Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keamanan dan Keselamatan Hayati Ketika Bekerja di Laboratorium Hewan Coba Putri Reno Intan; Khariri Khariri
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hewan coba banyak digunakan untuk menyelidiki fenomena biologis atau patobiologis. Pemanfaatan hewan coba dalam penelitian mempunyai beberapa alasan yaitu untuk meningkatkan pemahaman ilmiah, sebagai model untuk mempelajari penyakit, untuk mengembangkan dan menguji terapi potensial, dan untuk melindungi keselamatan orang, hewan, dan lingkungan. Perlakuan terhadap hewan coba harus dilakukan di sebuah instalasi laboratorium yang disiapkan secara khusus atau disebut dengan laboratorium hewan coba. Tulisan ini mengkaji prosedur keamanan dan keselamatan hayati ketika malakukan aktivitas di laboratorium hewan coba. Keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium telah menjadi hal yang wajib sebagai salah satu pedoman bekerja di laboratorium termasuk laboratorium hewan coba. Pedoman mencakup penanganan mikrobiologi patogen, prinsip keselamatan yang harus dilakukan oleh petugas laboratorium serta meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan para petugas laboratorium. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, jalur penularan agen infeksius maupun fungsi laboratorium, laboratorium hewan coba dapat dibedakan menjadi 4 level biosafety. Penerapan pedoman keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium hewan coba secara sistematis dalam pelaksanaan tugas di dalam laboratorium, merupakan faktor yang terpenting dalam sistem manajemen laboratorium. Untuk menjamin keselamatan diri, setiap petugas laboratorium harus melengkapi diri dengan alat pelindung diri. Perilaku petugas laboratorium terhadap kepatuhan dalam pemakaian alat pelindung diri dan higiene setelah aktivitas laboratorium juga tidak boleh diabaikan. Keamanan dan keselamatan hayati yang baik ketika bekerja di laboratorium sangat diperlukan untuk mencegah penularan penyakit infeksi terhadap petugas laboratorium dan lingkungan sekitar serta mencegah pencurian, kehilangan, ataupun penyalahgunaan yang membahayakna kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya.