Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KERAGAMAN JENIS BAMBU (Bambusa sp.) DI KAWASAN TAHURA NIPA-NIPA KELURAHAN MANGGA DUA Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Eko Fitriono
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.366 KB)

Abstract

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-nipa memiliki kekayaan jenis yang perlu di eksplore, penelitian ini mencoba mengidentifikasi keragaman jenis-jenis bambu yang terdapat pada Kawasan Tahura Nipa-Nipa Kelurahan Mangga Dua.  Sampel ditentukan dengan  menggunakan metode purposive sampling yaitu ditunjuk secara langsung spot-spot keberadaan bambu.  Luas kawasan Tahura kelurahan mangga dua sebesar 40 Ha, jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 plot yang berukuran 20 m x 20 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kawasan Tahura Nipa-nipa kelurahan mangga Dua terdapat 3 marga bambu yaitu Gigantochloa, Bambusa dan Dendrocalamus yang terdiri dari jenis-jenis bambu Ater (Gigantochloa atter), bambu Apus  (Gigantochloa apus), bambu Cina (Bambusa multiplex Lour.), bambu Betung (Dendrocalamus asper), dan bambu Kuning (Bambusa vulgaris). Jenis bambu yang memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi adalah bambu Ater (Gigantochloa atter) dengan jumlah INP sebesar 162.99%. Sedangkan yang terendah adalah bambu Betung (Dendrocalamus asper) 19.69%.  Keanekaragaman jenis bambu di kawasan Tahura Nipa-Nipa Kelurahan Mangga Dua masih tergolong rendah yaitu 0.548. Kata kunci : Jenis Bambu, Indeks Nilai Penting (INP) Bambu, Keanekaragaman Bambu, Tahura Nipa-Nipa.
UJI KADAR AIR TITIK JENUH SERAT BEBERAPA JENIS KAYU PERDAGANGAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN zakiah uslinawaty; Niken Pujirahayu; Nurhayati Hadjar; abigael kabe; Nurnaningsih Hamzah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v5i1.83

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji kadar air titik jenuh serat bebrapa jenis kayu perdagangan dikabupaten konawe selatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium kehutanan fakultas kehutanan dan ilmu lingkungan universitas halu oleo, berlangsung selama kurang lebih satu bulan yakni september sampai oktober 2019, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kandunag kadar air yang terdapat pada beberapa jenis kayu perdagangan yang ada dikabupaten konawe selatan, dan ini manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai dasar untuk membuat jadwal pengeringan kayu perdagangan yang berada di kabupaten konawe selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air kondisi titik jenuh serat (KA-TJS) untuk Jabon putih (Neoleamarckia cadamba) memiliki nilai rata-rata 30,86%, kayu Akasia mangium (Acacia mangium), 27,74%, kayu Jati Lokal (Tectona grandis L.F) 15,16%, dan kayu Jabon Merah (Neoleamarckia macrophyllus)30,06%. Nilai-nilai ini mendekati nilai pustaka yang dijadikan rujukan meskipun cenderung lebih rendah. Dengan demikian maka rata-rata nilai KA-TJS pada ke-lima jenis kayu perdagangan Indonesia yang diteliti khususnya Jabon putih, kayu Akacia, kayu Jati Lokal, Kayu Jabon Merah ternyata dibawah 30%..
KONTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI LEBAH DALAM PEMBUDIDAYAAN LEBAH MADU TRIGONA SP DI DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah; Niken Pujirahayu; Hafidah Nur; Satya Agustina Laksananny; La Ode Agus Salim Mando; zakiah uslinawaty
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v5i1.87

Abstract

Madu merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah lama dimanfaatkan di Indonesia. Salah satu jenis lebah penghasil madu yang ada di Indonesia adalah lebah trigona. Madu merupakan salah satu sumber daya yang potensial untuk dikembangkan budidayanya, hal ini disebabkan nilai jual madu yang tinggi dan pakan lebah yang melimpah. Usaha lebah madu dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi budidaya lebah madu terhadap pendapatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Juli 2023 dengan menggunakan metode wawancara terhadap seluruh responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total pendapatan petani sebesar Rp18.993.235/tahun, dimana pendapatan petani dari madu sebesar Rp5.264.706/tahun. Sedangkan rata-rata pendapatan dari tanaman hortikultura sebesar Rp 13.728.529/tahun, sehingga diperoleh kontribusi budidaya lebah madu sebesar 27,7%. Kontribusi pendapatan lebah madu lebih rendah dibandingkan pendapatan tanaman hortikultura. Hal ini disebabkan jumlah madu yang dipanen sangat bergantung pada jumlah stup, dimana jumlah produksi pada setiap stup hanya 1 kg. Petani lebah madu di Desa Abenggi Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan cenderung mempunyai stup yang sedikit sehingga jumlah madu yang dihasilkan juga sedikit. Oleh karena itu, semakin banyak stup yang diberikan maka akan semakin banyak pula madu yang dihasilkan