Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL BAHARI PAPADAK

DESAIN MEMORIES PLANTING WAKATOBI SEA BAMBOO DI AREAL COMBBITY GARDEN UNTUK MENDUKUNG EKOWISATA WAKATOBI Sunarwan Asuhadi; Andi Besse Amir; Nelly Hidayati Sarira
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.43 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan bentuk desain pelaksanaan kegiatan Memories planting Wakatobi Sea Bamboo di area Combbity Garden. Berdasarkan desain tersebut disimpulkan bahwa kegiatan Memories planting Wakatobi Sea Bamboo di area Combbity Garden dapat mendukung pelaksanaan ekowisata di Kabupaten Wakatobi, dengan cara memaksimalkan implementasi unsur-unsur manajemen. Semakin terpenuhi pelaksanaan unsur-unsur manajemen semakin optimal pelaksanaan memories planting. Untuk memenuhi implementasi seluruh unsur-unsur manajemen, dibutuhkan penguatan kelembagaan heksa helix yang telah terlibat dalam pengelolaan area Combbity Garden. Kelembagaan heksa helix tersebut dapat berbagi peran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Kata Kunci : Memories planting, Wakatobi Sea Bamboo, Combbity Garden Abstract - This research was conducted to formulate the design for implementing the Wakatobi Sea Bamboo Memories planting activity in the Combbity Garden area. Based on the design, it was concluded that the Wakatobi Sea Bamboo Memories planting activities in the Combbity Garden area could support the implementation of ecotourism in Wakatobi Regency, by maximizing the performance of management elements. The more fulfilled the implementation of management elements, the more optimal the implementation of Memories planting. To implement all management elements, it is necessary to strengthen the hexa helix institutional involved in managing the Combbity Garden area. The hexa helix institutions can share roles according to their respective duties and functions. Keywords : Memories planting, Wakatobi Sea Bamboo, Combbity Garden
IKL DESA WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (WP3K) (STUDI KASUS DESA WAPIA-PIA KEC. WANGI-WANGI) Sunarwan Asuhadi; Muhammad Agus; Kamarudin Souwakil
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.295 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menelaah pengukuran Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) dalam Indeks Desa Membangun (IDM) di Desa Wapia-pia, yang merupakan salah satu desa pesisir di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K). Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun IKL merupakan indeks tertinggi dalam IDM, namun dalam pengukurannya belum didukung oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan. Terkait dengan hasil pengukuran kualitas lingkungan (udara, air, dan lahan) menunjukkan bahwa kualitas lingkungan Desa Wapia-pia masih baik. Berdasarkan hasil kajian tersebut disimpulkan bahwa pengukuran IKL dalam laporan resmi IDM 2021 di desa Wapia-pia belum berbasis evidence-based practice, mengingat indikator indeks tersebut belum didukung dengan data pengukuran kualitas lingkungan, khususnya air, udara, dan lahan. Disarankan agar pemerintah mengadopsi instrumen IKLH untuk IKL di desa-desa sehingga mendukung implementasi IKLH secara berjenjang dari desa hingga pusat. Kata Kunci : IKL, Desa Pesisir, WP3K Abstract - This study uses a quantitative descriptive approach to examine the measurement of the Environmental Resilience Index (IKL) in the Village Building Index (IDM) in Wapia-pia Village, which is one of the coastal villages in the Coastal and Small Islands Region (WP3K). Study results show that although IKL is the highest index in the IDM, its measurement has not been supported by reliable data. Regarding the effects of environmental quality measurements (air, water, and land), it shows that the ecological quality of Wapia-pia Village is still good. Based on the results of the study, it was concluded that the IKL measurement in the official IDM 2021 report in the village of Wapia-pia was not based on evidence-based practice, considering that the index indicator was not yet supported by data on environmental quality measurements, particularly water, air, and land. It is recommended that the government adopt the IKLH instrument for IKL in villages to support the implementation of IKLH in stages from village to state. Keywords : IKL, Coastal Village, WP3K