Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Kepala Jembatan Akibat Perubahan Beban Gempa Rencana Sesuai SNI 2833:2016 Fachri Pangestu; Andi Indianto
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v3i2.1822

Abstract

Pelaksanaan kepala jembatan X dilakukan di tahun 2015 yang direcanakan pada tahun 2013 masih menggunakan peraturan yang terdahulu yaitu SNI 2833:2008. Sehubungan dengan dikeluarkanya peraturan baru yaitu SNI 2833:2016 maka terdapat perubahan beban gempa rencana dari peraturan lama ke baru sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kapasitas kepala jembatan terhadap beban gempa rencana sesuai SNI 2833:2016 dan dilakukan justifikasi perkuatan apabila kepala jembatan tidak layan menerima beban yang bekerja . Evaluasi kapasitas kepala jembatan dilakukan dengan cara melakukan pengecekan terhadap kapasitas dimensi, kapasitas tulangan, kapasitas daya dukung pada  pondasi dan lendutan menggunakan software SAP2000 untuk menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas pada dimensi kebutuhan tulangan didalam dimensi kepala jembatan masih memadai di semua bagian, kapasitas tulangan yang terpasang disetiap bagian kepala jembatan lebih besar dari hasil analisis sehingga masih kuat menahan beban yang bekerja, kapasitas daya dukung pondasi yang lebih kecil dibandingkan dengan daya dukung izin dan lendutan yang terjadi dibawah yang diizinkan, maka kepala jembatan masih kuat menerima beban yang bekerja sehingga tidak dilakukan justifikasi perkuatan.
Efforts To Promote Infrastructure Through The Making Of A Light Steel Frame Bridge With Composite Floor In Nanggela Village Andi Indianto; Tri Wulan Sari; Rikki Sofyan Arizal
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.307 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1565

Abstract

The Civil Engineering Department of Road and Bridge Design Engineering Study Program in order to support the government's efforts to advance disadvantaged villages in infrastructure, contribute to advancing infrastructure in the village of Nanggela. Contributions are given in the form of community service activities, namely: construction of a lightweight steel bridge with composite floors that connects the villages of Nanggela – Nanggerang funded by the Politeknik Negeri Jakarta's research and community service unit. The implementation method carried out includes the preliminary stage, Bridge structure design stage, proposal preparation stage to UP2M PNJ, and Stage of activity implementation. The results obtained are the installation of a lightweight steel bridge using a composite floor that is able to connect between the villages of Nanggela and Nanggerang in Kali Caringin, RT 04 RW 03, Nanggerang Village, Kec. Tajur Halang, Bogor Regency, West Java and suitable for use by residents around the lightweight steel bridge with composite floors is a technological innovation in the field of bridge structures that can be applied to community service programs based on this study program.
Pengaruh Subtitusi Slag Baja Terhadap Kuat Tekan Beton Porous Non Pasir Erlina Yanuarini; Andi Indianto; Sukarman Sukarman; Ryan Anggriawan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i1.2728

Abstract

Beton porous non pasir dengan slag baja merupakan salah satu beton yang ramah lingkungan. Beton ini dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan kerusakan jalan akibat genangan air, terutama pada trotoar, jalan taman, atau jalan lingkungan dalam skala terbatas. Slag baja dapat menggantikan agregat kasar karena memiliki kuat tekan yang mendekati agregat batu pecah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi steel slag terhadap kuat tekan beton porous non pasir. Penelitian eksperimental ini menggunakan dua variasi faktor air-semen (w/c 0,25 dan w/c 0,3) dengan dua variasi agregat batu pecah dan steel slag dengan diameter 10 mm-20 mm. Uji tekan pada benda uji dilakukan pada umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Penelitian ini mengacu pada ACI 522R 10. Penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan beton porous non pasir menggunakan steel slag sebagai agregat kasar memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan beton tidak halus porous menggunakan batu pecah.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR JEMBATAN TYPE VOIDED SLAB Andi Indianto; Asep Hilmansyah
Construction and Material Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v1i2.1478

Abstract

Makalah ini memaparkan hasil penelitian kinerja struktur jembatan tipe voided slab. Penelitian ini dilakukan oleh adanya masalah terkelupasnya lapisan permukaan dan terbentuknya alur memanjang di permukaan lantai jembatan tipe voided slab. Tujuannya untuk mengevaluasi kinerja standar jembatan tipe pre-tensioned precast concrete voided slab bentang 16 m, dengan tinjauan beban sesuai SNI 1725:2016 dan beban aktual. Dalam evaluasi ini dilakukan uji lendutan terhadap struktur jembatan voided slab ,untuk mengetahui lendutan yang terjadi pada struktur yang elemennya menyatu dan yang terpisah. Pendekatan teoritis dilakukan untuk mengetahui kinerja struktur terhadap beban aktual dan beban standar sesuai dengan SNI.1725:2016. Hasil uji menunjukkan bahwa jembatan voided slab yang lapisan permukaan lantainya terbentuk alur memanjang, terindikasi antar elemennya tidak menyatu, perbedaan lendutan antar elemen sebesar 8,9 mm, dan terdiskripsi tidak layak. Bagian lapisan permukaan lantai jembatan yang tidak terbentuk alur memanjang, terindikasi antar elemen masih menyatu, perbedaan lendutannya sebesar 0,76 mm, dan terdiskripsi layak. Hasil uji di lapangan juga menunjukkan bahwa bagian elemen voided slab yang tidak menyatu, terindikasi tidak layan menerima beban aktual, dengan lendutan sebesar 13,34 mm, lebih besar dari lendutan izin sebesar 7 mm, dan bagian elemen voided slab yang menyatu, terindikasi layan menerima beban aktual, dengan lendutan sebesar 5,79 mm, lebih kecil dari lendutan izin sebesar 7 mm. Hasil analisa teoritis menunjukkan bahwa struktur voided slab yang elemennya tidak menyatu, tidak layan menerima beban standar, dan struktur yang antar elemennya menyatu, dalam kondisi layan menerima beban standar. Kesimpulan pada evaluasi ini adalah struktur voided slab dapat berkinerja baik (layak dan layan) jika antar elemennya menyatu. Agar tetap menyatu, disarankan untuk dilakukan perubahan tipe ikatan antar elemen voided slab yang dapat memberikan jaminan ikatan selama umur rencana jembatan.Kata kunci: Voided slab, menyatu, layak, layan.
Evaluasi Kapasitas Kepala Jembatan Akibat Perubahan Bentang Struktur Atas Albert Hendrik Benaya; Andi Indianto
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v4i1.1844

Abstract

Pada proyek pembangunan Jalan Tol X, terdapat jembatan Flyover Y yang direncanakan dengan panjang 66,5 meter terbagi menjadi 2 bentang. Struktur atas jembatan direncanakan menggunakan Precast Concrete – I Girder (PCI Girder) dengan panjang 40,6 meter. Posisi Pilar 1 jembatan direncanakan berada di tengah bantaran sungai. Dengan adanya larangan pembangunan pilar ditengah bantaran sungai mengakibatkan adanya perubahan perencanaan awal bentang jembatan yaitu dari kepala jembatan A1  – pilar (P1) dan Pilar 1 (P1) – pilar 2 (P2) menjadi satu bentang dari kepala jembatan A1 – pilar 2 (P2). Perubahan juga dilakukan terhadap desain struktur atas dari rencana awal menggunakan PCI Girder dengan bentang 40,6 meter diubah menjadi Steel Tub Girder dengan bentang 66,5 meter. Jadi, perubahan pembebanan dari struktur atas akan berpengaruh pada kapasitas kepala jembatan. Untuk mengevaluasi kapasitas abutment A1, dilakukan analisa struktur menggunakan bantuan software. Hasil evaluasi kapasitas struktur abutment didapatkan bahwa tulangan yang terpasang pada bagian backwall, wall, pilecap, dan borepile  yang terpasang masih memadai. Dikarnenakan abutment A1 masih dalam kondisi layan dimana tulangan yang terpasang lebih besar dari tulangan hasil analisa, maka tidak diperlukan perkuatan.Kata kunci: Abutment; Jembatan; Perkuatan.
PENGARUH LANTAI KOMPOSIT TERHADAP KINERJA RANGKA BAJA PRATEKAN Andi Indianto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.074 KB) | DOI: 10.32722/pt.v10i1.428

Abstract

Abstrak Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang kajian rangka pratekan komposit untuk jembatan rangka baja dengan lantai jembatan diatas. Pemberian gaya pratekan pada rangka dilakukan dengan pemasangan Tendon / kabel prestress pada bagian bawah rangka, yang dihubungkan dengan angkur yang terpasang pada plat simpul bagian atas ujung rangka. Aksi komposit dari struktur ini didapatkan dengan menghubungkan lantai yang terbuat dari beton bertulang dengan bagian atas rangka menggunakan baut yang difungsikan sebagai shear connector. Untuk mengetahui daya layan struktur rangka pratekan komposit ini, dilakukan pengujian pembebanan terhadap struktur sebelum dipasang shear connector dan struktur setelah dipasang shear connector. Pengujian pembebanan dilakukan dengan alat yang disebut Mechanical digital loading test. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa aksi komposit pada rangka pratekan memberikan tambahan daya layan sebesar 71% lebih besar daripada struktur rangka pratekan yang lantainya tidak dipasang shear connector. Kata Kunci: Tendon, prestress, Angkur, komposit, shear connector.
PENGARUH SUBTITUSI SLAG BAJA TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN PERMEABILITAS BETON POROUS (PERVIOUS CONCRETE) Sukarman; Erlina Yanuarini; Andi Indianto; Ryan Anggriawan
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.372 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol8.iss2.2022.838

Abstract

Abstract Problems related to road damage are currently growing. Damages that occur are often caused by waterlogging. One of the efforts that can be done is by applying the use of porous concrete. Porous concrete can reduce water runoff and increase infiltration in the soil because it has a high porosity. As a substitute material, steel slag can be an alternative in replacing coarse aggregate. Steel slag is an abundant waste from steel production industrial companies. Currently, steel slag is widely used in high-strength concrete mixes. This study of porous concrete generally refers to ACI 522R 10. The purpose of this study was to analyze the effect of steel slag substitution on the tensile strength and permeability of porous concrete. This experimental study used two variations of the w/c (0.25 and 0.30) with two variations of crushed stone aggregate and steel slag with a diameter of 10 mm-20 mm. The tensile strength and permeability specimen of porous concrete is in the form of a concrete cylinder (15 cm diameter, 30 cm height) with 3 samples of each variation. The tests were carried out at the age of 28 days. Based on the experimental results on porous concrete with steel slag or crushed stone, the value of the tensile strength of concrete with w/c 0.30 is higher than w/c 0.25. Meanwhile, the permeability value of porous concrete in both the mixed variant of steel slag and crushed stone with w/c 0.25 is higher than w/c 0.30. So that the relationship of the tensile strength of concrete is inversely proportional to the value of the permeability of the concrete in the conditions of the two w/c (0.25 and 0.30). Keywords : porous concrete, tensile strength, permeability
REDUKSI LENDUTAN PCI GIRDER DENGAN PEMASANGAN DIAFRAGMA Aprilia Rossa Ariesta; Andi Indianto; Erlina Yanuarini
Prokons: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/prokons.v16i2.376

Abstract

AbstractKeramasan Bridge 2 is a bridge with an age of more than 30 years, so it is necessary to review its feasibility and serviceability. Based on the loading test results, it is stated that the deflection on the girder exceeds the permissible deflection. Based on this, it is necessary to strengthen the upper structure. The strengthening of the upper structure is carried out by installing a diaphragm between the girders. The diaphragm is an angled steel profile of 100 mm x 100 mm with a thickness of 10 mm.To determine the number and position of diaphragms, two alternatives were analyzed. The first alternative is to add three diaphragms at 1/4, 1/2, and 3/4 span. In the first alternative, the deflection value is 26.9754 mm. In the second alternative, the diaphragm is installed every 3 meters distance. The addition of the diaphragm produces a deflection of 27.1634 mm. The results of the analysis indicate that with the addition of a diaphragm, there is a reduction in deflection. In the first and second alternatives, a deflection that meets the permissible deflection is produced (31.375 mm). Considering the safety factor, the first alternative is used because adding three diaphragms affords the smallest deflection (26.9754 mm).Keywords: Deflections, Diaphragm, Strength, Bridge Upper Structure
EVALUASI KAPASITAS STRUKTUR BAWAH JEMBATAN INTEGRAL Miftah Hadibrata M.; Andi Indianto
Construction and Material Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Construction and Material Journal Vol. 4 No. 2 Juli 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v4i2.4759

Abstract

The construction of integral bridge Overpass Cilenggang 1 on the Serpong – Balaraja Section 1A Toll Road Construction Project was built on soft soil. This evaluation aims to analyze the strength of the integral bridge substructure and justify the strengthening of the substructure if it is not strong enough to withstand the load in accordance with SNI 1725:2016. The evaluation substructure of the integral bridge capacity used SAP2000 software with the load accordance to SNI 1725:2016 for bridge loading. The result of the research show that the capacity of the integral bridge Overpass Cilenggang 1 structure is strong enough to withstand the working load because the reinforcement capacity used for the substructure is stronger than the reinforcement from the result of analysis with SAP2000 software. Based on the result of the research, it can be concluded that the reinforcement used for Overpass Cilenggang 1 substructure is strong enough to withstand the load working on structure and there is no need to justify the reinforcement for the integral bridge substructure. Keywords: Evaluation, Integral Bridge, Load, Reinforcement, Substructure.
EVALUASI KAPASITAS STRUKTUR EKSISTING LANTAI JEMBATAN PADA JEMBATAN TYPE PILE SLAB DI RUAS JALAN TOL JORR W1 KEBON JERUK Fianda Harsa; Andi Indianto; Erlina Yanuarini
Construction and Material Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Construction and Material Journal Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v5i1.4748

Abstract

This research a study transverse cracking that occurred on the floor structure of the pile slab type bridge located at JORR W1 Kebon Jeruk toll road. The purpose of this study was to evaluate the capacity of the bridge floor structure that had damaged by cracks and weather its remains are in a safe condition or not. The research method is carried out by analyzing the calculation of loading that occurred in an actual condition that had cracked by modeling on structural analysis program with standard SNI 1725:2016 and actual loads that acted on the structure, then evaluating the moment capacity of the structure based on installed reinforcement and evaluating deflection from inspection results based permissible deflection. From the results of the analysis, it was found that the structure experienced a moment failure due to the actual load with a load magnitude of 18,07 tons, the moment due to the actual load on the negative moment region was 34,47 tons.m and the positive moment region was 37,46 tons.m, compared to the moment capacity of structure successively which was 25,52 tons.m and 29,16 tons.m. However, for the results of the analysis of the standard load of 11,25 tons, the moment capacity of the structure was able to withstand the ultimate moment due to the reactor load successively being 22,82 tons.m and 24,37 tons.m, whereas for the deflection test results of 0,46 mm remained in a safe condition without exceeding the L/800 permit deflection of 4,76 mm. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the structure is overloaded and in the future, the structural ability must be improved and it is necessary to strengthen the bridge floor structure to be able to increase the capacity of the structure so that it can withstand the working load.