Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER 1 SMA N 1 GEDANGAN DENGAN TEKNIK TAKE AND GIVE MARIA NUR ULUM, SITI; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar yang terdapat dalam bahasa Jerman. Keterampilan menulis bukanlah sesuatu yang mudah, karena menulis membutuhkan penguasaan kosakata, tata bahasa, dan aturan dalam penulisan. Terdapat banyak teknik yang dipakai dalam pembelajaran bahasa Jerman. Salah satu teknik pembelajaran yang bisa dipakai dalam keterampilan menulis bahasa Jerman yaitu teknik take and give. Teknik Take and Give merupakan strategi pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada peserta didik (Huda, 2013: 242). Kartu tersebut terdapat informasi terkait tema, sehingga peserta didik dimudahkan dalam hal menulis. Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu bagaimana hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menulis menggunakan teknik take and give. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan dengan menggunakan teknik take and give dalam keterampilan menulis dialog. Sumber data penelitian yaitu nilai hasil belajar keterampilan menulis dialog bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan. Peneliti melakukan penelitian sebanyak 3 kali pertemuan. Kemudian nilai peserta didik dideskripsikan. Pada pertemuan pertama terdapat 3 pasang (6 orang) peserta didik yang memperoleh nilai diatas KKM. Sedangkan 12 pasang (24 orang) lainnya mendapat nilai dibawah KKM. Pertemuan kedua terdapat 6 pasang (12 orang) memperoleh nilai diatas KKM (Kriteria Ketentuan Maksimal), sedangkan 8 pasang (16 orang) masih memperoleh nilai dibawah KKM. Pertemuan ketiga terdapat 12 pasang (24 peserta didik) mendapat nilai diatas KKM. Sedangkan 3 pasang lainnya (6 peserta didik) dinyatakan belum tuntas karena belum melampaui nilai KKM. Berdasarkan rata-rata hasil belajar peserta didik dari pertemuan pertama 74, pertemuan kedua 79 dan pertemuan ketiga 82 yang selalu mengalami peningkatan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa teknik take and give dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan menulis dan juga dapat mengatasi kesulitan pembelajaran keterampilan menulis. Kata kunci: Teknik take and give, Keterampilan Menulis, Hasil Belajar
MEDIA POSTER UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ANAK USIA DINI RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN , WILDANIYAH; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MEDIA POSTER UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN PADA ANAK USIA DINI RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN Wildaniyah Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya wildaniyahwildaniyah@mhs.unesa.ac.id Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya ABSTRAK Bahasa Jerman diajarkan di RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan lembar analisis media yang diisi oleh guru bahasa Jerman, pembelajaran tersebut terkendala oleh kurangnya media pembelajaran bahasa Jerman untuk anak usia dini yang tersedia disekolah. Untuk itu, diperlukan media pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar bahasa Jerman untuk anak usia dini. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah pembuatan media Poster untuk pembelajaran bahasa Jerman pada anak usia dini RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan Poster sebagai media pembelajaran bahasa Jerman pada Anak Usia Dini RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Media poster yang digunakan dalam penelitian ini berisi materi abjad (das Alphabet), angka-angka(die Zahlen)dan warna-warna (die Farben) dalam bahasa Jerman. Tema tersebut disesuaikan dengan acuan Permendiknas nomor 58 tahun 2009 tentang tema pembelajaran di PAUD. Sementara itu, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan yang dikemukakan oleh Sadiman. Model tersebut terdiri atas (1) mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3) mengembangkan materi, (4) menetapkan alat pengukur keberhasilan, (5) menuliskan naskah media, dan (6) validasi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket tersebut diberikan pada ahli media dan ahli materi untuk validasi. Setelah dilakukan validasi, diperoleh hasil 83,3% untuk media, dan 100% untuk materi. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh rata-rata sebesar 91,65% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan skala Likert media poster ini layak digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman di RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, media poster, dan pembelajaran bahasa Jerman Abstract Learning German in Indonesia has begun to be introduced at the level of PAUD / TK / RA, one of them in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Based on the results of interviews and media analysis sheets filled by German teachers, the learning was constrained by the lack of the availability German learning media for early childhood at school. For this reason, learning media are needed to support German learning activities for early childhood. The purpose of this study is to describe the steps of making poster media and knowing the validity of the poster media. The poster media used in this study contained alphabetical material (das Alphabet), numbers (die Zahlen) and colors (die Farben) in German. The theme was adjusted to the reference of Permendiknas number 58 of 2009 concerning the theme of learning in PAUD. Meanwhile, the development model used in this study is a model of development proposed by Sadiman. The model consists of (1) identifying the needs and characteristics of students, (2) formulating learning objectives, (3) developing the material, (4) determining the measure of success, (5) writing the media script, and (6) validation. The research subjects were students of RA Mawahirul Athfal Bangkalan class B. The instruments used in this study were validation questionnaires. The questionnaire was given to media experts and material experts to measure the validity of learning media. After validation, the results obtained 83.3% for the media, and 100% for the material. Based on these results, obtained an average of 91.65% with very good criteria. Based on the Likert scale the media poster is suitable for use in learning German in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Keywords: Kinder Garden, poster media, and learning German. POSTER MEDIEN FÜR DEUTSCHUNTERRICHT, DIE KINDERGARTEN RA MAWAHIRUL ATHFAL BANGKALAN Wildaniyah Studienprogramm S1 Pädagodik der Deutsche Sprache, Fakultät für Sprache und Kunst , Staatliche Universität von Surabaya wildaniyahwildaniyah@mhs.unesa.ac.id Dwi Imroatu Julaikah, S.Pd., M.Pd. Pädagogische Deutschabteilung, Fakultät für Sprache und Kunst, Staatliche Universität von Surabaya AUSZUG Im Kindergarten wird Deutsch unterrichtet, zum Beispiel bei RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Im Lernprozes hat die Lehrern Probleme. Es gibt wenige Medien für Deutsch Kindergarten. Die Formulierung des Problems dieser Untersuchung: Wie macht man Poster Medien für Deutschunterricht in RA Mawahirul Athfal Bangkalan. Das Ziel dieser Untersuchung ist es, Poster als Medium für die Deutschunterricht in RA Mawahirul Athfal Bangkalan zu produzieren. Die Poster median hat drei Themen. Das besteht aus: 1) das Alphabet, 2) die Zahlen, und 3) die Farben. Die Unterrichtsmaterien wird von Permendiknas nummerr 58 in Jahr über das Thema Lernen in Paud angepasst. Diese Untersuchung benutzt das Modell der Entwicklung von Sadiman. Das besteht aus (1) Ermittlung der Bedürfnisse und Merkmale der Schüler, (2) Formulieren von Lernzielen, (3) Entwickeln des Materials, (4) Bestimmen des Erfolgsmaßes, (5) Schreiben des Medienskripts und (6) Validierung. Das Instrument der Untersuchung ist Fragebögen. Der Fragebogen wird zu Medienexperten und Materialexperten für Validierung übergegeben.Nach der Validierung gemacht wird, zeigen die Ergebnisse 83,3% für das Medien und 100% für das Materie. Basierend auf diesen Ergebnissen wurden durchschnittlich 91,65% mit sehr guten Kriterien bekommen. Basierend auf der Likert-Skala können das Medienposter in RA Mawahirul Athfal Bangkalan zum lernen verwendet werden Schlüsselwörter: Kindergarten, Postermedien und Deutschlernen.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS PESERTA DIDIK KELAS XI SEMESTER I DENGAN MODEL INDUKTIF KATA BERGAMBAR (PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL) ANGRAINI, DIAN; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasar pengamatan peneliti dan wawancara dengan guru Bahasa Jerman, peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam menulis karangan Bahasa jerman. Peserta didik selalu minta diberi contoh cara pengerjaan terlebih dahulu. Kurangnya penguasaan kosakata juga membuat peserta didik cenderung menggunakan kata-kata yang sama berulang kali. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dapat membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis. Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) ini berupa gambar, sehingga dapat memacu peserta didik lebih semaangat dalam proses pembelajaran dan meningkatan imajinasi peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik dengan penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dengan tema Familie kelas XI Semester 1 SMAN 3 Sidoarjo.? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Jerman peserta didik dengan penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dengan tema Familie kelas XI Semester 1 SMAN 3 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan hasil belajar berupa uraian kata. Instrument penelitian ini adalah tes menulis karangan. Dan data penelitian didapat dari hasil tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai yang cukup baik dalam keterampilan menulis yang di peroleh peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penerapan model induktif kata bergambar (picture-word inductive model) dalam keterampilan menulis Bahasa Jerman kelas XI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMAN 3 Sidoarjo.Kata kunci : Hasil belajar, keterampilan menulis, Model induktif kata bergambar (picture-word inductive model)
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK KELAS X BAHASA SMAN 1 DRIYOREJO MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK EKA LARASSATY, ANNISA; IMROATU JULAIKAH, DWI
LATERNE Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan salah satu peserta didik informasi bahwa peserta didik masih memiliki kesulitan yaitu dalam keterampilan berbicara karena kurangnya praktik. Ada beberapa aspek yang harus dikuasai saat berbahasa Jerman, seperti bagaimana pemilihan suatu kata untuk menyusun kalimat, isi dan kemampuan berdialog, kefasihan dan keterkaitan antar kalimat, ketepatan dalam pelafalan, intonasi. Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar keterampilan berbicara. Model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajairan Pair Check.. Model pembelajaran ini dapat meningkatkan kerja sama antar siswa, meningkatkan pemahaman atas konsep dan proses pembelajaran, melatih siswa berkomunikasi dengan baik dengan teman sebangkunya (Huda, 2013 : 212). Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, bagaimana hasil belajar dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Pair Check. Tujuan dari penellitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Pair Check untuk kelas X semester 2. Data penelitian ini adalah hasil tes keterampilan berbicara secara berdialog peserta didik yang berupa skor nilai. Penelitian dilaksanan sebanyak 3 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan berdasarkan KKM dengan nilai rata-rata pertemuan pertama 70,8, pertemuan kedua 89,3 dan 83,4 pada pertemuan ketigaKata Kunci : Model Pembelajaran Pair Check, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar
MENGHADIRKAN FILM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA `JERMAN SEBAGAI BAHASA ASING (DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE) Dwi Imroatu Julaikah
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v4n1.p%p

Abstract

German language is taught in Indonesia as a foreign language, or we usually call as DAF (Deutsch als Fremdsprache). This language is taught in formal and non-formal institutions. In this context, it is very important, especially for the teacher to bring interactive and joyfull learning in the classroom, and it is challenging for the teacher. Thus, presenting interesting language in the class, full of innovativation in learning prosess of German language, must be done. One of the choices to get those situations in the classroom is to bring a good media. Film is one alternative that can be presented. This paper discusses how to bring movies in learning a foreign language (German). Further discussion is more about (a) Definition of film, (b) Film, as a medium in teaching learning process, and (c) How to teach German with didactic and methodic in learning German language.