This Author published in this journals
All Journal agriTECH
Zuheid Noor
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengurangan Asam Fitat Biji Kedele dengan Cara Pengupasan Agus Setyono; Zuheid Noor; Slamet Sudarmadji; Mochamad Adnan
agriTECH Vol 10, No 2 (1990)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.107 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19061

Abstract

Attempts have been made to reduce phytic acid level in soybean by mechanical dehulling process. Dehulling was carried out mechanically by using abrassive roller at of 750 to 1450 rpm. for 10 to 30 seconds. Mechanical dehulling at 750 rpm for 25 seconds was able to reduce approximately 81 per cent of the original content of phytic acid This hulling procedur gave about 87 per cent recovery of the hulled soybean.
Beberapa Sifat Anti-Tripsin Biji Kecipir Zuheid Noor
agriTECH Vol 12, No 1 (1992)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2835.418 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19233

Abstract

Untuk mempelajari sifat anti-tripsin kecipir. khususnya sifat inaktivasi pada beberapa pH, biji kecipir utuh direndam pada berbagai kombinasi kondisi pH(3. 5, dan 9), suhu (suhu kamar dan 60°C), dan lama perendaman (4.8. dan 24 jam) Setelah perendaman. ditiriskan. dan air rendaman ditampung. Hasil pengukuran aktivitas anti-tripsin pada biji dan air rendaman menunjukkan bahwa perendaman pH 3 suhu kamar meningkatkan akitvitas anti-tripsin dan 64,00 unit/mg menjadi 94,10; 72,28 dan 82,29 unit/mg berturut-turut pada lama perendaman 4, 8 dan 24. Pemanasan 60°C sedikit menurunkan akiivitas antitripsin; penurunan aktivitas semakin besar dengan semakin lama waktu perendaman. Perendaman pH 5 pada semua. kombinasi perlakuan mengakibatkan inaktivitasi total aktivitas anti-tripsin, sedang perendaman pH 9 tidak menghasilkan inaktivasi sebagaimana diharapkan, menunjukkan bahwa anti-tripsin biji kecipir tahan terhadap perlakuan pH 9. Perembesan anti.tripsin kedatam air rendaman sedikit membantu penurunan aktivitas anti-tripsin dalam biji kecipir. Uji biologikal menggunakan tikus putih rremperkuat basil pengamatan percobaan inaktivastianti-tripsin kecipir ditinjau dari penurunan berat tikus, namun tidak diamati adanya kelainan pada pankreasnya, tetapi teramati adanya penurunan berat hati oleh sebab yang belum diketahui.
Pengaruh Variasi NaCl dan Na2CO3 Terhadap Sifat Fisik dan Mikrostruktur Mie Sagu Kering Listyati Purnama R.; Agnes Murdiati; Zuheid Noor
agriTECH Vol 12, No 4 (1992)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3486.796 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19249

Abstract

Sagu dapat diolah menjadi produk mie dengan penambahan tepung terigu dengan perbandingan 70:30, tetapi hasilnya masih sangat lunak dan lembek. Untuk memperbaiki sitat fisik tersebut dilakukan penambahan NaCI dan NaCO3 dengan kadar yang bervariasi. Penambahan senyawa tersebut berpengaruh terhadap kualitas pemasakan dan mikrostruktur mie. Peningkatan konsentrasi NaCI diikuti dengan peningkatan total cooking loss tetapi interaksinya dengan Na, CO3 akan membatasi total kehilangan akibat pemasakan tersebut yaitu pada konsentrasi NaCI:Na, = 0.5:0,5. Dan sebaliknya pada peningkatan konsentrasi Na,CO, akan mernperbesar absorpsi air, swelling index dan kapasitas rehidrasi tetapi interaksinya dengan NaCI akan membatasi jumlah penyerapan air tersebut akibat pengaruh peningkatan konsentrasi NaCI akan memperkecil absorpsi air, swelling index dan kapasitas rehidrasi. Penambahan NaCI dan Na2CO3 akan memperbaiki tekstur, kelekatan, elastisitas dan mencoklatkan mie. Mie yang memiliki sifat fisik yang disukai konsumen dan memiliki mikrostruktur terbaik menyerupai mie terigu adalah mie dengan penambahan NaCI dan Na, CO, dengan konsentrasi NaCI:Na,CO. = 0.5:0.5 persen
Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Hijau dan Gliseril Monostearat Pada Tepung Jagung Terhadap Sifat Fisik dan Organoleptis Roti Tawar yang Dihasilkan Rob Mudjisihono; S. Joni Munarso; Zuheid Noor
agriTECH Vol 13, No 4 (1993)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.581 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19273

Abstract

An experiment was conducted to evaluate the effect of addition of mungbean flour and gliceryl monostearat (GMS) on the loaf volume, hardness, porosity, colour, texture, taste and flavour of bread. Corn and mung bean flour and then added with 1, 2 and 3 percents of GMS. Physical analysis showed that corn and mungbean flour can be used to produce a good quality bread. Addition of fifteen percents of mungbean in flour resulted in a good loaf volume and increase in the hardness of bread. Addition of GMS with several concentrations were also not negatively affecting to the taste, flavour, the texture and the colour of bread. The panelist prefered the texture of bread with addition of five percents mungbean flour and Iwo percents GMS. While, the panelist prefer the taste of bread with addition of ten percents mungbean flour and two percents GMS.
Cooking Tenderization of Meat Zuheid Noor
agriTECH Vol 1, No 2 (1980)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1619.497 KB) | DOI: 10.22146/agritech.22231

Abstract

.
Sifat dan Potensi Serat Pangan pada "Gudeg Kering" Priyanto Triwitono; Suparmo Suparmo; Zuheid Noor
agriTECH Vol 19, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.272 KB) | DOI: 10.22146/agritech.22343

Abstract

Gudeg is as well known traditional processed vegetable of Yogyakarta made from immature jackfruit. This research aimed to study physical and chemical properties of it's dietary fiber to elucidate the physiological effect potential in diet. Result indicatied that gudeg contained high percentages of insoluble dietary fibers (41.3 %db) in contrast to the soluble dietary fibers (14.4 %db). The water holding capacity (WHC) was 3.6 g water I g fiber, swelling 325 percent, bulk volume 1.3 ml / g fiber, and cation exchange capacity 0.08 mgreq of Na / g fiber.