Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CLUSTERING PENENTUAN LOKASI PRIORITAS BANTUAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI KABUPATEN GARUT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS Marisa Latifah Alamsyah
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.23026

Abstract

Rumah layak huni adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, serta kesehatan penghuni. Di Kabupaten Garut, saat ini masih banyak masyarakat yang rumahnya tidak memenuhi syarat rumah layak huni tersebut, atau biasa disebut dengan memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan K-Means Clustering dengan aplikasi R-Program. Terdapat 3 data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data jumlah kemiskinan tahun 2021, jumlah RTLH tahun 2021, dan data jumlah orang yang terkena stunting tahun 2021 perkecamatan di Kabupaten Garut. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa didapatkan jumlah cluster optimal yaitu 2 cluster, dan kecamatan yang termasuk cluster 2 merupakan kecamatan yang cocok untuk menjadi lokasi prioritas penerima bantuan RTLH. Terdapat 3 kecamatan yang termasuk kedalam cluster 2 tersebut yaitu Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Garut Kota dan Kecamatan Malangbong. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu rekomendasi dinas yang berwenang yaitu Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut untuk memilih lokasi prioritas penerima bantuan RTLH.
IDENTIFIKASI POLA PERSEBARAN DAN PENGGUNAAN RUANG EVENT SENI BUDAYA PERTUNJUKAN TRADISIONAL DI KOTA BANDUNG Marisa Latifah Alamsyah
Jurnal Planoearth Vol 8, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v8i2.7120

Abstract

Abstrak: Melihat visi Kota Bandung sebagai kota budaya dan tujuan wisata yang dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, event seni pertunjukan tradisional dapat mendukung terwujudnya visi tersebut. Beberapa pendapat mengemukakan bahwa penggunaan ruang event pertunjukan cenderung memusat di kawasan tertentu. Hal ini menyebabkan penggunaan dan pemanfaatan ruang event pertunjukan di Kota Bandung menjadi tidak optimal. Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa pola persebaran dan penggunaan ruang event seni pertunjukan tradisional banyak terjadi pada satu titik kawasan tertentu saja yaitu di SWK Cibeunying, dan pola persebaran dan penggunaan ruang event seni pertunjukan tradisional banyak terjadi di lokasi pertunjukan berjenis ruang non-khusus event pertunjukan.Abstract: Looking at the vision of Bandung as a cultural city and tourist destination launched by the Department of Culture and Tourism, traditional performing arts events can support the realization of this vision. Some opinions suggest that the use of performance event spaces tends to be centralized in certain areas. This causes the use and utilization of performance event space in Bandung City to be not optimal. After conducting research, it is known that the pattern of distribution and use of traditional performing arts event space occurs at one point in a particular area, namely in SWK Cibeunying, and the pattern of distribution and use of traditional performing arts event space occurs at the location of non-specialized performance event space.