This Author published in this journals
All Journal agriTECH
Mochamad Adnan
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengurangan Asam Fitat Biji Kedele dengan Cara Pengupasan Agus Setyono; Zuheid Noor; Slamet Sudarmadji; Mochamad Adnan
agriTECH Vol 10, No 2 (1990)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.107 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19061

Abstract

Attempts have been made to reduce phytic acid level in soybean by mechanical dehulling process. Dehulling was carried out mechanically by using abrassive roller at of 750 to 1450 rpm. for 10 to 30 seconds. Mechanical dehulling at 750 rpm for 25 seconds was able to reduce approximately 81 per cent of the original content of phytic acid This hulling procedur gave about 87 per cent recovery of the hulled soybean.
Usaha Pengurangan Asam Fitat Kacang Hijau dengan Cara Pemacuan Fitase Melalui Perendaman pada Berbagai Suhu dan pH Agus Setyono; Mochamad Adnan
agriTECH Vol 3, No 3 (1982)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4648.077 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19366

Abstract

Enzim fitase yang dipersiapkan dari kacang hijau yang telah mengalami perendaman, dalam air selama 12 jam pada suhu kamar, diekstraksi dengan 2% CaC12 dan diendapkan dengan menggunakan (NH4)2SO4. Enzim fitase yang terdapat dalam endapan protein tidak dilakukan pemurnian lebih lanjut. Hasil pengujian aktivitas enzim fitase pada suhu 50oC menunjukkan bahwa pH optimum fitase 5,0. Nilai aktivitas fitase pada kondisi tersebut adalah 0,05 IU dengan substrat 3% larutan tepung kacang hijau dan 0,076 IU dengan substrat 6% larutan tepung kacang hijau. Dari hasil pengamatan ini, yaitu suhu 50oC dan pH air perendam 5,0 digunakan untuk merendam kacang hijau dengan tujuan untuk mengurangi kandungan asam fitat dalam kacang hijau tadi oleh fitase yang dikandungnya. Dengan kondisi optimum ini aktivitas fitase akan dipacu sehingga aktivitasnya meningkat. Perlakuan lama perendaman adalah 1 jam, 3 jam, 9 jam dan 12 jam, masing-masing dilakukan terhadap kacang hijau varietas No. 129 yang berasal dari Demak, Yogyakarta dan Magelang. Perlakuan perendaman selama 1 jam hanya menyebabkan perubahan sedikit terhadap kandungan asam fitat. Sedangkan perlakuan perendaman selama 3 jam atau lebih menyebabkan perubahan kandungan asam fitat, P anorganik dan inositol dalam kacang hijau secara tajam. Perendaman selama 3 jam dapat mengurangi fitat sebesar 34,607% tetapi kehilangan inositolnya cukup tinggi, yaitu sebesar 47,248 mg/g berat kering. Mengingat faktor perubahan bentuk, .rasa dan pengurangan fitat, maka perendaman selama 3 jam dianggap yang paling optimal.
Beberapa Sifat Lipida Kacang Berprotein Tinggi Mochamad Adnan
agriTECH Vol 2, No 3 (1981)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2654.53 KB) | DOI: 10.22146/agritech.22248

Abstract

Kacang berprotein tinggi dibuat dengan menghilangkan sebagian besar minyak yang dikandung secara mekanis dengan tekanan 3000 psi. Kadar protein menurut perhitungan dapat naik sekitar 28% menjadi 40-50% tergantung dari banyaknya minyak yang telah dihilangkan. Beberapa perbedaan sifat lipida yang dihilangkan dan yang tertinggal ialah : 1. Meskipun jenis dan proporsi tokoferol yang dikandung (yaitu dan), lipida yang tertinggal mengandung tokoferol kira-kira 10% lebih banyak (378 ug/g) daripada yang dihilangkan (374 ug/g). 2. Sebagian besar lipida polar tidak ikut hilang dan lebih dari 99% phospholipida tetap ada di lipida yang tertinggal. Lipida polar mengandung lebih banyak asam palmitat daripada lipida nonpolar, tetapi kandungan asam linoleatnya lebih rendah; sedangkan asam-asam lemak dengan rantai C20 keatas tidak terdapat. Lipida polar mempunyai daya antioxidasi. Phospholipida yang terdapat dalam lipida polar tersusun dari fraksi yang disebut PE, PC, LPE, LPC, PS, dan PA.Dengan pengubahan ratio antar kadar lipid dan protein (kearah pengurangan lipida), kacang berprotein tinggi merupakan produk yang baik untuk usaha menaikkan konsumsi protein dan diversifikasi penggunaan kacang tanah sebagai bahan pangan, disamping dapat memperbaiki sifat-sifat lipida yang tertinggal dalam kacang