Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Terhadap Penggunaan Aspal Buton sebagai Bahan Tambah Terhadap Karakteristik dan Parameter Campuran Beraspal Modifikasi Muhammad Karami
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 5 No 01 (2017): April 2017
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.162 KB)

Abstract

The aim of the research was to see the effect of the utilization of Buton asphalt as subtitution in part os cement asphalt and fine aggregate on the characteristics and parameters of asphalt mixture. There were seven characteristics and parameters which requirements should be fulfiled in order that a an asphalt mixture could be made which were stability, fatique, Marshall quotient, air pores or voids in mixtures (VIM), pores within aggregates or voids in mineral aggregates (VMA), air pores filled with asphalt or void filled with asphalt (VFA) and VIM in the condition of absolut density or percentage refusal density (VIM-PRD). A hard asphalt of 60/70 penetration of a Pertamina product and aggregates from Batu Makmur stone crusher, Lampung Selatan were used in the research. The Buton asphalt used was in original form from its deposit without any special treatment in advance and was containing 32 % asphalt and 68 % minerals. Graded density of wearing asphalted mixture or asphalt concrete wearing course (AC-WC) with total asphalt content of 4.5 7.0 % divided into 3.0 % hard asphalt and the rest was Buton asphalt. The result indicated that material proportion could be used in the asphalted mixture complied to all characteristics and AC-WC parameters was 3 % hard asphalt, 88.2 90.7 % aggregate (crushed stones), and 6.3 8.8 % Buton asphalt.
PERBAIKAN KUALITAS BATA MERAH PRODUKSI INDUSTRI KECIL DAN RUMAH TANGGA DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Muhammad Karami
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.397

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran untuk memenuhi standard bata merah, memberikan pengetahuan tentang standard bata merah, melakukan pendampingan dalam memproduksi bata merah yang sesuai dengan standard dan meningkatkan mutu bata merah kepada masyarakat pengrajin bata merah di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Metode pengabdian berupa partisipasi masyarakat dengan indikator kesertaan masyarakat dalam kegiatan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan pembinaan. Sosialisasi yang dilakukan meliputi syarat mutu bata merah sesuai dengan standard nasional Indonesia (SNI), bahan tambah (zat aditif) dan manfaat bahan tambah yang akan digunakan untuk meningkatkan mutu bata merah serta manfaat ekonomi bagi pengrajin bata merah. Pelatihan dilaksanakan setelah kegiatan sosialisasi selesai dilaksanakan meliputi persiapan alat dan bahan yang akan digunakan serta simulasi proses pencampuran bahan tambah dengan tanah, pemadatan dan pencetakan bata merah serta pengeringan bata merah. Setelah melaksanakan pelatihan, maka warga pengrajin bata merah memproduksi bata merah dengan bahan tanah yang telah dicampur dengan bahan tambah dengan proses produksi sesuai dengan apa yang telah dilakukan saat kegiatan pelatihan. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan cara secara berkala melakukan kunjungan ke lokasi produksi, mengawasi proses pencampuran zat aditif dan mengambil sampel produk bata merah untuk diuji kuat tekan di Laboratorium Bahan dan Konstruksi, Fakultas Teknik Universitas Lampung.
Empirical Analysis for Measuring Travel Time Reliability on Road Network Muhammad Karami; Dwi Herianto; Siti A. Ofrial; Ning Yulianti
Civil Engineering Dimension Vol. 23 No. 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.59 KB) | DOI: 10.9744/ced.23.2.100-107

Abstract

This research analyses the characteristics of travel time reliability for the road network in Kota Bandar Lampung. Therefore, travel time consists of access, wait and interchange time, while its reliability deals with variations of in-passenger/private cars time. Survey of travel time on each road was carried out for 12 hours (from 06.00 to 18.00) for five working days. Furthermore, the buffer time method was used to measure the characteristics of time travel reliability consisting of five measuring tools, namely planning time, planning time index, buffer time, buffer time index and travel time index. This research found that the temporal effects are the main factor that tends to affect travel time, whereas network effects are the second factor that tends to affect travel time. Furthermore, the regression equation was developed to express the effect of planning time (TPlan) and free-flow travel time on average travel time .
Tinjauan Gap Pada Simpang Tiga Lengan Bersinyal Terhadap Waktu Hijau Arjun Firghani; Sasana Putra; Muhammad Karami
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 26 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v26i2.53

Abstract

Pergerakan lalu lintas pengendara yang padat pada persimpangan berpotensi menimbulkan gap akibat konflik. Nilai gap akan menimbulkan tundaan lalu lintas pada persimpangan bersinyal yang dapat mempengaruhi terhadap waktu pada pengaturan waktu hijau pada traffic light. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gap yang terjadi serta bagaimana pengaruh nilai gap tersebut terhadap waktu hijau efektif di persimpangan tiga lengan bersinyal Jalan Diponegoro - Cut Mutia di Kota Bandar Lampung, Indonesia. Data jumlah kendaraan, volume lalu lintas serta waktu tempuh kendaraan didapatkan langsung dengan melakukan survei selama satu hari dan dianalisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan metode gap acceptance. Dari penelitian ini didapat volume total rata-rata tertinggi pada sesi sore sebesar 2169,6 skr/jam. Nilai gap diterima pada sesi pagi dan sore terjadi sebesar 6 detik dan 10 detik dengan tundaan persiklus pagi dan sore hari sebesar 2,6 dan 7,6. Nilai waktu hijau lapangan terjadi rentang waktu 16 – 48 detik serta hasil analisis berdasarkan Pedoman Kapastias Jalan Indonesia diperoleh waktu hijau di lapangan terjadi pada rentang waktu 26 – 54 detik.
Evaluasi kapasitas parkir kendaraan bermotor di Rumah Sakit Advent - Bandar Lampung Aulia Puspa Agatha; Muhammad Karami; Rahayu Sulistyorini
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 28 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v28i1.101

Abstract

Rumah Sakit Advent Bandar Lampung merupakan fasilitas kesehatan yang banyak dipilih masyarakat. Dengan banyaknya kunjungan ke rumah sakit ini, salah satu permasalahan yang muncul adalah kurangnya lahan parkir. Permasalahan ini dapat menimbulkan banyak kerugian bagi pengunjung rumah sakit maupun pengguna jalan di Jalan Teuku Umar seperti waktu tempuh, biaya perjalanan dan kenyamanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas parkir dan kebutuhan ruang parkir serta mencari solusi permasalahan akibat kurang memadainya tempat parkir. Penelitian dilakukan dengan metode observasi untuk mengumpulkan data berupa aktivitas kendaraan di area parkir untuk mengetahui karakteristik parkir di gedung parkir Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Dari hasil penelitian selama dua hari dalam kurun waktu 12 jam sehari, nilai indeks parkir maksimum sebesar 1,79 untuk mobil dan 2,10 untuk sepeda motor dengan masing-masing volume kendaraan sebanyak 330 kendaraan dan 606 kendaraan. Nilai indeks parkir yang melebihi 1 berarti kebutuhan parkir melebihi ketersediaan lahan parkir, sehingga dapat dikatakan lahan parkir tidak cukup untuk kendaraan.