Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran modal sosial untuk mereduksi biaya transaksi dan untuk menganalisis peran modal sosial berkaitan dengan eksistensi pasar tradisional di Pasar Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data melalui wawancara langsung dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan triagulasi sumber, kemudian data dianalisis dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur-unsur biaya transaksi yang terbentuk dalam kegiatan transaksi diantaranya ialah biaya pencarian informasi, biaya pemeriksaan dan pemillihan barang, biaya tawar-menawar (negosiasi) dan biaya pencarian pedagang langganan. Dengan terbentuknya biaya transaksi dalam kegiatan tersebut, maka pembeli berusaha untuk mereduksi biaya tersebut dengan memanfaatkan peran modal sosial. Bentuk modal sosial seperti, norma, kepercayaan (trust) dan jaringan informasi terbukti mampu mereduksi adanya biaya transaksi tersebut, seperti (1) menjunjung norma kesopanan dalam kegiatan transaksi, (2) mematuhi komitmen yang telah disepakati bersama antara pembeli dan pedagang, (3) dapat memperoleh barang dengan sistem hutang, (4) menentukan harga barang dagangan tanpa proses negosiasi, (5) tidak perlu melakukan kegiatan pemeriksaan dan pemilihan barang,(6) dimudahkan dalam memperoleh informasi mengenai harga beli dan harga jual barang dari relasi, (7) memperoleh informasi pedagang yang dapat dijadikan langganan. Adanya modal sosial yang terbentuk pada Pasar Kapas telah ada dan menjadi pendorong bagi pasar itu sendiriuntuk tetap eksis. Hal ini tercermin dalam hubungan antar pedagang atau antar pembeli yang telah ada. Modal sosial yang ada tersebut digunakan untuk mereduksi biaya transaksi, sehinggabiaya transaksi yang muncul di pasar tersebut menjadi kecil. Karena biaya transaksi yang ada di pasar kecil maka menyebabkan pasar tetap eksis.