Timur Dali Purwanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kinerja Dynamic Routing pada Protokol Routing EIGRP untuk Menentukan Jalur Terbaik dengan Diffusing Update Algorithm (DUAL) Timur Dali Purwanto
JUITA : Jurnal Informatika JUITA Vol. 6 Nomor 2, November 2018
Publisher : Department of Informatics Engineering, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.023 KB) | DOI: 10.30595/juita.v6i2.2902

Abstract

EIGRP (Enchanched Interior Gateway Routing Protocol) memiliki sistem pembangunan protocol routing digunakan untuk mengkalkulasikan dan membangun sebuah routing table dan untuk memastikan sebuah jalur untuk sebuah network dan menyediakan sebuah loopless routing environment agar membantu mengirimkan sebuah packet ke sebuah jaringan. Routing loopless dapat terjadi ketika update informasi tentang hilangnya suatu rute, karena hal ini tidak dapat diterima oleh semua router pada network. Hal ini, bisa terjadi karena paket update mengalami kerusakan (corrupt) atau terbuang (dropped). Sehingga router-router yang menerima update akan beranggapan saat ini terjadi masalah pada network. Akhirnya router-router tersebut memberikan informasi yang salah kepada neighbor tentang kondisi rute yang diketahuinya. Manakala router asal (pengirim) tidak menerima paket dari neighbor dalam jangka waktu tertentu, maka router asal (pengirim) akan kembali mengirim paket update. Metode IP routing menggunakan EIGRP dan EIGRP DUAL pada jaringan rekayasa sistem sesuai dengan teorinya didalam sekenario satu dan skenario dua, setiap skenario terdapat tiga tabel yang terpisah yaitu tabel tetangga, tabel topologi dan tabel routing. nilai metric digunakan sebagai acuan untuk menentukan pilihan jalur terbaik ke alamat network tujuan. Nilai metric ditentukan menggunakan dua parameter yaitu bandwith dan delay, kemudian hasil jaringan menggunakan sistem rekayasa di implementasikan langsung terhadap interface perangkat sebenarnya, baik dalam mengirim data dari yang dilakukan pada skenario satu dan dua sehingga mendapatkan kinerja EIGRP dan DUAL EIGRP dalam menentukan besaran nilai bandwith dan delay yang dihitung dalam seksama sehingga jalur yang ditentukan sesuai dengan konsep yang diinginkan. Kesimpulan dari hasil parameter tersebut jalur kedua dari skenario dua lebih baik kemampuannya dalam mengirimkan data sebesar 1,14 Mbps dengan delay (respontime) sebesar 1 s.
Analisa QoS Pada Jaringan Voice Over Internet Protocol Server Portable Berbasis Raspberry Pi Menggunakan Metode Action Research Pada Daerah Tak Terjangkau Sinyal Dan Sumber Daya Listrik M. Dimas Goworzky; Alex Wijaya; Ilman Zuhri Yadi; Timur Dali Purwanto
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v4i2.2115

Abstract

Teknologi telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan penting bagi manusia untuk bersosialisasi. Contohnya telepon, namun telepon memerlukan alat pendukung agar beroperasi sesuai fungsinya seperti sumber daya listrik dan pemancar provider. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Action Reseach dalam pembuatan VoIP Server berbasis Raspberry Pi tanpa koneksi internet menggunakan baterai aki mobil sebagai sumber energi dan menggunakan sistem operasi RasPBX sebagai pondasi utama dengan aplikasi Asterisk dan FreePBX. Selanjutnya uji coba performansi QoS saat melakukan panggilan yaitu dengan komunikasi antar client dan komunikasi terhadap jarak router access point menggunakan parameter Delay, Jitter, Throughput, Packet Loss dan parameter Mean Opinion Score untuk pengukuran kualitas suara. Hasil penelitian ini merupakan sebuah implementasi metode Action Research pada VoIP Server berbasis Raspberry Pi tanpa koneksi internet menggunakan baterai aki mobil sebagai sumber energi dan memperoleh nilai QoS komunikasi antar client yaitu dengan rata–rata Delay (6 ms), rata-rata Jitter (5.6 ms), rata-rata Packet Loss (0.73%), rata-rata Througput (341 bps), rata–rata MOS (5 atau sempurna) sedangkan komunikasi terhadap jarak router access point memperoleh nilai QoS yaitu dengan rata–rata Delay (10 ms), rata-rata Jitter (9 ms), rata-rata Packet Loss (3.15%), rata–rata Througput (168 bps), rata–rata MOS (4 atau baik).
Implementasi Tarpit Firewall untuk Optimasi Keamanan Jaringan dengan Metode NIST SP800-86 Pada Ruangan KP Rahmat Novrianda Dasmen; ansyah, Ardi; Timur Dali Purwanto; Marlindawati
Tech-E Vol. 8 No. 2 (2025): TECH-E (Technology Electronic)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi-Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/te.v8i2.3277

Abstract

Network optimization is one of the important aspects that aims to improve the performance, efficiency and reliability of network systems and security on the network, but if the optimization is not carried out effectively it will pose a security threat to the network, one of the real threats is DdoS Attack, DdoS attack is a dangerous attack because this attack can paralyze the network server,  Therefore, optimization needs to be carried out in the KP Room in order to avoid the threat of DdoS attacks, so the initial stage of this research will test the network to find out how optimal the network is in the KP room so that optimization is needed. The research method used is NSIT, which includes collection, examination, analysis, and reporting, the results after the research is carried out where, on the network in the kp room after testing at the examination stage and then by identifying the test results, it can be concluded that the network is not optimal enough against DdoS attacks and connection type attacks which, The optimization step taken is to apply a Tarpit firewall on the router. The implementation of Tarpit Firewall successfully overcomes DdoS attacks by slowing down incoming connections and stopping attacks, thereby improving network security from Port Scanning, DDoS, and Brute force attacks.