Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Profile of Creativity in Mathematical Problem Solving in terms of Self-Efficacy and Gender Asmaul Husnah Amri; Suryanti Suryanti
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v9i3.27412

Abstract

This research is a qualitative research that aims to determine the profile of creativity in solving mathematical problems in terms of self-efficacy and gender in class X SMKN 4 Bone. The subjects in this study were X students of SMKN 4 Bone Pinrang which consisted of 4 subjects namely one male with high self-efficacy, one female with high self-efficacy, one male with low self-efficacy and one female with high self-efficacy. - low efficacy. The instrument used is the researcher himself as the main instrument assisted by self-efficacy tests, math problem solving tests and interviews designed to suit creativity. Data was collected by means of task analysis and interviews. The collected data were analyzed using qualitative content analysis techniques. The results of the study show that: 1) the profile of creativity in solving math problems of high self-efficacy male students are: a) at the stage of formulating problems, high self-efficacy male students are able to interpret the problem by illustrating what is known in the form of pictures according to their understanding through writing. b) at the stage of planning problem solving, high self-efficacy male students are able to plan appropriate ideas or methods that will be used to answer the given problem, c) at the stage of generating problems, self-efficacy male students students with high self-efficacy are able to do calculations through ideas or previously planned methods. 2) the profile of creativity in solving mathematical problems of female students with high self-efficacy are: a) at the stage of formulating problems, female students with high self-efficacy are able to collect and organize information to understand problems according to their understanding through writing, b) at the stage of planning problem solving, female students with high self-efficacy are able to plan ideas or appropriate methods that will be used to answer problems, c) at the stage of producing, female students with high self-efficacy are able to answer problems through ideas that are planned as before. 3) the profile of creativity in solving mathematical problems of male students with low self-efficacy are: a) at the stage of formulating problems, male students with low self-efficacy are able to collect and organize information to understand the problem, b) at the planning stage, students boys with low self-efficacy are able to plan ideas, c) at the stage of generating, male students with low self-efficacy are able to do the correct calculations through formulas or previously planned methods. 4) the profile of creativity in problem solving in female students with low self-efficacy: a) at the stage of formulating, women with low self-efficacy do not understand the problem as a whole because they only quote the information written in the questions, b) at the planning stage, women with low self-efficacy has not been able to plan the right ideas or methods that will be used to answer the given problems, c) at the generating stage, women with low self-efficacy are not able to do calculations correctly through ideas or methods. pre-planned way.
Pengambangan Buku Ajar matematika berbasis soal terbuka menumbuh kembangkan kreatifitas siswa SMP Irfan Arsid; Asmaul Husnah
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.019 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v6i1.441

Abstract

Banyak terjadi pada peserta didik kita saat ini menganggap matematika itu hanya akan berputar pada berhitung semata. Sebagaimana hasil penelusuran awal kami di smp negeri 2 bangkala barat, peserta didik menganggap matematika itu adalah hitungan, dan menyelesaikan soal matematika cukup dengan mengikuti langkah-langkah yang diberikan oleh guru sampai mendapatkan jawabannya. Dengan mengikuti satu langkah saja tidak akan menumbuhkan kreativitas pada peserta didik. Untuk menjawab masalah-masalah di atas maka kami bermaksud membuat sebuah pengembangan buku ajar berbasis soal terbuka pada peserta didik. Karena dengan buku ajar berbasis soal terbuka ini akan menumbuh kembangkan kreatifitas siswa. Pembuatan buku ajar matematika berbasis soal terbuka merupakan langkah untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menjawab soal matematika ataupun kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar matematika yang berbasis soal terbuka untuk menumbuh kembangkan kreatifitas siswa SMP. Proses pengembangan buku ajar ini mengikuti model pengambangan Plomp, yaitu: (1) Fase Investigasi awal, (2) Fase Perancangan, (3) Fase Realisasi (4) Fase Tes, Evaluasi dan Revisi. Berdasarkan nilai rata-rata total hasil validasi dengan hasil rata-rata total sebesar 3,32 sehingga dan dinyatakan valid berdasarkan kriteria kevalidan (2,5<M<3,5). Sedangkan untuk kepraktisan buku diperoleh nilai rata-rata total sebesar 1,52 sehingga dikatakan terlaksana seluruhnya berdasarkan kriteria kepraktisan (1,5<M<2,0). Buku ajar yang dikembangkan juga efektif karena telah memenuhi ketuntasan klasikal siswa, dan siswa juga masuk dalam kategori kreatif dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan.
Efektivitas Penerapan Model Kooperatif Tipe Numbered Heds Together (NHT) Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Asmaul Husnah
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2020): ELIPS, September 2020
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v1i1.123

Abstract

Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam Pembelajaran Matematika Siswa. Asmaul Husnah Amri. Makassar. 2019.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII2 SMP Negeri 3 Tanasitolo Kabupaten Wajo yang ditinjau dari (1) ketuntasan belajar siswa, (2) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, (3) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan (4) respon positif siswa terhadap pembelajaran. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika, observasi aktivitas siswa dan guru dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa yaitu dari 16 orang siswa sebagai subjek penelitian terdapat 15 (93,75%) yang tuntas dan 1 (6,25%) yang tidak tuntas secara perorangan, (2) Aktivitas siswa yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dari keseluruhan aspek yang diamati, sebagian besar telah terlaksana, (3) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) secara umum berada pada kategori sangat baik, (4) Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam pembelajaran matematika pada umumnya memberikan tanggapan positif. Berdasarkan hasil penelitian maka model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa.
ANALISIS PROSES PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH Asmaul Husnah
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2021): ELIPS, September 2021
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pengetahuan yang sudah dimiliki siswa, (2) strategi, dan (3) kontrol kognitif yang di lakukan siswa sekolah menengah pertama dalam meyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri Makassar sebanyak 171 siswa. Sampel diambil sebanyak 15 dari 171 siswa, dimana masing-masing kategori terdiri atas 5 siswa.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tulis dalam bentuk soal uraian dan dilengkapi dengan wawancara terhadap subjek untuk memperjelas karakteristik proses pemecahan masalah siswa yaitu Pengetahuan awal, strategi, dan kontrol kognitif. Soal yang diujikan adalah soal pemecahan masalah sebanyak 5 item soal. Analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan menarik kesimpulan. Hasil Penelitian adalah sebagai berikut.Pertama, pengetahuan (resources) yang telah dikuasaisiswastrata tinggi yaitu pada pemecahan masalah matematika mengenai sifat-sifat operasi bilangan bulat dan pecahan serta persamaan linear satu variabel. Sementara itu siswa strata sedang dalam menentukan pola barisan bilangan sederhana, dan siswa strata rendah dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret. Kedua, strategi yang tepat digunakan masing-masing strata pada kompetensi tersebut yakni strategi mengidentifikasi langkah (identify subgoal) dan strategi menggunakan rumus (use formula) oleh strata tinggi. Kemudian, strategi menggambar bagan (draw a sketch) oleh strata sedang dan rendah. Selanjutnya yang terakhir kontrol kognitif. Siswa strata tinggi cenderung memiliki gaya kognitif impulsif sedang siswa strata sedang dan rendah cenderung memiliki gaya kognitif refleksif.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA MATERI ALJABAR Asmaul Husnah; Irfan Arsid
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2022): ELIPS, September 2022
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v3i2.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Metode yang akan digunakan yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 29 Makassar sebanyak 19 siswa, yang terdiri dari siswa dengan gaya belajar visual sebanyak 8 siswa, kinestetik sebanyak 5 siswa, audio sebanyak 5 siswa dan 1 siswa pada gaya belajar audio visual. dengan presentase visual sebanyak 42.1%, kinestetik 26,3%, audio 26,3% dan audio visual 5.3%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket gaya belajar, tes tulis dalam bentuk soal uraian serta wawancara yang dilakukan untuk memverifikasi dan mengkaji lebih dalam mengenai hasil tes kemampuan berpikir kreatif pada subjek penelitian yang sesuai dengan indikator kefasihan dan fleksibility. Soal yang diujikan berbentuk soal essay yang terdiri dari dua nomor masing- masing meliputi indikator kemampuan berpikir kreatif yaitu kefasihan dan fleksibility. Analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil angket, hasil tes dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan menarik kesimpulan. Hasil Penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, Siswa dengan gaya belajar visual ,berada pada kemampuan berpikir kreatif tingkat tiga karena mampu memenuhi indikator kefasihan dan fleksibility. Kedua, siswa dengan gaya belajar kinestetik, berada pada kemapuan berpikir kreatif tingkat tiga karena mampu memenuhi indikator kefasihan dan fleksibilty namun kurang teliti, namun ketika diwawancarai mampu menjelaskan dengan benar. Ketiga, Siswa dengan gaya belajar Audio, berada pada kemampuan berpikir kreatif tingkat satu karena hanya mampu memenuhi indikator kefasihan.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH GURU MGMP DI KABUPATEN BONE Andi Surya Anugerah; Rusdi; Asmaul Husnah Amri
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v4i1.494

Abstract

Berdasarkan hasil diskusi dengan guru-guru pada saat pertemuan MGMP Matematika SMA/Sederajat, diperoleh sebagian besar guru SMA di Kabupaten Bone masih menerapkan sistem Teacher Centered Learning dengan memanfaatkan media papan tulis sebagai sarananya. Tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu guru matematika yang tergabung dalam MGMP di Kabupaten Bone dapat 1) meningkatkan keterampilan guru matematika dalam penggunaan perangkat lunak Macro Media Flash, 2) Membekali guru dengan kemampuan untuk membuat media pembelajaran yang interaktif dan menarik. 3) Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika melalui media yang lebih efektif, 4) Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui media pembelajaran yang inovatif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah berupa pemberian materi dasar Macromedia Flash, latihan/praktek pembuatan media pembelajaran dan presentasi media pembelajaran yang telah dibuat oleh peserta. Ada dua evaluasi yang dilakukan dalam pengabdian ini, yaitu evaluasi kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan mempresentasikan media yang telah dibuat guru dan evaluasi kegiatan pelatihan yang telah dilakukan dengan menganalisis angket yang diberikan kepada peserta. Adapun hasil dari Pelatihan pembuatan media pembelajaran matematika menggunakan Macromedia Flash bagi guru MGMP Kabupaten Bone berhasil mencapai tujuannya dimana para peserta memperoleh keterampilan yang berharga dan menghasilkan materi pendidikan berkualitas yang dapat meningkatkan proses belajar mengajar.