Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Komunikasi Ilmiah Siswa Sekolah Dasar melalui Proyek Permainan STEM (Sains, Technology, Engineering, and Mathemathic) Siti Munawaroh Ismail; Wahidin Wahidin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3439

Abstract

Komunikasi ilmiah merupakan komunikasi yang harus diterapkan pada diri peserta didik. melatih komunikasi ilmiah dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) berbasis PJBL (Project Based Learning) atau Proyek STEM. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan komunikasi ilmiah siswa sekolah dasar dengan menggunakan proyek STEM. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer. Data primer dilakukan secara langsung oleh peneliti. Subjek penelitian ini yaitu 5 orang siswa sekolah dasar dan 5 Guru Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti Observasi, Wawancara, dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil analisis dengan menerapkan proyek STEM pada proses pembelajaran mampu melatih dan melatih peserta didik dalam berkomunikasi ilmiah. Berdasarkan pembahasan komunikasi ilmiah peserta didik sekolah dasar mampu menerapkan proses pembelajaran yang terbaru dan menyenangkan. Dengan proses pembelajaran menggunakan proyek STEM, peserta didik memiliki wawasan baru, pengalaman baru, serta kemampuan baru. Dari hasil penelitian ini dapat digambarkan bahwa dengan proses pembelajaran STEM mampu melatih Komunikasi Ilmiah pada Peserta didik Sekolah dasar. Berdasarkan pembahasan komunikasi ilmiah peserta didik sekolah dasar mampu menerapkan proses pembelajaran yang terbaru dan menyenangkan. Dengan proses pembelajaran menggunakan proyek STEM, peserta didik memiliki wawasan baru, pengalaman baru, serta kemampuan baru. Dari hasil penelitian ini dapat digambarkan bahwa dengan proses pembelajaran STEM mampu melatih Komunikasi Ilmiah pada Peserta didik Sekolah dasar dan mampu menerapkan proses pembelajaran yang terbaru dan menyenangkan. Selain itu, dengan proses pembelajaran menggunakan proyek STEM, peserta didik memiliki wawasan baru, pengalaman baru, serta kemampuan baru. Dari hasil penelitian ini dapat digambarkan bahwa dengan proses pembelajaran STEM mampu melatih Komunikasi Ilmiah pada Peserta didik Sekolah dasar.
Analisis Kemampuan Literasi Peserta Didik Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum Bela Maharani; Wahidin Wahidin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3097

Abstract

Membaca merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh setiap individu manusia dan diajarkan dari sejak dini. Setiap peserta didik memiliki tingkat kemampuan membaca yang berbeda-beda, AKM dapat digunakan untuk mengevaluasi peserta didik dalam kemampuan membaca. Oleh karena itu, tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan literasi membaca pada peserta didik kelas V, mengetahui faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi dan cara peserta didik kelas V dalam menyelesaikan soal literasi AKM. Pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan lokasi penelitian di SDN Lubang Buaya 08 Pagi. Subjek penelitian adalah guru penanggung jawab AKM dan siswa peserta didik kelas V yang berada di SDN Lubang Buaya 08 Pagi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar atau moyoritas peserta didik kelas V SDN Lubang Buaya 08 pagi yang mengikuti AKM dikategorikan dasar. Kemampuan literasi membaca dipengaruhi oleh foktor internal (minat siswa) dan faktor eksternal (keluarga dan sekolah). Cara peserta didik dalam menyelesaikan soal literasi AKM dengan cara menyelesaikan terlebih dahulu soal yang mudah.
Gestur Siswa Slow Learner dalam Belajar Matematika Menggunakan Aplikasi Wordwall di Sekolah Dasar Shinta Oktavianita; Wahidin Wahidin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2941

Abstract

Gestur merupakan komunkasi non-verbal yang dilakukan dengan gerakan tubuh atau tangan sebagai pengganti bicara. Gestur memiliki fungsi sebagai pengekspresian pikiran maupun perasan seseorang ketika berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gestur siswa slow learner dalam belajar matematika menggunakan aplikasi wordwall di sekolah dasar.  Penelitian ini dilakukan di SDN Joglo 03 dengan menggunakan metode deskritif pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes belajar siswa. Dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data.  Dalam penelitin ini menyimpulkan bahwa gestur deiktik merupakan gestur yang  banyak digunakan siswa dalam proses belajar matematika. Penggunan aplikasi wordwall dalam proses belajar dapat menumbuhkan minat belajar siswa serta memberi rasa senang dalam proses belajar.
Pengaruh Experiental Learning Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa SD Berdasarkan Teori Bruner Dinda Maemunah; Wahidin Wahidin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran experiental learning terhadap kemampuan numerasi siswa SD berdasarkan teori Bruner. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan bentuk desain penelitian Post-Test Only Control Design. Populasi penelitian adalah siswa SDIT Gema Nurani yang dibagi menjadi dua sampel, yaitu kelas eksperimen berjumlah 27 siswa dan kelas kontrol berjumlah 28 siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent t-test menyatakan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, Ho ditolak dan Ha diterima serta ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model experiental learning berdasarkan teori Bruner dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar.