This Author published in this journals
All Journal agriTECH
Sri Raharjo
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toxicological Aspects of Sorbates : A Review Sri Raharjo
agriTECH Vol 14, No 3 (1994)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2002.806 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19294

Abstract

Sorbic acid its sodium or potassium salts (sorbates) are still commonly used in preserved foods of plant or animal origin. It effectively inhibits the growth of yeast and mold species in processed foods pose no health hazard when properly used. According to published literatures, it is clear that sorbates are less toxic than other commonly used antimicrobial agents, because sorbic acid is metabolized in mammals in a similar way as other fatty acid such as caproic acid. For comparison, the LD50 of sodium chloride in rats is 5 g/kg body weight, while the LD50 of sorbic acid and potassium sorbate Is 10.5 and 6.2 g/kg body weight, respectively. Therefore, consumers, food processors and regulatory agencies should not considered sorbates as the most dangerous "public enemy". Proper method and.levels of use should always be advised.
Meta-Analysis of the Distribution of Daidzein, Genistein, Glycitein, and Their Glucosidic Conjugates In Soy Foods Sri Raharjo
agriTECH Vol 16, No 2 (1996)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2477.649 KB) | DOI: 10.22146/agritech.19306

Abstract

Isoflavon dalam produk kedelai diduga memiliki peran penting dalam menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Namun seberapa banyak isoflavon dalam produk kedelai harus dikonsumsi per hari untuk mendapatkan dampak positif yang diinginkan masih belum banyak diketahui konsumen. Oleh karena itu makalah ini bertujuan menganalisa perubaban (meta-analisa) kadar isoflavon dan distribusi aglikon serta konjugatnya dalam berbagai pangan dari kedelai. Meta analisa ini didasarkan pada delapan publikasi ilmiah yang melaporkan kandungan isoflavon total, aglikon (daidzein, genistein dan glycitein), dan konjugatnya (daidzin, genlstin, glycitin, konjugat glukosida bergugus asetil maupun bergugus malonil) yang dinyatakan dalam berat.bahan kering. Kadar isoflavon total dalam biji kedelai berldsar 0,47 s/d 4,22 mg/g berat bahan kering dengan nilai rerata 2,13 - 0,88 mg/g (n = 34). Varietas, lokasi penanaman dan kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kadar isoflavon total dalam biji kedelai. Sebagian besar (80 s/d 97%) isoflavon dalam produk kedelai non-fermentasi berada dalam bentuk konjugat, sedangkan hanya sebagian kecil berada dalam bentuk aglikon. Sedangkan dalam produk kedelai hasil fermentasi proporsi isoflavon aglikon mengalami peningkatan dari 2,5% menjadi sekitar 60%. Pada umumnya kadar isoflavon dalam produk dari kedelai cenderung lebih rendah atau sama dengan yang terdapat dalam biji kedelai, tergantung pada cara pengolahan, dan pangan yang ditambahkan.