Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harapan baru pengobatan penyakit tidak menular dengan memanfaatkan sel punca Ariyani Noviantari; Khariri Khariri
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15898

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari seorang penderita kepada orang lain di sekitarnya. Dominasi penyakit tidak menular telah menggeser keberadaan penyakit menular dan saat ini menjadi masalah utama kesehatan masyarakat global termasuk Indonesia. Data dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) menyebutkan bahwa PTM merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mendapatkan data prevalensi beberapa PTM yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Beberapa penyakit tersebut antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Salah satu alternatif terapi yang saat ini sedang berkembang adalah sel punca. Sel punca banyak dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit di antaranya PTM. Tulisan ini menguraikan tentang mengenai pengobatan penyakit tidak menular dengan memanfaatkan sel punca. Tulisan ini berupa review literatur yang didapatkan melalui penelusuran pustaka yang didapatkan dari internet. Sel punca dilaporkan dapat dimanfaatkan dalam terapi pengobatan PTM. Keberhasilan sel punca dalam banyak penelitian memberikan harapan baru terhadap alternatif pengobatan PTM di Indonesia.
Keamanan dan Keselamatan Hayati Ketika Bekerja di Laboratorium Hewan Coba Putri Reno Intan; Khariri Khariri
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hewan coba banyak digunakan untuk menyelidiki fenomena biologis atau patobiologis. Pemanfaatan hewan coba dalam penelitian mempunyai beberapa alasan yaitu untuk meningkatkan pemahaman ilmiah, sebagai model untuk mempelajari penyakit, untuk mengembangkan dan menguji terapi potensial, dan untuk melindungi keselamatan orang, hewan, dan lingkungan. Perlakuan terhadap hewan coba harus dilakukan di sebuah instalasi laboratorium yang disiapkan secara khusus atau disebut dengan laboratorium hewan coba. Tulisan ini mengkaji prosedur keamanan dan keselamatan hayati ketika malakukan aktivitas di laboratorium hewan coba. Keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium telah menjadi hal yang wajib sebagai salah satu pedoman bekerja di laboratorium termasuk laboratorium hewan coba. Pedoman mencakup penanganan mikrobiologi patogen, prinsip keselamatan yang harus dilakukan oleh petugas laboratorium serta meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan para petugas laboratorium. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, jalur penularan agen infeksius maupun fungsi laboratorium, laboratorium hewan coba dapat dibedakan menjadi 4 level biosafety. Penerapan pedoman keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium hewan coba secara sistematis dalam pelaksanaan tugas di dalam laboratorium, merupakan faktor yang terpenting dalam sistem manajemen laboratorium. Untuk menjamin keselamatan diri, setiap petugas laboratorium harus melengkapi diri dengan alat pelindung diri. Perilaku petugas laboratorium terhadap kepatuhan dalam pemakaian alat pelindung diri dan higiene setelah aktivitas laboratorium juga tidak boleh diabaikan. Keamanan dan keselamatan hayati yang baik ketika bekerja di laboratorium sangat diperlukan untuk mencegah penularan penyakit infeksi terhadap petugas laboratorium dan lingkungan sekitar serta mencegah pencurian, kehilangan, ataupun penyalahgunaan yang membahayakna kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya.