ihren Handys und Laptops spielen (Generation Z). Diese Übung ist in Form eines Multiple-choice für Schüler der XII-Klasse im 1. Semester. Die Fragenentwicklung orientierte sich am R&D modell von Borg und Gall. Die Entwicklungsschritte dieser Untersuchung sind (1) Datenerfassung, (2) Planung, (3) Entwicklung von Produktentwürfen, (4) erste Feldversuche, (5) Überprüfung der Versuchsergebnisse. Daten werden durch Tests erhalten. Dann wurde die Gütekriterien für entwickelten Fragen durch Tests der Validität, Reliabilität, Differenzierung und des Schwierigkeitsgrades analysiert. Die Validität wird der Biseriale Korrelation Formel und der Produkt Moment Korrelation berechnet. Und die Reliabilität wird mit der Formel KR 20 berechnet. Die Ergebnisse der Analyse zeigen, dass 10 Fragen die Kriterien erfüllen. Also Die Fragen, die im Lernspiel "Deutsch XII" über "GoConqr" eingegeben wurden, sind 10 Fragen. Schlüsselwörter: Entwicklung, Leseübungen, GoConqr
KAJIAN KESESUAIAN MATERI AJAR DALAM LAMAN HTTP://WWW.EDUCATION.VIC.GOV.AU/LANGUAGESONLINE DENGAN KURIKULUM 2013 UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA SMA KELAS X KAMARUDIN, SAMSUL; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat komunikasi yang utama bagi manusia adalah bahasa, dengan bahasa manusia dapat menyampaikan ide, pikiran, dan pesan kepada orang lain, sehingga terjadi komunikasi. Agar komunikasi berjalan dengan baik, diperlukan penguasaan empat keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari keempat keterampilan itu, keterampilan menyimak merupakan keterampilan berbahasa awal yang harus dikuasai. Schumann (dalam Lange, 1998:192) juga berpendapat ?Hörverstehen wird eine zentralle Rolle im Kommunikationsproze? zugeschreiben? artinya keterampilan menyimak menjadi peran sentral dalam proses komunikasi. Peran penting penguasaan keterampilan menyimak juga sangat tampak di lingkungan sekolah, contohnya siswa mempergunakan sebagian waktunya untuk menyimak pelajaran yang disampaikan guru. Keberhasilan siswa dalam memahami serta menguasai pelajaran diawali dengan menyimak. Oleh karena itu, keterampilan menyimak perlu dikuasai dengan baik. Perkembangan teknologi pada era moderen yang semakin canggih, seperti halnya internet yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari internet untuk memperoleh informasi-informasi yang diperlukan dengan cepat dan mudah, Internet juga merupakan salah satu sumber materi ajar yang dapat diakses untuk menunjang keterampilan menyimak bahasa Jerman. salah satunya adalah laman http://www.education.vic.gov.au/LanguagesOnline. Laman ini merupakan sebuah laman pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jerman yang memiliki tampilan yang sederhana dan cara penyampaian materinya menarik akan memotivasi sisawa untuk belajar bahasa Jerman. Selain itu, laman ini juga memiliki tampilan gambar, suara, animasi gerak dan lagu-lagu agar siswa bersemangat dalam belajar dan mengerjakan soal yang tersedia. Namun, materi ajar yang ada di dalam laman tersebut belum bisa disebut materi ajar, karena harus disesuaikan dengan materi ajar tingkat SMA dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?bagaimana kesesuaian materi ajar dalam materi ajar pada laman http://www.education.vic.gov/languagesonline dengan kurikulum 2013 untuk keterampilan menyimak bahasa Jerman siswa SMA kelas X Semester 1?. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah ?mengetahui kesesuaian materi ajar dalam laman http://www.education.vic.gov.au/languagesonline dengan kurikulum 2013 untuk keterampilan menyimak siswa SMA kelas X Semester 1?. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif sedangakan metode yang digunakan adalah metode penelitian kulitatif. Setelah melakukaan anlisis kajian, maka hasil kajian materi ajar dari penelitian ini adalah materi ajar dari laman http://www.education.vic.gov.au/LanguagesOnline dapat digunakan sebagai materi ajar pembelajaran menyimak bahasa jerman kelas X semester 1. Hal itu dibuktikan dengan kesesuaian kosakata meliputi kata benda (Nomen), kata kerja (Verben), kata sifat (Adjektiv), dengan kesesuaian 47% termasuk kritertia cukup sesuai, ujaran (Redemittel) dengan kesesuaian 70.8% termasuk kriteria sesuai dan tatabahasa dengan kesesuaian 94% termasuk kriteria sangat sesuai. Analisis dilakukan dengan menyesesuikan isi materi dalam laman dengan materi ajar keterampilan menyimak bahasa Jerman kurikulum 2013 kelas X semseter 1.Kata Kunci : Materi ajar, Laman webiste, keterampilan menyimak
METODE TWO STAY TWO STRAY UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA SMAN 12 SURABAYA KELAS XI SEMESTER 1 ARI PERMADI, LUTHFI; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik terhadap keterampilan berbicara bahasa Jerman. Pada mata pelajaran bahasa Jerman, peserta didik tentu diharapkan memiliki keterampilan berbicara bahasa Jerman yang baik dengan penguasaan kosa kata dan penyusunan struktur kalimat yang tepat sehingga dapat mengungkapkan ide, gagasan serta perasaan secara lisan sebagai proses komunikasi terhadap orang lain (Setyawan Pudjiono, 2003:58). Metode Two Stay Two Stray diterapkan dalam penelitian ini sebagai metode pembelajaran alternatif untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman. Metode ini sangat baik diterapkan pada pembelajaran karena dapat mengurangi rasa bosan peserta didik serta tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif tetapi juga melatih peserta didik untuk bertanggungjawab. Penelitian ini diterapkan pada peserta didik kelas XI IPA 1 semester 1 di SMAN 12 Surabaya dengan tema Familie. Dalam penelitian ini yang menjadi pokok pembahasan adalah: bagaimana respon peserta didik terhadap metode Two Stay Two Stray pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman kelas XI semester 1 SMAN 12 Surabaya. adapun data penelitian ini yaitu berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes dan respon peserta didik terhadap stimulus yang diberikan dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan metode Two Stay Two Stray berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata nilai peserta didik setelah diterapkan metode TSTS. Dengan melihat hasil tes dan angket peserta didik dapat disimpulkan bahwa respon peserta didik dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman dengan metode TSTS adalah baik. Hal itu dibuktikan dengan didapatkannya hasil tes ke-1 dengan rata-rata 61, pertemuan ke-2 dengan rata-rata 88,5 dan pertemuan ke-3 dengan nilai rata-rata 97 serta hasil angket dengan rata-rata 66,9%. Kata kunci : Metode Two Stay Two Stray, respon, Bahasa Jerman.
ANALISIS LATIHAN KETERAMPILAN MENULIS PADA BUKU AJAR "WELTMEISTER 1" SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN UNTUK SISWA KELAS X SMA SEMESTER 1 RATNI PRIJONO, SYLVIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Membaca merupakan keterampilan menulis yang membutuhkan banyak latihan. Buku latihan Weltmeister 1 dibuat dengan tujuan membantu siswa melatih keterampilan Bahasa Jermannya. Namun sebelum menjadikan buku ini sebagai bahan latihan tambahan, perlu dilakukan analisis agar dapat diketahui apakah buku ini sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Jerman untuk kelas X I berdasarkan teori pengelompokkan jenis ? jenis keterampilan menulis yang dirumuskan Bernd Kast sehingga dapat diketahui jenis latihan manasaja yang sesuai terhadap materi keterampilan menulis pada Kurikulum 2013. Analisis data pada penelitian ini dihasilkan : 1) 4 latihan jenis Vorbereitende Übungen, 2) 14 jenis latihan Aufbauende Übungen, dan 3) 1 latihan jenis Strukturiende Übungen. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 latihan menulis pada buku Weltmeister 1 sesuai dengan materi pemebelajaran Kennenlernen ada di Kurikulum 2013 berdasarkan teori pengelompokkan jenis ? jenis latihan menulis yang dirumuskan Bernd Kast. Kata kunci : latihan menulis, Weltmeister 1, Kurikulum 2013 Abstract Writing is a skill that requires a lot of practice. The Weltmeister 1 exercise book was created with the aim of helping students practice their German language skills. But before making this book in accordance with the German language learning material in the first semester class X , which studied the theme of Self Identity (Kennenlernen). In this study Qualitative Descriptive type was used and analyzed the data with Document Analysis techniques based on Bernd Kast?s grouping of types of writing skills so that any type of writing skills so that any type exercise was suitable for the writing skills in the 2013 curriculum were know. Data analysis in the research was produced : 1) 4 exercise of the type of aufbauende Übungen, 2) 14 exercise of the type of vorbereitende Übungen, and 3) 1 exercise of the type of structure Übungen. The results of the study can be concluded that as many as 19 wrote in the teacher book in accordance with the Kennenlernen learning material in the 2013 curriculum based on the theory of grouping the types of writing exercise formulated by Bernd Kast. Keywords: Writing practice, Weltmeister 1, 2013 curriculum AUSZUG Schreibenisteine von 4 Fertigkeiten für Deutsch unterricht, das viele Übungen braucht. Das Übungsbuch Weltmeister 1 hat das Ziel gemacht., das Schreibenfertigkeits übungen für Anfanger schüler anbietet. Deshalb ist es wichtig zu analysieren, die Eignungzwischen die Übungs materiallen des Buches und die Kompetenzs beschreibung des gültigen Kurikulums (Kurikulum 2013). Das Themafür Klasse X in ersten Semesternist Kennenlernen. Die Forschungs Methodist qualitätfür das Übungsbuch Weltmeister 1. Die Teknikist auf die Schreibenfertigkeit Übungsart von Bernd Kastberührt. Die Analyse in dieser Forschunger gibt Schreibenfertigkeits übungen wiefolgendes : 1) 4 Übungen an vorbereitende Übungen, 2) 14 Übungen an aufbauende Übungen, and 3) 1 Übungen an strukturierende. Also das Ergebnisist 19 Schreibenfertigkeit Übungen in Übungsbuch Weltmeister 1vergleich mit der Materiefür Klasse X in ersten Semestern (Kennenlernen), welche die Übungenschon auf die Schreibenfertigkeit Übungsart Theorie von Bernd Kastberührten.
ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN FONEM BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 2 SMAN 4 BOJONEGORO KUSUMA PRATIWI, ARINDA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti jenis-jenis kesalahan pelafalan peserta didik kelas XI IPA 2 tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 2 sebanyak 33 orang. Pengambilan sampel dilakukan melalui random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen teks dan rekam suara. Intrumen teks terdiri atas dua bagian yaitu bagian A membaca kosakata dan bagian B membaca kalimat pendek. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan fonetis artikulatoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik belum menguasai cara melafalkan fonem-fonem dalam bahasa Jerman. Pada bagian A, kesalahan pelafalan pada fonem vokal antara lain: fonem /e:/ sebanyak 29 responden (87,88%), kesalahan pada fonem /ü/ sebanyak 29 responden (87,88%), dan kesalahan pada fonem /ü:/ sebanyak 26 responden (78,79%). Kesalahan pelafalan pada fonem konsonan antara lain: fonem /v/ sebanyak 33 responden (100%), kesalahan pada fonem /z/ sebanyak 33 responden (100%), dan kesalahan pada fonem /ç/sebanyak 21 responden (63,64%).Pada bagian B kalimat dengan kesalahan terbanyak yaitu ?Ich möchte Salat?, ?Ich esse Brot mit Butter und Honig?, dan ?Ich habe nur Saft und Wasser?. Sedangkan untuk kalilmat yang dilafalkan bervariasi adalah ?Mein lieblingsessen ist Müsli?, ?ich bin hungrig?, dan ?Am liebsten trinke ich Wein?. Dari temuan itu maka dapat diketahui jenis kesalahan pelafalan bahasa Jerman yang dilakukan oleh responden yaitu: Taksonomi Kategori Linguistik, Taksonomi Siasat Permukaan, Taksonomi Komparatif, dan Taksonomi Efek Komunikatif.Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya: interfensi bahasa ibu, interfensi dari bahasa Inggris, perbedaan fonem antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman, dan ketidakhati-hatian responden. Kata kunci: analisis kesalahan pelafalan, fonem, jenis-jenis kesalahan
PENGEMBANGAN MEDIA ROULETTE WHEEL SPIN UNTUK BERLATIH KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA BAHASA JERMAN KELAS XI SISWA SMA NEGERI 12 SURABAYA SETIAWAN EKA SAPUTRA, DIO; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil analisi kebutuhan, kedudukan meia roulette wheel spin di SMA Negeri 12 Surabaya sangat dibutuhkan oleh siswa kelas XI dalam pembelajaran menulis kalimat sederhana bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan media roulette wheel spin dan untuk mengetahui kualitas nilai produk penelitian. Berdasarkan teori pengembangan Thiagarajan dkk, yang hanya dibatasi pada uji pengembangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseluruhan yang dicapai dari angket validasi ahli media adalah 79,16%, angket validasi ahli materi mendapat persentase keseluruhan 96,4%, dan penilaian angket respon siswa yang mendapat kriteria rata-rata 81,7%.
MEDIA BUKU BERGAMBAR TEMATIK SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BAGI ANAK USIA DINI YULIANINGSIH, DIA; IMAM SAMSUL, SUWARNO
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peneliti melakukan riset dengan mengunjungi salah satu TK yang ada di malang, uniknya Taman Kanak-Kanak ini mengajarkan bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asingnya berdampingan dengan bahasa inggris. Peneliti tentu ingin tau tentang apa saja yang diajarkan disini mulai dari metode hingga materi pembelajarannya. Setelah dilakukan penelitian,diketahui bahwa kendala dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah media pembelajaran yang terbatas. Karena tidak ada buku yang khusus memuat materi untuk pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Berdasarkan permasalahan itu , peneliti lalu membuat suatu media pembelajaran berupa kamus bergambar. Media ini mencakup materi-materi yang ringan untuk diajarkan kepada anak-anak. Berisi 7 materi yaitu huruf,angka,warna,diri sendiri,keluarga,transportasi serta hewan. Diharapkan dengan menggunakan buku ini bermanfaat bagi guru untuk mempermudah proses pengajaran. Serta bermanfaat bagi murid agar mereka semakin tertarik dan menjadi mudah dalam belajar bahasa Jerman. Dalam proses pembuatan kamus ini,peneliti menggunakan dasar teori penelitian pengembangan. Sedangkan untuk penilaian media, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan hasil dari validasi atau penilaian dari ahli media dan ahli materi Setelah melalui proses validasi media, diketahui bahwa media kamus bergambar layak untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran bahasa jerman bagi anak usia dini. Dilihat dari hasil validasi yang diberikan oleh para validator dengan presentase 85% sehingga menunjukkan kriteria ?Sangat Kuat?. Kata kunci : Buku bergambar,pembelajaran bahasa jerman,anak usia dini