This Author published in this journals
All Journal Neo-Bis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN LOKASI KLASTER INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN JAWA TIMUR - Sutikno; Titov Chuk’s Mayvani
Neo-Bis Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v10i2.2431

Abstract

Dilihat dari jumlahnya usahanya, provinsi Jawa Timur merupakan provinsi yang mempunyai jumlah industri makanan minuman terbanyak di Indonesia. Banyaknya industri makanan minuman di Jawa Timur terindikasi juga oleh faktor potensi wilayah yang ada di masing-masing Kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif industri dan klaster industri makanan dan minuman di masing-masing wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Timur.Untuk menganalisis keunggulan komparatif digunakan beberapa alat analisis diantaranya: Location Qoutient (LQ), Shaft-share (SS), Rasio Pertumbuhan dan kontribusi. Sedngkan untuk menganalisis klaster industri digunakan alat analisis klaster.Hasil analisis menunjukkan bahwa: daerah yang mempunyai keunggulan komparatif industri makanan dan minuman adalah Kota Kediri, Kota Malang, dan Kabupaten Probolinggo. Hasil analisis klater menunjukkan bahwa, klaster industri makanan minuman di Jawa Timur hampir menyebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Namun untuk jenis industri tertentu seperti pengolahan susu cenderung mengelompok di wilayah Kota Batu dan sekitarnya. Jenis industri kue dan camilan cenderung mengelompok di Kota Malang dan sekitarnya.
Identifikasi Modal Sosial Fungsi Ekonomi Pedagang Pasar Tradisional (Studi Kasus Pasar Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro) Faridatul Hasna; Titov Chuk’s Mayvani
Neo-Bis Vol 12, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v12i1.21672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran modal sosial untuk mereduksi biaya transaksi dan untuk menganalisis peran modal sosial berkaitan dengan eksistensi pasar tradisional di Pasar Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data melalui wawancara langsung dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan triagulasi sumber, kemudian data dianalisis dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur biaya transaksi yang terbentuk dalam kegiatan transaksi diantaranya ialah biaya pencarian informasi, biaya pemeriksaan dan pemillihan barang, biaya tawar-menawar (negosiasi) dan biaya pencarian pedagang langganan. Dengan terbentuknya biaya transaksi dalam kegiatan tersebut, maka pembeli berusaha untuk mereduksi biaya tersebut dengan memanfaatkan peran modal sosial. Bentuk modal sosial seperti, norma, kepercayaan (trust) dan jaringan informasi terbukti mampu mereduksi adanya biaya transaksi tersebut, seperti (1) menjunjung norma kesopanan dalam kegiatan transaksi, (2) mematuhi komitmen yang telah disepakati bersama antara pembeli dan pedagang, (3) dapat memperoleh barang dengan sistem hutang, (4) menentukan harga barang dagangan tanpa proses negosiasi, (5) tidak perlu melakukan kegiatan pemeriksaan dan pemilihan barang,(6) dimudahkan dalam memperoleh informasi mengenai harga beli dan harga jual barang dari relasi, (7) memperoleh informasi pedagang yang dapat dijadikan langganan. Adanya modal sosial yang terbentuk pada Pasar Kapas telah ada dan menjadi pendorong bagi pasar itu sendiriuntuk tetap eksis. Hal ini tercermin dalam hubungan antar pedagang atau antar pembeli yang telah ada. Modal sosial yang ada tersebut digunakan untuk mereduksi biaya transaksi, sehinggabiaya transaksi yang muncul di pasar tersebut menjadi kecil. Karena biaya transaksi yang ada di pasar kecil maka menyebabkan pasar tetap eksis.