Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Characterization of Aspergillus Niger 65i6 lipase from solid-state fermentation using Jatropha seed cake medium Chusnul Hidayat; Sari Darmasiwi; Maulina Nurikasari; Muhammad Nur Cahyanto
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.015 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.24195

Abstract

Jatropha curcas seed cake contains a high amount of protein, and consequently has very high potentialas a medium for lipase production. The objective of this research was to characterize lipase from Aspergillusniger 6516, which was produced by solid-state fermentation on Jatropha curcas seed cake as the medium. The effects of pH and temperature on enzyme activity were evaluated, along with substrate specifcity and enzyme stability. Fermentation was performed at a water concentration of 63% and temperature of 30 °C for 7 days. The results showed that the optimum pH and temperature for Aspergillus niger 6516 lipase activities were 8.0 and 40 °C, respectively. The lipase had the substrate specifcity to hydrolyze long-chain fatty acids and was stable in polar organic solvents. The lipase had a molecular weight, Km and vmax about 19 kDa, 0.27 µmol/ml, and 52.63 µmol/ml/min, respectively. The results also suggested that the produced lipase from Aspergillus niger 6516 was an alkaline lipase. Based on these results, we conclude that Jatropha seed cake is a suitable medium for lipase production.
Efektivitas Ekstrak Gliserin Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dalam Formula Facial Wash sebagai Agen Antibakteri Benediktus Erik Kurniawan; Rarastoeti Pratiwi; Mutia Cahya Ningrum; Sari Darmasiwi
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v6i1.1311

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki potensi sebagai agen antibakteri dalam sediaan facial wash, salah satunya melalui penggunaan gliserin sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri sediaan facial wash berbasis ekstrak gliserin bunga telang terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, serta menguji mutu fisikokimiawi dan hedoniknya. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi berbantuan ultrasonik menggunakan pelarut gliserin:air (1:1). Sediaan facial wash dibuat dengan menambahkan variasi ekstrak gliserin bunga telang pada konsentrasi 0% (F0); 0,5% (F1); 1% (F2); 2% (F3); dan 4% (F4). Uji antibakteri dilakukan dengan difusi sumuran dan microplate broth assay terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Evaluasi mutu fisikokimia meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, serta tinggi dan stabilitas busa, dilanjutkan dengan uji hedonik terhadap 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F4 memiliki kemampuan antibakteri tertinggi dibandingkan formula lainnya. Formula F4 menunjukkan diameter zona hambat 9,10 ± 0,14 mm pada S. aureus dan 9,65 ± 0,42 mm pada P. aeruginosa, sedangkan optical density (OD) F4 pada S. aureus adalah 0,107 ± 0,18 dan 0,001 ± 0,00 pada P. aeruginosa. Pada P. aeruginosa, nilai OD dari F3 (0,002 ± 0,00) sudah berbeda signifikan dibandingkan F0 (0,012 ± 0,00). Facial wash dengan penambahan ekstrak gliserin bunga telang memenuhi SNI dengan karakteristik warna biru, aroma ringan-sedang, tekstur cair, pH 5,87–6,53, viskositas 851–1149 mPa.s, serta tinggi busa 73–82 mm dengan stabilitas di atas 82,68%. Di sisi lain, F3 adalah formula yang paling disukai panelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula F4 memberikan efektivitas antibakteri tertinggi pada kedua bakteri uji, serta sediaan facial wash yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu fisikokimia SNI dan disukai oleh panelis.