Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Industri Kreatif Kabupaten Bangkalan: Pendekatan Prioritas Ekonomi Ahmad Kamil
MediaTrend Vol 15, No 1 (2020): MARET
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v15i1.6514

Abstract

At present,creative industry is considered as a sector that is able to support economic growth in the future. This study has 3 (three) objectives, first, to measure and analyze the role of Bangkalan's creative industries on employment, the number of companies, GRDP, and exports in Bangkalan. Second, Analyzing factors that influence the performance of Bangkalan's creative industries on employment, the number of companies, GRDP, exports in Bangkalan. Third, Analyze the priority determination of strategic criteria for Bangkalan's creative economy subsector. The results of this study, the strategic creative economic subsector in Bangkalan is the culinary creative economy subsector. There is a real relationship between employment with creative economic performance Bangkalan Number of companies. The number of companies has no statistical effect on Bangkalan's creative economic performance. There is a real relationship between GRDP and creative economic performance. The relationship between exports and creative economic performance is directly proportional and has a positive relationship. The determination of the priorities of the creative economy, namely the GRDP has the most priority level of contribution to the performance of the creative economy in Bangkalan. 
STUDI INVESTASI PELABUHAN HALAL (HALAL PORT) DI KECAMATAN KLAMPIS KABUPATEN BANGKALAN Ahmad Kamil
Kompetensi (Competence : Journal of Management Studies) Vol 17, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kompetensi.v17i1.17771

Abstract

Investasi pada hakekatnya merupakan langkah awal kegiatan pembangunan ekonomi. Dinamika pengembangan pariwisata memengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan mencerminkan tingkat pembangunan. Dalam upaya menumbuhkan perekonomian, maka setiap daerah berupaya menciptakan iklim yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis Aspek finansial. Aspek finansial bertujuan mengetahui tingkat kelayakan dan manfaat dari suatu perhitungan terhadap pengembangan bisnis yang direncanakan. Dalam menentukan kelayakan finansial dari kegiatan pengembangan bisnis, diperlukan perumusan kriteria-kriteria kelayakan finansial. Kriteria-kriteria kelayakan finansial tersebut terdiri dari komponen yaitu laporan laba/rugi, Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Event Point (BEP).Hasil Penelitian Menunjukan berdasarkan  nilai NPV pada pembangunan pelabuhan halal adalah sebesar Rp 250.467.070.553.29.- Nilai tersebut lebih besar dari nol, sehingga pendirian pelabuhan halal ini dinilai layak. Berdasarkan hasil perhitungan Discounted Payback Period pelabuhan halal adalah 20 tahun 11 bulan maka pelabuhan halal ini layak untuk didirikan karena nilai DPP-nya kurang dari umur proyek (30 tahun). Nilai IRR sebesar 29.30% dengan nilai suku bunga yang digunakan pada penelitian ini adalah 10%. Dengan demikian, berdasarkan kriterian IRR pelabuhan halal ini layak. Sementara itu, untuk mencapai Break Even Point (BEP) Pengelolaan pelabuhan terjadi pada tahun ke 16 tahun lebih 2 bulan.
Strategi Inovatif Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Industri Parawisata di Bangkalan Shinta Nuria Salsabila; M Isa Anshori; Ahmad Kamil; Novia Jamilati
Jurnal Bintang Manajemen Vol. 2 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubima.v2i1.2721

Abstract

This research examines human resource development strategies in the tourism sector from the perspective of developing regional tourism potential. The existence of human resources is thought to play an important role in tourism development. Tourism human resources include tourists/tourists or as workers (employment). This research uses a qualitative approach, namely an inductive approach. This type of research is categorized as descriptive research. The research results show that the management, development and financing of tourist areas requires the support of many stakeholders (public, private and society) so that the process can run smoothly. The success of developing this area is also greatly influenced by conditions of security and political stability, the carrying capacity of human resources who have appropriate skills both in terms of quality and quantity.
Potret Kecemasan Akademik Pada Siswa SMA di Kota Kupang Kristin Melliyati Benu; Ahmad Kamil; Elisa Bellyah Masi
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 02 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i02.28700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan akademik di kalangan siswa sekolah menengah atas di Kota Kupang. Kecemasan akademik merupakan masalah psikologis yang umum dialami oleh siswa dan berpotensi memengaruhi proses belajar, prestasi akademik, serta kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui skala kecemasan akademik yang diberikan kepada siswa sekolah menengah atas di Kota Kupang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat kecemasan akademik yang dialami oleh responden. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kecemasan akademik siswa termasuk dalam kategori sedang. Sebagian besar siswa mengalami kekhawatiran, ketegangan, dan tekanan terkait tuntutan akademik, seperti tugas sekolah, ujian, dan ekspektasi untuk mencapai tujuan akademik tertentu. Selain itu, beberapa siswa ditemukan berada dalam kategori kecemasan akademik tinggi, sementara tidak ada yang berada dalam kategori kecemasan akademik rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa tuntutan akademik tetap menjadi sumber stres yang signifikan yang dirasakan oleh hampir semua siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa kecemasan akademik merupakan fenomena yang cukup dominan di kalangan siswa SMA di Kota Kupang dan memerlukan perhatian dari sekolah, guru, konselor, dan orang tua. Upaya pencegahan dan intervensi melalui layanan bimbingan dan konseling, penguatan keterampilan koping, regulasi emosi, serta peningkatan